Sunday, 2 February 2014

Tersesat

Aku ingin terbang dan mengepakkan sayapku di angkasa.
Namun ketika aku melihat sosokku di kubangan air sore itu, aku baru sadar,
aku masihlah sebuah pupa, yang terkerangkeng dalam fase sementaraku

Malam ini, duniaku sedang bertabrakkan.
Antara nyata dan impian.
Sangat kontras dan berlawanan.
Merajam kubu-kubu mimpi yang sudah aku bangun.
Menekanku dalam segala keterbatasan yang aku miliki di dunia nyata.
Kemana asa harus ditalu?
Di secarik kertas resolusi sajakah?
yang tak lama lagi,
ya kira-kira 323 hari lagi hanya akan menjadi seongok sampah?
Atau dalam lembaran autobiografi yang membanggakan?

Kemana kaki harus melangkah ketika ia sedang terjerembab dalam lubang
dan terasa tak ada satu tanganpun yang mengulurkan bantuan?
Bukan sendiri
Hanya tersesat


Share:

0 komentar:

Post a Comment