Thursday, 13 September 2012

Waiting or awaited?


Menunggu atau ditunggu? 
Hayoo... Kalo kalian misalnya berada diantara dua pilihan itu, mana yang lebih kalian pilih? Menunggu atau ditunggu? Aku yakin, kebanyakan dari kita pasti akan lebih memilih ditunggu, daripada menunggu. Iya nggak hayo? 

Banyak orang bilang, menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan, menjemukan, ngebetein, dan kalo anak ABG bilang sih, paling super bikin galaunya :P Aku juga ngerasa gitu kok, jujur aja sudah berulang kali aku mengalami fase menunggu dalam hidupku, mungkin kalian juga kan? Dan aku jelas banget, gasuka sama yang namanya menunggu. 

Tetapi, setelah, aku memutar otak, beberapa kali. Kalo dipikir-pikir, aku juga nggak suka ditungguin. Rasanya itu kayak ada yang mbeban, kayak ada yang membatasi kita- dan bikin ngga enak hati. Akhirnya banyak hal yang dilakukan dengan tergesa-gesa, atau mungkin dipaksakan. 

Aku punya contoh konkretnya nih. 
Misalnya kita lagi ulangan, terus sebenernya, ulangan kita, secara total- kita belum yakin dan masih pengen bisa mengoreksi, tapi berhubung, kebanyakan dari teman sekelas kita sudah selesai dan keluar. Akhirnya kita jadi keburu-buru, apalagi kalo gurunya ndak sabaran gitu, kan kita nggak enak juga, tinggal sendirian gitu, ditunggu dan diawasin guru, akhirnya kita mempersingkat waktu dan nggak ngoreksi jawaban kita lagi karena merasa kebebani, padahaall.... dalam hati rasanya belum yakin 100%. Nah itu, kalo kita di sisi ditungguin

Sekarang, kalo misal- kita disisi, yang menunggu. 
Sama dalam pengondisian ketika kita lagi ulangan. Bedanya sekarang- kita jadi anak yang sudah selesai ngerjain soal ulangan itu dan kita juga udah merasa yakin dengan jawaban kita, tapi ternyata, masih belum boleh dikumpulin sama gurunya- kita harus nunggu semuanya selesai. Yaudah, akhirnya kita nunggu. Nah, disela-sela kita nunggu itu.. Kita bisa sambil ngecekin ulangan kita lagi, dan menemukan beberapa jawaban yang ternyata itu ndak diteliti, dan membenarkannya. 

Jadi- dari dua kondisi yang aku gambarin tadi, aku mau membuat kesimpulan dan menunjukkan sesuatu kepada kalian. Dari dua kondisi ini kita bisa lihat- ketika kita menjadi orang yang menunggu, ternyata- kita malah bisa dapet lebih banyak hal positif daripada jadi yang ditungguin.. 

Sebenernya, gak cuman dalam kasus ini aja sih. 
Ternyata, menunggu gak seburuk apa yang kita bayangkan, atau seburuk apa yang biasa kita doktrinkan. Secara nggak sadar, dengan menunggu- kita bisa belajar buat bertindak sabar. Dengan menunggu, kita belajar mengalah. Mungkin kalau kita nunggu itu, nanti akan ada saatnya kita bisa dapet yang lebih baik, daripada kalau misal kita gak nunggu. Barangkali, emang ini belum waktunya kita, makanya, kita harus menunggu. Mungkin, ada sesuatu yang mau Allah tunjukin ke kita, diselang kita menunggu... 

Ternyata emang ya, kita harus menganalisa dari berbagai sisi ketika kita akan menilai suatu hal. Kita harus banyak dan lebih sering belajar, apa itu menerima. Kalaupun, kita sudah banyak melakukan sesuatu demi suatu hal, tapi toh, kita gak kunjung dapet, mungkin emang itu belum waktunya, mungkin emang ada hal bagus lain yang Allah mau kasih untuk kita, dan mungkin ada sesuatu yang buruk kalau kita menerima itu sekarang.. Karena, ya, semua apa yang terjadi pada diri kita sekarang ini... Itu semua sudah ada garisnya. Sudah dituliskan sama Allah, karena Dia-lah yang Maha Tahu. Dia-lah yang Maha Berkehendak. Dia-lah yang Maha Esa. Dan sungguh, ratusan kali aku berpikir, bagaimana aku bisa hidup dengan harus berjuang di kehidupanku yang selanjutnya.. darimana asal mulanya langit? Paparan yang dulu semasa aku kecil, rasanya sangat dekat hingga bisa aku gapai, ternyata jauuuh, jauuh membentang ke atas dan kesamping, dan gak bisa dengan segampang itu aku sentuh, kalau nggak ada zat yang Maha Besar dari kita. 

Sudah sesusah apapun kamu berusaha, pasti ada waktunya, usaha-usaha itu akan kembali pada kita dengan membawa sebuah hasil. Entah kita harus menunggu ataupun ditunggu terlebih dahulu, pasti ada waktunya hal itu akhirnya datang buat kita. Menunggu itu memang berat, menunggu itu membosankan, tapi asal ada kepercayaan, keyakinan, keikhlasan, serta rasa percaya kita akan kebesaran-Nya. karena hanya Dia-lah yang akhirnya dapat menentukan. InsyaAllah menunggu itu tidak akan menjadi sia-sia ataupun terasa berat. 

Seperti hukum energi mengatakan, suatu energi positif yang kita keluarkan, pasti akan kembali ke asalnya dengan membawa energi yang positif juga. Dan begitupun sebaliknya- jika kita mengeluarkan energi yang negatif, maka nanti sesuatu yang negatif akan kembali kepada kita. 

But at least, we should try to make something perfect in once, so we don’t have to be waiting yet awaited. And the most important point is- we should stay positive and believe there’s nothing that impossible ;)
Share:

0 komentar:

Post a Comment