13 August 2012

Isn't it getting more selfish?


Bulan Ramadhan sudah memasuki 10hari yang terakhir. Masjid-masjid dan tempat beribadah sudah mulai ramai dikunjungin lagi oleh para muslimin dan muslimah yang sedang mencari dan mengejar pahala dari Allah SWT, yang konon katanya paling gencar diberikan pada hari-hari terakhir ini. Namun disisi lain, tak hanya tempat beribadah yang ramai dikunjungi oleh lautan manusia, toko-toko, mall besar pun juga tak mau kalah ramainya. Memang tak ada yang salah, hal-hal itu manusiawi, dan setiap manusia berhak dan memiliki masing-masing pilihannya. Dan itulah pilihan mereka.

Beberapa hari terakhir, ketika aku datang ke masjid depan rumahku, aku selalu menemukan pemandangan dimana, barisan mukmin laki-laki hanya ada 3 baris. Jauh sekali dari keadaan tahun lalu. Lantas aku berpikir,  "Maklumlah, barisannya hanya ada tiga, mungkin mereka sedang sibuk melakukan sesuatu." 

Akhir-akhir ini, dimataku, dunia telah menjadi terlalu keras dan tidak mengenal waktu. Menggiring manusia menjadi terlena dengan urusan duniawi. Dunia telah menjadi begitu egois, tidak menyisakan waktu untuk kepentingan akhirat. Dunia membebani banyak hal kepada kita untuk diselesaikan. Dunialah yang membuat kita meninggalkan rumah Allah di hari yang penuh ampunan ini.

Seringkali aku merasa begitu lelah. Banyak hal yang harus aku selesaikan di sela-sela perintah agama untuk beribadah. Ingin rasanya aku bisa sungguh-sungguh mendekatkan diri kepada-Nya, tapi tugas-tugas membuatku mengurangi durasinya. Yha, memang tidak bisa disalahkan dan dijadikan alasan. Karena, memang agama juga-lah yang menyuru kita untuk terus menerus mengejar dan memperkaya diri dengan pengetahuan.

Namun, tidak bisakah kehidupan Dunia menjadi adil? Sisakan waktu kami untuk dapat beribadah kepada-Nya. Bertoleransilah kepada kami yang ingin menyembah kepada-Nya? Mengapa kau selalu membuat kami bingung, namun pada akhirnya, tetap kamulah yang kami pilih? Tidak bisakah kau membiarkan kami mengutamakan kepentingan-kepentingan akhirat diatas kepentinganmu? 

Dunia.. Akhirat... Mana yang harus aku utamakan? Mana yang harus aku pilih? Disisi lain, aku tidak ingin tugas-tugasku di dunia terbengkalai, disisi lain, aku tidak ingin terus-menerus menomer duakan kepentingan akhirat. Disisi lain, beban hidup semakin banyak namun waktu yang tersedia tetap hanya 24 jam? Lalu bagaimana aku bisa menjadi arif, ketika kepentingan dunia sudah amat banyak menyita waktuku?

Ya Rabb, Berikanlah aku kemudahan, kekuatan, kelancaran, ketepatan, petunjuk, dan bantuan-Mu dalam mengerjakan tugas-tugasku ya? Senantiasalah tuntun aku di jalan kebenaran, ya Rabb aku mohon ampun  atas dosa-dosa kami. Allahuma amin.

No comments:

Post a Comment