14 August 2012

Silly pieces


Pagi itu, langit Surabaya tampak cerah. Hari itu, aku harus datang ke sekolah untuk suatu keperluan. Setelah beberapa jam, aku merasa bosan, dan teman-temanku mulai berpencar untuk mengerjakan tugas yang lain, sebagian lagi memilih untuk bercengkerama satu sama lain. Lalu mataku menangkap sosok sepeda yang terparkir indah di tepi lapangan, akhirnya aku berjalan ke arah sepeda itu, mencari pemiliknya. Ternyata, sepeda mini itu milik seorang petugas sekolah. Akhirnya, aku pinjam sepeda itu. Dan aku buat bermain bergantian dengan beberapa temanku juga.

Setelah beberapa saat puas berputar-putar di lapangan sekolah. Seorang temanku yang baru tiba, mengajakku untuk menemaninya makan. Akupun menyanggupi dan kita makan di tempat depan sekolah kita. Kita bergoncengan dengan sepeda mini milik pak petugas sekolah itu tadi. Dengan perasaan was-was akhirnya kita bisa menyeberangi jalan besar yang ada di depan sekolah dan sampailah di tempat tujuan. Aye.

Temankupun memesan makanan dan aku masih duduk diatas sepeda mini. Berencana untuk kembali ke dalam sekolah, khawatir kalau pak Petugas akan menunggu sepedanya kembali, namun aku terlalu takut untuk menyeberangi jalan besar itu (-_-)

Tiba-tiba, beberapa pengendara motor memarkirkan dirinya disebelah tempat penjual makanan, hiruk pikuk mulai terdengar. "Ah..! Ternyata mereka..." batinku. Kedatangan mereka, membuatku semakin ingin kembali ke sekolah, ya mereka selalu bisa membuatku takut tanpa alasan yang jelas, apalagi yang satu itu hehehehe. Awalnya, aku sangat tidak menyangka sekali, kalau mereka hari ini juga datang ke sekolah, dari pakaian yang mereka kenakan, aku tau, mereka baru saja berlatih untuk pertandingan besok.

Salah satu dari mereka, berjalan ke arah tempat duduk- yang mana tempat itu dekat dengan tempatku dan sepeda mini pak petugas berpijak. Akhirnya- kuberanikan diri berbicara lebih dulu, aku bertanya, apakah dari mereka ada yang berani mengantarku menyebrang? -- Ternyata, ndak ada yang mau. Boro-boro mau nyebrangin.. Salah satu dari mereka malah.. hmm entahlah, ini mengece apa memuji ya? Yang jelas si salah satu itu bilang "Naik itu lho, baru mbois.." katanya kepada temannya sambil mengacungkan jari ke sepeda mini. Temannya yang berdiri disampingnya hanya tersenyum. Dan aku bingung mau jawab apa, aku masih mencerna kata-katanya dengan baik, mencoba mengartikan, masih bingung menggolongkan kata-kata itu- ke dalam pujian atau sindiran secara halus? Hahaha. 

Akhirnya, dari setengah jalan besar tadi, aku melihat bapak petugas sekolah yang lain, sedang menyebrang, aku memanggilnya putus asa. Tapi akhirnya bapaknya menoleh dan mengayun-ayunkan tangannya ke arahku. Setelah meminta izin kepada temanku, akupun memberanikan diri mengayuh sepeda ke arahnya. Dan akupun berhasil sampai diseberang jalan, tanpa menoleh ke belakang..

Ah! Kalo kamu bisa bangun pagi, 
harusnya kamu sudah sama mboisnya kayak aku :p

No comments:

Post a Comment