3 May 2014

Dear Allah,

made it this afternoon


".......
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing You again oh no
Once again
......"


hmm, have you ever felt like...somehow - you're far from Allah? Iyaa, Allah itu emang selalu ada dan memantau kita dari Arsy-Nya. Tapi, kitanya gitu yang lagi ngejauh dari-Nya. I've felt it, many times.  Dan ketika kondisi seperti itu datang, rasanya seperti ada bagian dari dalam diri saya yang kurang. Seperti apa yang sedang sayajalanin itu kurang bermakna, kurang berbobot, kurang berlandasan, dan sama sekali tidak bertujuan. And it doesn't feel good at all..

Saya juga gaktau kenapa this kind of situation masih bisa datang, padahal saya tau sendiri kalo saya sedang berada pada situasi seperti ini, itu akan membuat saya merasa gak benar, sedih, dan paint a deeply hole dalam hati saya. It impacts me a lot, sort of:
  •  ibadah saya kurang berkualitas. Sudah sholat, doa, mengaji, dan setelahnya, yaudah bless... balik lagi ngerasa, awang-awang
  •  apa yang saya kerjain itu, gatau mau diarahkan kemana. Seperti, iya saya tau, saya habis ini harus ngerjakan tugas, makan, tidur, pergi, dan lain-lain. Tetapi dalam benak saya, saya bertanya-tanya, "ini buat apa sih sebenernya?" 
  •  saya merasa menjadi manusia paling berdosa,tapi saya gak mau melakukan perbaikan untuk hal itu. Tetep aja, ibadah saya jalanin sekedar sarana untuk nggugurin kewajiban. 
  •  dan masih banyak hal mengganjal lain yang bikin saya trapped dalam keadaan emosional yang kurang baik. Uring-uringan, diem, atau melongo aja.  padahal sebenernya saya cuman lagi ngerasain lelah sama ramainya dunia.

Dan sadly, setiap bulan saya harus mengalami fase ini. Since, I'm already baligh. I should through a period when i can't connect with Allah intensely. Ibadahku menjadi terbatas. Dan akhirnya, poin pertama yang aku ceritakan terjadi dan terulang kembali dalam diri saya :-(

Ya saya sendiri sangat menyadari kalo saya ini masih jauh dari kata baik dan sempurna. karena, memang kan kesempurnaan hanya milik Allah SWT seorang. Dan ya seperti ini lah.. saya juga bisa tergoda dengan buaian dan keindahan dunia yang padahal sifatnya hanyalah ilusi dan sementara. Menomor sekiankan kepentingan agama dibawah kepentingan lain.

Menurut saya, memang kesadaran akan pentingnya untuk "berkoneksi" dengan Sang Pencipta itu timbul dari dorongan naluri dalam diri kita sendiri, kalau ya memang kita butuh Dia untuk menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah. kalau ya memang kita butuh uluran tangan-Nya untuk dapat menjalani hidup kita dengan baik. Dan membangun koneksi itu kadang bukanlah hal yang mudah ketika kita sudah terpaut dengan jarak. dianalogikan sebuah koneksi (sinyal) hape, ketika kita sedang berada jauh dari pancaran sinyal tentu sinyal kita akan menjadi lemah, buruk, atau malah  tiada kan? namun berbeda lagi apabila kita berada didekat kawasan pancaran sumber sinyalnya, tentu status sinyal di hape kita akan menjadi bagus dan kecepatan koneksinya menjadi cepat. Dan menurut saya seperti itu juga sistim kerja koneksi kita dengan Tuhan kita.

Bila kita sudah berada dekat dengan Sumber kita, tentu kita akan merasakan betapa cepat sinyalnya dapat dimanfaatkan. Ketenangan, kualitas ibadah dan lain-lain. Oleh karena itulah, kita harus memaintain koneksi itu agar selalu baik.. dengan tidak meninggalkan ibadah yang Allah perintahkan kepada kita.

Dari sebuah tulisan yang pernah saya baca.
"Ketika kita berjalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah akan berlari untuk mendekati kita" Subhanallah, in shaa Allah, aamiin

and yes, God, I'm missing You again.

No comments:

Post a Comment