Wednesday, 8 August 2012

The infinite world


Mimpi. Sebuah dunia dimana ujung dari dunia itu tak terhingga batasnya. Dunia dimana kita bisa bebas mengkreasikan apa yang kita inginkan tanpa ada orang yang bilang setidakmungkin apakah mimpi itu bisa menjadi kenyataan. Dunia dimana kita bisa dekat dengan apa yang kita inginkan.

Bermimpi itu gratis, tak berbayar. Maka dari itulah bermimpilah semau kalian. Mimpikan hal-hal yang tidak mungkin, karena dunia itu memang ada untuk hal-hal yang tidak mungkin. Dunia itu memang untuk menciptakan hal-hal yang tidak mungkin UNTUK MENJADI mungkin. Tanpa dunia mimpi, takkan mungkin ada lampu, telepon, handphone, dan lain-lain dalam dunia ini. Tanpa sebuah mimpi dari seorang Thomas Alfa Edison, kita takkan mungkin bebas melakukan apapun tanpa merasa gelap. Kalo itu dulu, menciptakan sebuah lampu adalah mimpi yang sangat mustahil. Bagaimana tidak? Menciptakan sesuatu yang dapat menghasilkan cahaya? Dengan teknologi dan ketersediaan bahan yang sangat minim, bagaimana bisa? Namun apa nyatanya sekarang? Lampu itu ada. Menghasilkan cahaya diseluruh belahan dunia. Yakan?

Buatku, mimpi adalah tujuan hidup seseorang, yang mengulurkan tangan kepada kita ketika kita sedang terjatuh dalam lubang kegagalan. Bahkan seorang Dahlan Iskan pun hanya memimpikan sepasang satu dalam masa kecilnya, tapi mimpi tersebutlah yang membuatnya untuk tetap semangat dalam menghadapi kemiskinan yang dihadapi keluarganya. Seringkali beliau ikatkan sarungnya kuat-kuat di perutnya ketika lapar yang menusuk-nusuk melandanya. Namun ketika akhirnya mimpi tersebut tercapai, beliau menjadi berani untuk memimpikan hal-hal lain yang lebih besar. Dari yang awalnya hanya bisa mengira bahwa ibunya meninggal karena di santet. Sebab, terakhir kali beliau melihat ibunya sebelum meninggal, ibunya sedang muntah darah dan perutnya membesar.. Hingga akhirnya sekarang, beliau bisa menjadi seorang Menteri BUMN, seorang pemilik Jawa Pos. Lihat kan? Betapa kuatnya kekuatan mimpi itu.

The infinite world, mungkin ini adalah ungkapan yang tepat untuk mimpi, ya mimpi itu tak berbatas. Jadi.. sudah siapkah kamu bermimpi? Dan seberapa siapkah kamu untuk mewujudkannya? Dream | Believe | Create | Succeed :)
Share:

0 komentar:

Post a Comment