1 April 2016

Malam yang tenang..


Di minggu-minggu sibuk kegiatan di kampus, hampir setiap hari aku pulang di atas jam 10 malam. Dan ada sensasi tersendiri waktu melewati jalanan pulang. Perjalanan dari kampus ke rumahku melewati beberapa lahan kosong yang terisi oleh rumput-rumput baik yang tinggi maupun yang normal-normal saja. Ketika sudah malam, lalu lintas di jalan-jalan tersebut sudah tak ramai lagi. Kadang, di musim hujan seperti sekarang ini, sepanjang jalan rasanya menyibak kabut tipis di kota Surabaya... sembari membau bau tanah akibat pertemuan dengan air-air, atau orang-orang biasanya menyebutnya petrichor. Kadang juga, ada bau bakar-bakar dari area permukiman di sekitar jalan yang aku lewati dengan iringan bunyi belalang, jangkrik, dan teman-temannya itu. Entah kenapa, suasana seperti ini mengingatkanku akan masa kecilku. Dulu hampir setiap minggu, aku menghabiskan akhir pekan atau hari libur bersama ayah, ibu, kakak, dan adik berpergian ke luar kota. Dulu kami sangat senang berpetualang, Keliling pulau dari ujung timur Pulau Jawa sampai ke ujung baratnya.. dan juga tetangga-tetangganya. :p Dan rasanya masa-masa itu sudah lama berlalu..

Aku rindu suasana desa atau tempat-tempat menenangkan yang pernah aku kunjungi. Aku rindu saat-saat mandi di sungai di bawah air terjun di pinggiran rumah budheku. Aku rindu menyisiri pasir pantai sambil melihat gelombang airnya menabrak-nabrak kakiku. Aku rindu membuka kaca jendela mobil sambil mengayun-ayunkan tangan bersama adik dan kakakku ketika perjalanan naik ke puncak. Aku rindu berfoto bersama dengan kamera di tempat-tempat itu lalu pergi ke tempat cetak foto dan menyimpannya bersama-sama dengan ibu di album foto. Aku rindu makan tebu bersama-sama saudaraku di desa. Bersepeda dan makan udang di gubuk di sawah. Menyetir becak, walaupun berat. Bermain gobak sodor, boy-boyan, menumpuk sendal lalu melemparnya dan kejar-kejaran pakai sekuter seusai shalat berjamaah Subuh di masjid. Dan masih banyak lainnya...

Otak, hati, dan perasaan adalah harta karun termahal yang dimiliki manusia sepanjang hidupnya. Seperti kepingan film yang tertata dalam kotak-kotak tertentu sesuai batasan yang kita buat. Yang karena hal kecil, tiba-tiba film itu bisa berputar.. Membawa perasaan tersendiri saat melihatnya..

Kadang, aku tiba di suatu titik, dimana aku merasa "hampa". Seperti aku berpikir sudah berapa lama waktu berlalu, kemana perginya saat-saat tertentu dalam hidupku itu. Sudah banyak kesedihan, kesenangan, tawa, haru, dan jutaan macam rasa lainnya yang pernah aku rasakan, sampai kadang aku bingung bagaimana harus memaknai mereka lagi. Memang tidak ada yang abadi dalam hidup ini. Semuanya dapat berubah kapanpun itu.

Sering aku bertanya-tanya, adakah yang dapat aku percaya selain diri-Nya?
Kadang aku terlalu takut untuk percaya dan kehilangan, sehingga aku bersiap-siap dan membatasi diriku sendiri. Tetapi kadang rasanya lelah harus terus mematahkan apa yang sebenarnya aku rasa hanya karena pemikiran rasional dan logikaku , Yaa, mungkin aku bodoh dan penakut . Mungkin aku hanya perlu membuktikan bahwa pemikiranku ini salah ... 

Perjalanan bukan hanya tentang seberapa jauh kaki ini sudah melangkah ataupun berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk menempuhnya... Namun, perjalanan adalah bagaimana perasaan kita juga turut berpindah seiring perjalanan itu.. Dan, seberapa banyak pemikiran kita berubah dan dewasa dalam memaknai kejadian-kejadian di dalamnya...

Salam rindu dari serpihan cerita masa lalu kalian.
Semoga kalian semua selalu dalam lindung-Nya...

No comments:

Post a Comment