Thursday, 20 August 2015

/ R u m a h /


Seperti rumah yang menjadi semakin rumah ketika ditinggalkan. Begitulah cinta, menjadi semakin cinta sesudah hilang. 
Selalu ada cerita dan ilmu baru ketika kita kembali ke rumah dari sebuah perjalanan jauh keluar. Setelah perjalanan keluar mencari ilmu, selalu ada waktu kembali mengabdi untuk rumah. tempat darimana kita berasal dan tempat kemana seharusnya kita pulang dan kembali. Ngga bisa dipungkiri, rumah adalah tempat ternyaman. Tempat kita tidak merasa asing dan jauh lebih terasa akrab dengannya. 

“Satu darah Manyar, hijaukan sanubari untuk ibu pertiwi, jadikan kontribusi menjadi harga mati..” semoga potongan kata dari sebuah ikrar dapat terus menjadi pengingat di kala lelah mulai memberatkan langkah dan pertanyaan untuk apa semua ini dikerjakan bahwasanya terjawab oleh kata-kata tersebut. Kalau kata senior, “tiada kata berhenti untuk membangun kampus manyar”. Semangat teman-teman, perjalanan panjang di rumah kita baru dimulai. Semoga dapat menjadi pemimpin yang amanah. Mari bangun rumah kita bersama :)

Aamiin ya rabbal alamin.

EKSKAVATOR? #galiekspresi, #penuhaksi
Share:

0 komentar:

Post a Comment