24 November 2012

Islam and its generousity


Hal yang selalu aku impi-impikan ketika aku sudah bisa mendalami Islam- sedikit- lebih dalam- adalah aku bisa mengajak seseorang lain untuk turut mencintai Islam juga. Mungkin, kalo orang dengan agama lain melihat Islam untuk pertama kalinya, yang terbesit pertama kali oleh mereka adalah Islam merupakan suatu agama yang jadul dan begitu mengekang, padahal sebenarnya, Islam tidak seperti itu. Apalagi dengan banyaknya peristiwa-peristiwa yang memakan korban, yang dihubungkan dengan perintah Jihad yang ada di Islam, serta sering adanya berita-berita tentng perbedaan pendapat dalam sesama muslim,  membuat Islam dinilai sebagai agama yang buruk dimata penganut agama lain.

Padahal, sebenarnya Islam adalah agama yang benar-benar baik kepada penganut agamanya, dan juga orang-orang yang berada di sekitar kita.Islam mengajarkan kepada umatnya tentang berkomunikasi tidak hanya ke satu arah melainkan sekaligus ke empat arah: kepada Sang Pencipta, kepada sesamanya, kepada lingkungan dan sekitarnya, serta kepada diri sendiri juga. Namun, seperti apa kata pepatah, "Tak ada gading yang tak retak", sehingga para Muslimin dan Muslimah juga tak bisa serta-merta dengan ajaran agama yang sudah sempurna ini, bisa menjadi penganut agama yang jauh dari kata salah semua.

Selain itu, 
Banyak pandangan tentang agama Islam adalah agama yang jadul dan mengekang. Mengapa? Mostly, banyak dari mereka yang hanya menjudge dari sisi luar, menilai seperti itu, karena larangan-larangan yang ada di agama Islam. Padahal, sebenernya, larangan-larangan yang diberikan Allah kepada umat Islam, adalah sesuatu demi kebaikan kita. Contohnya: larangan memakan daging babi. Well, banyak orang bilang, daging babi memiliki rasa yang lebih nikmat bila dibandingkan dengan daging sapi/kambing biasanya. Tapi dibalik rasa yang lezat itu, banyak dari kita sudah tahu, kalau di dalam hati babi terdapat cacing pita. Bayangkan saja, bagaimana kalau babi tidak menjadi haram dan kita memakan daging babi setiap hari? Mengerikan bukan?

Then, perintah menutup aurat. Mungkin, penganut agama lain, pernah terbesit perasaan aneh, ketika melihat seorang muslimah yang mengenakan kerudung, atau bahkan cadar. Padahal sebenarnya, Allah menurunkan perintah ini supaya kita sebagai kaum perempuan dan muslimah dapat lebih merasa aman dari gangguan-gangguan sekitar. Allah memerintahkan kita u/ menggunakan penutup aurat supaya kita mudah dibedakan dengan pemeluk agama yang lainnya. Dan, lil bit sharing my own experience, as I'm being a veil so far, wearing a hijab will make you feel more secure than before. And as you're wearing a veil, you won't be just covering your aurat but you will also try to cover your behavior too. It's like you'll feel more shame for doing some things that it shouldn't have been done. It's like you have a-clear-must to not just protect your ownself as a human, but also to protect yourself as a human and muslim/muslimah,  :)

And another example is, a command to do sholat lima waktu tiap harinya. Jujur saja aku miris ketika aku pernah membaca di salah satu media social, ada seseorang yang ngetweet and it sound "Orang bodoh. Mau-maunya tiap hari njedut-njedutin kepalanya ke lantai, Gila?". Oke, if you asking to my heart, it will cry. Bagaimana orang itu bisa berbicara seperti itu, ketika mereka tidak mengerti sama sekali mengenai esesnsi dari sholat sendiri. Bagaimana ketenangan yang bisa didapat ketika kita sedang mendirikan sholat. Menyadarkan diri akan banyaknya dosa yang sudah kita perbuat tiap waktu, sehingga insya Allah, diharapkan ketika kita usai mendirikan sholat, kita mau berusaha berubah menjadi lebih baik. Dan ketika kita mendirikan sholat, and at the same time we're currently have a great problem, you'll remember that you ain't gonna alone to face that, you will always have Allah. Selain itu, dari sumber yang pernah aku baca, katanya gerakan dan waktu dari sholat ini sesungguhnya memiliki manfaat yang baik lho buat tubuh. Selengkapnya: bisa dibuka disini ;)

Last another example, adalah larangan untuk berpacaran dengan yang bukan mukhrimnya. Ya, mungkin inilah larangan yang membuat Islam menjadi agama yang jadul. Secara, jaman sekarang? Masa iya gak boleh pacaran? Wow. Ya mungkin itu petikan kalimat yang pernah terbesit di pikiran beberapa dari kita, atau mungkin diriku sendiri? Haha I'm not kok. Menurutku, sisi baik yang ada pada larangan yang satu ini, dimaksudkan agar kita bisa terlindung dari hal-hal yang tak diinginkan. Karena, ketika kita tidak mencoba membuat tembok perbatasan ketika umur kita belum cukup dewasa, itu akan terlalu bahaya. Ketika kita berada di zona, yang masih suka berpikir labil, tidak berorientasi kedepan, mengikuti egois, hawa, dan nafsu, justru nantinya diri kita sendirilah yang dirugikan (Naudzubillahimindalik.) Lagipula, pacaran dalam Islam itu bukan sepenuhnya dilarang, namun tergantung dari bagaimana niatnya terlebih dahulu. Kalau pacaran disini dimaksudkan hanya untuk mencari kesenangan dan media menuju kemaksiatan, tentu saja tidak diperbolehkan, namun jika pacaran disni digunakan sebagai media taaruf (u/ mengenal lebih dalam satu sama lain), maka diperkenankan- dan tentu saja masih dengan adab-adab tertentu. Sama halnya dengan metamorfosis yang terjadi pada binatang-binatang, setiap hal yang perlu untuk dilewati- semuanya itu memiliki saatnya sendiri-sendiri. Lagipula Islam memang sangat menjunjung umatnya untuk memperkuat ukhuwah satu sama-lain.Sehingga, kita harus tetap menjalani ukhuwah namun tetap pada bata-batas wajar. Apalagi untuk saling berbagi ilmu, pengetahuan, dan informasi, menjalin hubungan dengan sesamamu, itu adalah sesuatu yang baik. Sebenarnya, Allah memerintahkan seperti itu (tidak berpacaran) supaya kita semua terhindar dari zina, karena zina itu letaknya dekat dengan kita, karena zina itu sumbernya berada di dalam diri kita..
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” - (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).
Namun, disisi lain, dari hal-hal yang saya impikan itu, saya sadar, itu bukanlah impian yang mudah untuk diwujudkan, karena agama adalah hak pilihan pribadi masing-masing. Kemana kata hati masing2 dari kita memanggil, kesitulah kita harus berjalan. Namun walau begitu, api impian nggak akan aku padamkan, moreover people say that diversity is something that beautiful, cause it will make something has more color ;]
“..orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.." - Q.S Al-Hujurat ayat 10. ;)

No comments:

Post a Comment