Hi blog, lama tidak berbincang. You have always been a safe space for me, glad I found you since junior high school. Setelah 9 bulan tinggal disini, aku baru tau, ternyata winter blues nyata adanya. Gimana yah rasanya, perlahan semangat dan keteraturan di hidupmu agak berantakan, karena panjang siang dan malam terus berubah-ubah, ditambah disini, langit selalu mendung abu-abu, kebayang nggak sih, tiap bangun lihat langit, dia kelabu. Terlebih ketika kamu hidup sendiri, kebahagiaan datangnya ya dari pikiran sendiri. "yuk semangat yuk" tapi keadaan sekeliling kayak ga mendukung? hahaha
Aku lagi dengerin lagunya Ifan Seventeen yang 'Jangan Paksa Rindu', seketika aku ngerasa sedih. Lagu itu rasanya seperti mewakili perasaanku setiap kali aku suka sama orang, pertama kali, aku jujur tuliskan disini, aku ingin dipilih, dicintai dan diperjuangkan sama seseorang. Sekian tahun, aku selalu merasa ga layak sebagai perempuan, entah karena aku ditinggalkan, tidak dipilih, atau diduakan, dan semuanya sama sakitnya haha. tapi mungkin aku sendiri juga yang selalu menyusahkan diriku? maaf ya kalau aku selalu membuat keputusan yang tidak baik. tapi lagi-lagi, semua yang terjadi di hidupku sudah takdir-Nya bukan? aku hanya perlu belajar ikhlas dan menerima semuanya. Intinya, aku nggak pernah memaksa orang buat tinggal di hidupku, aku belajar salah satu bentuk mencintai adalah melepaskan.
“Aku gak mau sepuluh, dua puluh tahun dari hari ini, aku masih terus-terusan memikirkan orang yg sama. Bingung di antara penyesalan dan penerimaan.”“Karena hati tak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh”
“Carilah orang yang nggak perlu meminta apa-apa, tapi kamu mau memberikan segala-segalanya.”
“Kenangan itu hanya hantu di sudut pikir, selama kita diam selamanya dia tetap jadi hantu, ga akan pernah jadi kenyataan”
“Kadang-kadang langit bisa kelihatan seperti lembar kosong. Padahal sebenarnya tidak. Bintang kamu tetap di sana. Bumi hanya sedang berputar.”
“Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa satu-satu, membawa apa yang tak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu bagaikan gelombang air bisikan itu mengalir, sampai akhirnya berlabuh di hati.”
“Apa yang orang bilang realistis, belum tentu sama dengan apa yang kita pikirin. Ujung-ujungnya kita juga tahu kok, mana yang diri kita sebenernya, mana yang bukan diri kita. Dan kita juga tahu apa yang pengen kita jalani.”
“buat apa dia kembali? buat apa muncul sejenak lalu menghilang lagi nanti?”
“Saya cinta sama kamu. Dari pertama kali kita ketemu, sampai hari ini, saya selalu mencintai kamu. Sampai kapanpun itu saya nggak tahu. Saya nggak melihat cinta ini ada ujungnya..”
“Berhenti berpikir pakai kepala. Secerdas-cerdasnya otak kamu, nggak mungkin bisa dipakai untuk mengerti hati.”
“Hidup ini sudah di atur. Kita hanya melangkah. Sebingung dan sesakit apapun, semua sudah di siapkan bagi kita. Kamu hanya tinggal merasakannya saja. Pada akhirnya tidak ada yang bisa memaksa. Tidak juga janji, atau kesetiaan. Tidak ada. Sekalipun akhirnya dia memilih untuk tetap bersamamu, tapi hatinya tidak bisa di paksa oleh apapun, oleh siapapun…”
“Banyak yang gak ngerti, lalu terluka, dan saling menyalahkan, karena itu aku takut bicara tentang hati, maka kutuliskan saja, lalu kusimpan, dan mungkin kukirimkan ke.. entah kemana.”
“Tidak akan ada masa depan bila tidak ada masa lalu. Pengkhianat terbesar adalah harapan kosong. Kenyataan terpahit adalah kenyataan yang tak setinggi harapan itu.”
“Mungkin memang harus begini, mungkin harus ini jalannya, meski semua kelihatan baik baik saja, aku merasa tersesat.”
“Kepala kamu akan selalu berpikir menggunakan pola “harusnya,” tapi yang namanya hati selalu punya aturannya sendiri.”
“Ada saatnya cinta harus dilepas, tidak digenggam dengan begitu erat. Bahwa ada saatnya kita tidak perlu berlari, tapi berhenti, melihat sekeliling. dan tersenyum.”
“Bersama kamu, aku tidak takut lagi menjadi pemimpi. Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat. Segala sesuatunya ada. Segala sesuatunya benar. Dan bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.”
“carilah orang yang dapat memberikanmu segalanya tanpa kamu harus meminta”
“Menjadi diri sendiri itu memang yang paling enak.”
“Menyerah dan realistis itu beda tipis.”
“Hati itu dipilih, bukan memilih. Jatuh cintalah pelan-pelan, jangan sekaligus.”
“Di mana pun kamu, semoga pesan ini sampai. Meski tanpa perahu. Aku sangat kehilangan kamu.”
“Hampa harusnya berarti tidak apa-apa. Tidak apa-apa harusnya tidak ada masalah. Termasuk sakit hati?”
“aku pasrah nus, seperti semua perahu kertas yang selama ini aku layarin, dia gak akan pernah tau bakal mengalir kemana.”
“Neptunus, semua nelayan yang sedang mencari arah akan diberi petunjuk oleh bintang di langit. Semoga dia menemukan bintangnya dan kembali menemukan jalan pulang”
“Maybe that’s all that we need is to meet in the middle of impossibilities. Standing at opposite poles, equal partners in a mystery.”
“Ketika sampai di titik ini, kamu bakal ngerti kok. Untuk sekarang, kamu nikmati aja dulu mimpi-mimpi kamu itu.”
“Aku harus bisa mandiri, punya penghasilan yang jelas, baru setelah itu… TER-SE-RAH. Aku gak tau kamu selama ini di planet mana, tapi di planet yang bernama Realitas ini, aturannya ya begitu.”
“Jalan kita mungkin berputar, tapi suatu saat, entah kapan, kita punya kesempatan jadi diri kita sendiri.”
“sekarang, saat ini saja, untuk beberapa detik saja, aku ingin bersikap egois. aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal usul latar belakangku. tanpa beban, tuntutan, ataupun harapan, aku ingin mengaku. Aku mencintaimu”
“seperti layaknya sebuah hati mengharap bahagia, hatikupun seperti itu”
“Merasa tertampar oleh kenyataan. Seakan hidup terus-terusan ingin mengingatkannya bahwa ada sekat antara mereka berdua yang tak ditembus. Dan ia hanya bisa menerima dan mengikhlaskannya. Hati mereka telah memilih.”

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)



