1 September 2013

Terima kasih banyak, GERIGI ITS 2013

Kalimat pertama yang ingin saya ucapkan buat GERIGI ITS 2013 adalah “Terima Kasih”. Kenapa terima kasih? Ya, terima kasih atas kesempatan yang sudah diberikan oleh kakak-kakak senior kepada saya sebagai MABA, sehingga saya bisa lebih mengenal dan menjadi bangga menjadi bagian dari ITS ini. Terima kasih, karena sudah memberi kesempatan kepada saya untuk bertemu dan kenal dengan teman-teman baru dari berbagai daerah dan macam budayanya, memberi tugas-tugas yang pada akhirnya dapat membuat kami akrab dalam waktu yang singkat. Terima kasih karena sudah memberi saya kesempatan bertemu dengan pemateri-pemateri yang luar biasa dan begitu menginspirasi dari segi individu maupun materi yang mereka berikan kepada kami. Terima kasih juga kepada kakak-kakak panitia, khususnya SC, OC, IC kelompok saya yang sudah berbaik hati membimbing selama 3 hari. Dan tak lupa, terima kasih juga buat konsumsinya Kak..wehehehe..

Teringat dua hari sebelum GERIGI, sampai sore saya belum tahu komunal dan kelompok saya, sehabis sholat Ashar saya dengan teman jurusan berkerumun menanti pengumuman di blog Gerigi. Dan yak, akhirnya sudah keluar. Seketika kami semua mencar mencari tujuan masing-masing, dan ye akhirnya saya menemukan. Waktu itu, saya agak takut bakal susah adaptasi soalnya baru gabung, sampai akhirnya saya berhasil kenalan, yang pertama dengan Apris, asli Rembang dan Lila, asli Surabaya hohoho. Waktu itu kelompok saya sedang membicarakan tentang show off, yel-yel, dan papan kelompok. Sampai nyaris Magribh, akhirnya tugas sudah terbagi. Besoknya, saya, Ica, Mira, dan Juno, sepakat untuk membuat papan kelompok di rumah saya, karena area ITS yang harus steril. Saya juga masih ingat, waktu itu banyak teman-teman lain yang sampai-sampai menggunakan lahan pembatas jalan di sekitar Kertajaya untuk menyelesaikan tugas GERIGI. Sorenya, kami bergabung dengan teman-teman lain untuk latihan show off  kelompok. Dilanjut dengan latihan show off komunal, yang kira-kira sampai jam 10 malam. Seru, rame-rame di area ITS, latihan gerakan flash mob bareng dan kesana kemari beli bahan-bahan.

Besoknya, pembukaan GERIGI di taman Alumni. Lautan biru dibawah terik matahari jam 2  siang dan diantara pergerakan debu, kepanasan bareng-bareng, teriakin VIVAT bareng-bareng. Bisa bayangin para MABA cowok yang harus digundul 0.5 cm dan gak ada peringatan buat bawa topi atau sejenisnya, hahahaha. Bahkan air di dalam tas kayaknya bisa buat bikin pop mie tuh. Hari itu, mulainya GERIGI ditandai dengan pemukulan gong oleh Bapak Rektor. Setelah acara pembukaan, kami dibawa ke tempat komunal masing-masing. Waktu itu komunal 5 dapat tempat dibelakang rektorat. Disana, kami dikenalkan dengan kakak-kakak SC,OC, IC kelompok masing-masing, ada mas Ridho, mas Niko, mas Ari, sama mbak Desy.  Setelah itu, kami mengerjakan pre-test dari senior dalam waktu singkat, kami juga dapat materi mengenai Peran, Fungsi, Mahasiswa yang disampaikan  dengan gambar lalu diberi penjelasan, waktu itu yang njelasin mas Niko dan mas Ari. Peran Fungsi Mahasiswa itu ada sebagai social control, agent of change, iron stock, dan moral force.

Hari kedua GERIGI lebih banyak diisi dengan materi, perang yel-yel, dan show off kelompok. Oiya, di hari kedua juga komunal 5 dapat jatah bawa kacang rebus hahaha. Show off kelompok yang berkesan buat saya itu yang pantomim, saya lupa kelompok berapa, cukup menghibur. Kalo gak salah inget, materi pertama itu tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu meliputi Pendidikan/Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian.  Terus, materi Pergerakan Mahasiswa, kalau gak salah nama pematerinya Mas Rudy, lumayan nambah wawasan tentang sejarah pergerakan mahasiswa, yang masih saya ingat dari quote yang dibacain sama mas Rudy itu, mahasiswa adalah “Happy selected few” karena ga semua orang bisa menjadi mahasiswa. Setelah diberi materi, kelompok Mataram dibagi menjadi dua tim debat, satu pro, satunya lagi kontra. Apa ya yang didebatin? Oooh, pokoknya tentang unjuk rasa mahasiswa yang anarkis. Oiya, di akhir materi yang disampaikan mas Rudy juga membacakan sebuah puisi dan ngajak kita foto. Setelah itu, ISHOMA yeyeye. Habis Ishoma, kita dapat materi MUBES IV. Waaah, saya lupa nama pematerinya. Masnya itu penggemar Chelsea pokoknya, masnya ini enak banget kalau jelasin materi, kayaknya sudah paham banget gitu. Dari materi MUBES IV, saya jadi lebih mengenal tentang kedudukan ormawa di ITS. Ternyata, kalau mau ngadain MUBES itu bukan hal yang mudah. Butuh biaya dan waktu yang nggak sedikit. Mubes itu harfiahnya dilakukan setiap 4 tahun sekali dan MUBES IV sendiri terlaksana di tahun 2011, berarti seharusnya akan ada MUBES V di tahun 2015, yang mana kami para MABA yang akan menjadi perannya, maka dari itu kami diberi materi ini. Setelah dapat materi, kita main game, kayak BINGO gitu, dan lagi-lagi Mataram dibelah menjadi dua. Setelah materi MUBES, ada materi keilmiahan. Setelah dijelaskan sedikit mengenai keilmiahan, kita dibagi jadi 4 kelompok kecil untuk mendiskusikan mengenai masalah sampah dan solusi nyatanya. Oh iya, mbak pematerinya ini baik banget lhoo, setiap ada yang menjawab pertanyaan, pasti diberi permen. Materi terakhir mengenai prestasi ITS kalau gak salah ingat. Oh iya, Mas pematerinya ini ‘inspiring’  banget dan kelihatan kalau beliau ini adalah seseorang yang cerdas. Dari CV yang dibacakan, ternyata beliau adalah mahasiswa fast track di Jerman dan emang kelihatan dari logat bicaranya yang sudah berbeda. Prestasi ITS itu sudah luar biasa, semoga kelak bisa menambah deretan prestasi atas nama ITS, aamiin. Materi yang paling membekas buat saya dari beliau adalah ketika beliau menunjukkan dua gambar yang sama-sama menuju ke titik ‘kesuksesan’ namun memiliki lintasan yang berbeda. Yang satu. Gambar garisnya penuh liku dan naik-turun, sedangkan yang satunya merupakan garis progresif langsung menuju titik kesuksesan. Kemudian beliau menjelaskan “Banyak orang yang menilai kesuksesan kita seperti di gambar kedua, lurus, enak, mudah. Padahal sebenarnya, ketika kita menuju sukses itu, banyak hal yang harus dilalui sama seperti gambar pertama. Penuh kerja keras, pengorbanan, dan perjuangan.” Satu kata, ‘Waaaaaah.’ Setelah materi selesai, kami diberi post test yang isinya sama seperti saat pre test kemarin. Setelah itu, kami diberi penugasan dan boleh pulang.

 Hari terakhir GERIGI. Diawali dengan materi wawasan kebangsaan yang dijelaskan dengan sebuah gambar juga. Waktu itu, kita disuruh mendiskusikan mengenai Indonesia yang akan menghadapi CAFTA di tahun 2015. Lagi-lagi, kami dibagi menjadi beberapa kelompok, kemudian presentasi satu-satu mengenai hasil diskusi kami. Materi selanjutnya, mengenai karakter mahasiswa ITS, yang disampaikan oleh mas Ari. Enak, cuacanya masih bersahabat, agak nyantai juga, dan bisa update status sekalian, hahaha. Terus, setelah dapet materi, kita ditunjukkin tiga gambar mahasiswa, ada yang pegang bola, ada yang sibuk pegang tabung reaksi kimia, dan ada yang lagi orasi. Terus, mas Niko jelasin, kita harus bisa milih, kita mau jadi mahasiswa yang konsen kemana, jadi organisatoris kah? Scientist kah? Atau yang aktif di LMB? Supaya jelas dan bisa maksimal kedepannya. Sesudahnya materi, kami diarak menuju taman alumni. Tapi sebelumnya berhenti dulu di depan rektorat dan bersua dengan komunal lain. Dan sempet terjadi adu yel-yel komunal hahaha.

Setelah sempat menunggu, akhirnya masuklah lagi ke Taman Alumni. Tapi kali ini dengan pemandangan yang berbeda dengan hari pembukaan. Tampak payung, sarung, dan warna-warni topi menghiasi tengah lapangan. Kayak lagi mau ada konser gitu. Kegiatan hari terakhir di Taman Alumni susah dijelasin. Ada show off komunal, ada simulasi total, ada tanda tangan bareng di kain putih, ada orasi dari masing-masing perwakilan komunal, ada juga penampilan dari UKM tari dan musik. Lagi-lagi, memanggang diri rame-rame di lapangan tapi kali ini lumayan lah ada persiapan beberapa alat pelindung, kalau katanya anak-anak cowok sih, matahari jaraknya cuman sejengkal dari kepala, hahaha. Hari terakhir rasanya lebih deket sama teman-teman satu kelompok. Jalan bareng-bareng ke masjid, makan, naik-naik pager, sholat, bercandaan, flash mob’an, nggodain temen yang (kayaknya) kena cinlok, terus juga nyanyi totalitas perjuangan, semuanya bareng-bareng. Huaaaah a worth new experience banget lah, GERIGI itu. Sukses sudah mengintegralistikan para MABA 2013. Semoga tahun depan bisa semakin baik lagi pelaksanaannya, aamiin.

VIVAAAAT! HIDUP ITS! HIDUP ITS! HIDUP ITS! HIDUP MAHASISWA! HIDUP RAKYAT INDONESIA! GERIGI ITS! BERSAMA, BERSINERGI, JAYA ALMAMATERKU!

No comments:

Post a Comment