Thursday, 25 February 2016

Sendiri.

Memaknai kesendirian.

Sendiri tak melulu tentang status "percintaan". Sendiri adalah momen dimana kamu cukup 'nyaman' dengan dirimu sendiri dan dekat dengan Penciptamu. Dan sesekali atau justru berkali-kali kamu harus mengambil dan luangkan waktu untuk 'sendiri' dan memaknainya.

Sungguh, suatu saat kamu akan dapat berada pada tingkat tertinggi dalam memaknai sebuah kesendirian. Dimana kamu rasakan bagaimana aura positif dan letusan ide-ide segar tiba-tiba berterbangan di otakmu. Rasanya, tak ingin memejamkan mata walau sedetik pun, dan ingin segera mengambil sikap untuk mewujudkan angan-angan tersebut.

Dalam kesendirian aku berdiam.
Dalam diam aku berpikir.
Dalam diam aku mengamati.
Dalam diam aku mencoba memahami.
Memaknai setiap hiruk pikuk yang dunia sajikan.
Mencoba menilai semuanya dengan sudut pandang "paling positif" dalam kacamata hidupku.
Tak ada yang perlu benar-benar di khawatirkan.
Asal Allah adalah pegangan kita.
Asal langkah selalu pada jalan-Nya.
Bukan saatnya lagi berpikir untuk kebahagiaan sendiri.
Bukan saatnya lagi berpikir dalam batasan kertas dan penilaian orang saja.
Hidup lebih bermakna di luar sana.
Hidup lebih berarti dari sekedar memperkaya materi.
Mana peduli, mu sahabatku?
Bukankah hidup sudah terlalu sepi ketika hanya memikirkan diri sendiri?


Share:

0 komentar:

Post a Comment