Tidakkah Tuhan-mu Maha Sempurna dengan segala penciptaan-Nya. Tuhan ciptakan manusia sedetail mungkin dengan segala kerumitan pola pikir, perasaan, ingatan, dan jutaan saraf yang menghubungkan satu dan lainnya? dari setiap hal-hal kecil tersebut, Allah ciptakan definisi pulang ke haribaan-Nya sehingga menusia menemukan kata “tenang”.
kadang lucu bila dipikir, Allah hadirkan banyak manusia dengan penuh kebaikan, menawarkan rumah dan bersedia memberikan kasih sayang dan usahanya, sepanjang aku ingat, namun, terkadang hati dan waktu tidak tergerak untuk menyambutnya begitu saja, entah apakah itu yang disebut takdir-Nya? hidup tidak sesederhana hitungan pasti matematika, kenapa manusia tidak bisa memilih apa yang terlihat mudah dan di depan mata namun justru berjalan memutari lingkaran tanpa akhir itu? apakah itu namanya benang merah kehidupan yang tidak kasat mata?
manusia dan 1001 perasaannya ini hanya bisa selalu berdoa kepada Tuhan-nya agar sedianya senantiasa menunjukkan pilihan terbaik-Nya, karena yakin yang Allah sandingkan pasti akan menjadi yang terbaik, apapun definisinya. hati ini tidak pernah menggebu-gebu, memaksa, hanya mengharap kebaikan dan segala apa yang baik menurut pengetahuan-Nya. karena kusadari dalam banyak bab hidup, manusia hanya mampu berencana, namun mewujudkan adalah sepenuhnya hak prerogatif Tuhan. Mau semudah apa berjalan lurus kedepan, apabila jalannya harus berlika-liku pada akhirnya jalanan itu yang harus dilalui. at the end of the day, I am just a woman, hanya berharap aku dipersatukan dengan manusia yang menghadirkan tenang dalam hidupku, menyayangiku, menghargaiku, menjagaku dengan sepenuh hati, dan mengusahakanku dalam setiap fase hidupnya, sebagaimana aku selalu menanti, memperjuangkan, dan mendoakannya.
dengan mengucap nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, hidup ini milik-Mu, ya Allah..
tertanda,
hamba-Mu yang berserah.

No comments:
Post a Comment