Friday, 19 July 2013

Dreamer of the dreams

P.S: The more I could strike on that list, the more I want to do something else
Saya memiliki banyak mimpi yang ingin saya capai dalam hidup saya. Setiap saat saya menemukan hal baru yang begitu menginspirasi, saya pun ingin bisa melakukan hal-hal itu.  Namun sayangnya, saya selalu berkata “nanti saya harus bisa jadi gini”, padahal, sampai kapankah ‘nanti’ saya itu ada? Umur orang kan nggak ada yang tahu.

Saya ingin bisa melakukan itu semua, saya ingin merealisasikan tujuan hidup saya: menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Tapi satu yang saya tahu, saya belum punya cukup kemampuan dan keberanian.

Teringat percakapan saya dengan bapak saya pada suatu hari, beliau menanyakan pada saya, apa sebenernya cita-cita saya. Waktu itu saya masih bingung menjawabnya. Saya hanya bilang, saya gaktau apa cita-cita saya, saya ingin jadi orang yang berguna. Katanya menjadi berguna bagi orang banyak adalah sebaik-baiknya seseorang. Lalu bapak saya menimpali, “Memang kak. Tapi jadi berguna itu harus punya modal. Nggak hanya raga, tapi materi, teori, keberanian, dan kedudukan. Bayangin, gmana bisa berguna kalau mencukupi kebutuhan sendiri nggk bisa? Gimana mau berbagi ilmu, kalau ilmu yang dipunya cuman 1x1=1. Semua juga bisa. Dan menjadi berguna akan semakin mudah kalau kamu punya kedudukan, bukan untuk menyombongkan diri. Tapi dengan punya kedudukan, orang akan bisa melihat kamu. Mau mendengarmu.

Dan, saya sangat setuju sama apa yang bapak saya bilang.

Saya harus bisa memperkaya diri saya sendiri dulu, baru bisa membagikannya dengan yang lain.

Saya ingin bangun sekolah, kalau gak punya duit? Apa yang mau dibangun.. Saya pingin bisa membagi ilmu atau memberi ilmu tentang menjadi sehat, yang blusuk-blusuk ke pedalaman, kalau gak punya duit? Mau kesana gimana... Kalau ga punya wewenang? Ntr dicap sok pintar dan mal praktek gimana.. saya ingin keliling dunia, tapi gimana bisa berkeliling kalau alat kesana nya nggk ada..

Ternyata, bermimpi memang mudah, tapi merealisasikannya itu butuh perjuangan. NHAH, maka dari itu, jangan malah membuat diri menjadi putus asa. “Banyak jalan menuju Roma” Jangan pernah berhenti bermimpi, karena mimpi lah yang menggerakkan kita dalam hidup. Tanpa mereka, hidup kita akan terhenti. Emangnya, apa lagi yang mau kita kejar? Kan gak ada, Hayooo. Bermimpilah selagi kita bisa, karena hidup cuman satu kali. Dream and make it true, biar Allah yang tentukan.  Mari kita ikuti aliran air yang sudah Allah buatkan untuk kita sembari menciptakan gelombang di dalamnya supaya aliran itu terus mengalir....

Mungkin gagal boleh datang, tapi bermimpi jangan dihentikan. Lakukan yang terbaik dan percayakan akhirnya kepada yang Maha Kuasa. Menjadi berlian memang harus di tempa berkali-kali supaya menjadi indah dan bersinar, begitu jika kita..  Bermimpi mulai dari yang kecil, maka akan semakin besar yang bisa kita capai..  Bermimpi dari yang duniawi supaya bisa mencapai surgawi-Nya kelak.. Nggak ada yang sia-sia, nggak ada yang tidak mungkin, karena tangan Allah begitu panjang dan dimana-mana. .

Semoga mimpi kita dapat selalu menjadi Az Zariyat yang di ridhoi oleh-Nya dalam hidup kita, Amin ya rabbal alamin. yuk semangat lagi \~o~/

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu? Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu. yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakan dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan kepada Tuhan-mu lah hendaknya kamu berharap” - Q.S Al  Insyirah (Kelapangan)


Share:

0 komentar:

Post a Comment