Hallo, semua! Aku kembali lagi! Hehe
Oh iya, sebelumnya, mau ngucapin selamat tahun baru semua! Wah gilaa sih, kita udah melewati 2,5 dekada guys! Tua gasih? iya lah. Tahun baru kali ini, berbeda dari sebelumnya loh, gimana enggak, beberapa tahun belakangan ini, aku cuma tidur doang di kamar. Bangun-bangun cuma kayak "oh tahun nya udah ganti ya?" udah gitu aja. Kalo dulu pas masi jaman-jaman sekolah, aku masih rajin, bikin resolusi-resolusi trs aku pasang di meja belajar gitu. Dan lucunya, kalo aku lihat lagi, alhamdulillah... banyak loh yg sudah terwujud sampe di tahun sekarang ini.
Nah, oke kembali ke poinnya! Jadi apa yg beda? hehe.
Tahun ini, aku ngabisin malam tahun baru dengan naik perbukitan sama empat teman kantorku. Kita pilih buat naek bukit Watu Jengger di Mojokerto, mengingat aku masih pemula. Di tengah-tengah perjalanan dalam gelap itu, diem-diem aku merenungkan banyak hal.
Jadi, malem itu, kita jalan, bener-bener di dalem pepohonan gelap, gatau kondisi sekitar, dan waktu perjalanan naik itu, cuma ada rombongan kita. Ditengah jalan, ketemu anjing lah, ketemu jalan yang susah (licin, lengket, dan sejenisnya). Tapi, waktu hari mulai terang dan kita udah sampe ditempat yang lebih tinggi, ada perasaan lega dalem hati, lalu juga sebuah rasa syukur karena ternyata aku bisa juga sampe di atas (meskipun ga seberapa).
Intinya, aku sangat bersyukur hari itu aku tau gimana rasanya naik gunung, aku sangat bersyukur hari itu aku naik sama temen-temen, mas, mbak, yang sangat baik. Mengingat aku anaknya adalah introvert, jadi kadang bisa tiba-tiba ngerasa gak nyaman aja gitu, tp jujur huhu terharu. Ternyata, perjalanan naik gunung itu, bener-bener perjalanan memahami diri sendiri ya. Perjalanan untuk belajar mengalahkan ego dalam diri kita, perjalanan untuk nggak mudah menyerah, perjalanan yang intinya penuh makna kalau kita bisa memetik arti setiap jejak yang kita buat saat itu. Bukan cuma nginget rasa lelahnya, nggak nyamannya, ataupun jauhnya jarak yang harus kita lewati.
Perjalanan hari itu adalah gambaran kecil tentang hidup ini. Kadang kita gaktau apa yang harus kita lewatin dalam hari-hari di hidup kita, kita gak tau hambatan apa yang ada di depan, kita gaktau konsekuensi apa dari setiap pilihan yang kita buat, yang mana kita pasti berharap akan ada hal baik di depan sana. Tapi ya itulah hidup, indah dengan segala ke abu-abu annya. Gakada yang seratus persen baik bahagia ataupun menyenangkan begitu juga tidak ada seratus persen sedih mengecewakan ataupun menyakitkan. Layaknya, pemandangan indah yang bisa kita lihat ketika sampai di puncak yang juga sebenarnya diiringi dengan rasa lelah dan ketidaknyamanan yang kita terima di waktu yang bersama-an.
Terima kasih kepada Sang Sutradara Hidup yang masih memberikan kesempatan untuk bernafas sampai hari ini. Sungguh, Tuhan, Engkau lah yang Maha Mengetahui begitu juga mengetahui apa doa-doaku untuk tahun-tahun ke depan, begitu juga doa setiap insan-Mu. Semoga aku mampu senantiasa menjadi hamba yang menjaga perintahMu dan menjauhi laranganMu. Semoga aku mampu menjadi hamba yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Di tahun ke-25 ku ini, salah satunya, aku berdoa, agar aku dipertemukan dengan muara-ku. Minta doanya ya temen-temen..
Terima kasih 2019 untuk segala pengalaman, pembelajaran, dan kenangannya. 💛
Salam rindu,
R.
No comments:
Post a Comment