10 October 2012

Gusar



Kali ini, Ami memilih untuk diam. Namun gerak tubuhnya benar-benar bertentangan dengan perasaan tenang yang ingin ia tampakkan, tangannya begitu usik, setiap detik yang terlewat jemarinya akan saling menjentik. Sepertinya Ami sedang begitu gusar. Raut mukanya pucat, kantung matanya tebal, sepertinya ia sudah menangis semalaman. Mungkin, Ami butuh waktu sendiri. Mungkin, Ami sedang ingin mencerna keadaan di sekelilingnya, atau lebih tepatnya, perasaannya sendiri. Dari jauh, aku memandanginya.. Ingin rasanya aku mendekat, dan bertanya, apa yang membuatnya seperti ini? Tapi, aku takut dia akan mengabaikanku.

No comments:

Post a Comment