![]() |
| P.S: The more I could strike on that list, the more I want to do something else |
Saya memiliki banyak mimpi yang ingin saya
capai dalam hidup saya. Setiap saat saya menemukan hal baru yang begitu
menginspirasi, saya pun ingin bisa melakukan hal-hal itu. Namun sayangnya, saya selalu berkata “nanti
saya harus bisa jadi gini”, padahal, sampai kapankah ‘nanti’ saya itu ada? Umur
orang kan nggak ada yang tahu.
Saya ingin bisa melakukan itu semua, saya
ingin merealisasikan tujuan hidup saya: menjadi orang yang berguna bagi orang
lain. Tapi satu yang saya tahu, saya belum punya cukup kemampuan dan keberanian.
Teringat percakapan saya dengan bapak saya
pada suatu hari, beliau menanyakan pada saya, apa sebenernya cita-cita saya. Waktu
itu saya masih bingung menjawabnya. Saya hanya bilang, saya gaktau apa
cita-cita saya, saya ingin jadi orang yang berguna. Katanya menjadi berguna
bagi orang banyak adalah sebaik-baiknya seseorang. Lalu bapak saya menimpali, “Memang
kak. Tapi jadi berguna itu harus punya modal. Nggak hanya raga, tapi materi,
teori, keberanian, dan kedudukan. Bayangin, gmana bisa berguna kalau mencukupi
kebutuhan sendiri nggk bisa? Gimana mau berbagi ilmu, kalau ilmu yang dipunya
cuman 1x1=1. Semua juga bisa. Dan menjadi berguna akan semakin mudah kalau kamu
punya kedudukan, bukan untuk menyombongkan diri. Tapi dengan punya kedudukan,
orang akan bisa melihat kamu. Mau mendengarmu.
Dan, saya sangat setuju sama apa yang
bapak saya bilang.
Saya harus bisa memperkaya diri saya
sendiri dulu, baru bisa membagikannya dengan yang lain.
Saya ingin bangun sekolah, kalau gak punya
duit? Apa yang mau dibangun.. Saya pingin bisa membagi ilmu atau memberi ilmu tentang
menjadi sehat, yang blusuk-blusuk ke pedalaman, kalau gak punya duit? Mau
kesana gimana... Kalau ga punya wewenang? Ntr dicap sok pintar dan mal praktek
gimana.. saya ingin keliling dunia, tapi gimana bisa berkeliling kalau alat
kesana nya nggk ada..
Ternyata, bermimpi memang mudah, tapi
merealisasikannya itu butuh perjuangan. NHAH, maka dari itu, jangan malah
membuat diri menjadi putus asa. “Banyak jalan menuju Roma” Jangan pernah
berhenti bermimpi, karena mimpi lah yang menggerakkan kita dalam hidup. Tanpa
mereka, hidup kita akan terhenti. Emangnya, apa lagi yang mau kita kejar? Kan gak
ada, Hayooo. Bermimpilah selagi kita bisa, karena hidup cuman satu kali. Dream
and make it true, biar Allah yang tentukan. Mari kita ikuti aliran air yang sudah Allah
buatkan untuk kita sembari menciptakan gelombang di dalamnya supaya aliran itu
terus mengalir....
Mungkin gagal boleh datang, tapi bermimpi
jangan dihentikan. Lakukan yang terbaik dan percayakan akhirnya kepada yang
Maha Kuasa. Menjadi berlian memang harus di tempa berkali-kali supaya menjadi
indah dan bersinar, begitu jika kita.. Bermimpi
mulai dari yang kecil, maka akan semakin besar yang bisa kita capai.. Bermimpi dari yang duniawi supaya bisa
mencapai surgawi-Nya kelak.. Nggak ada yang sia-sia, nggak ada yang tidak
mungkin, karena tangan Allah begitu panjang dan dimana-mana. .
Semoga mimpi kita dapat selalu menjadi Az
Zariyat yang di ridhoi oleh-Nya dalam hidup kita, Amin ya rabbal alamin. yuk semangat lagi \~o~/
“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu. yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakan dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan kepada Tuhan-mu lah hendaknya kamu berharap” - Q.S Al Insyirah (Kelapangan)

No comments:
Post a Comment