7.5.20

Minimalism

pic courtesy: google.

Hehe, ini adalah salah satu topik menarik yang baru aku bener-bener pelajari di tahun 2020. Jadi ceritanya, waktu itu aku dengerin salah satu podcast nya Raditya Dika sama Mbak Wina Hananto (seorang financial planner) yang tentu aja topiknya tentang keuangan. It's worth the half and  hour of mine. So, let's just jump into the topic, minimalism.

Jadi, sebenernya minimalism adalah sebuah pengembangan dari gaya hidup sederhana. Dan pesan yang dibawa sama minimalism adalah live more with less. Menurutku, penting banget buat menanamkan nilai-nilai itu apalagi di dunia serba digital kayak sekarang. Dimana mengakses segala sesuatu itu sangat-mudah-sekali, salah satunya adalah berbelanja online. Dan jujur aja, aku juga salah satu korbannya. Stay at the social media nowadays are so tempting. Kita tahu sendiri ada berapa banyak influencer yang bisa setiap jamnya menawarkan barang-barang untuk dibeli. Kadang hidup emang seklise itu sih, disatu sisi itu adalah cara mereka mencari uang, di sisi lain juga mereka udah ngebantu usaha seseorang, yang juga berarti ngebantu perkembangan ekonomi- yang mana itu penting juga. Selain itu, dengan mengakses internet tiap hari, kita bisa lihat betapa banyak iklan yang berseliweran yang isinya promo-promo atau diskon-diskon. 

Jadi intinya, emang zamannya yang udah berubah. Dan itulah tantangannya dan kenapa mindset untuk hidup minimalis itu esensial juga buat kita tanemin. Dan dari survey singkat ke temen-temen sekitarku, sebenernya lebih mudah buat ngejalanin minimalism buat cowo-cowo dibandingin oleh cewek-cewek. Percaya gak percaya, silahkan tanyakan ke diri kalian sendiri, girls! hahaha

Kalo kalian pengen coba juga buat hidup minimalis. Hal pertama paling penting yang perlu kalian lakukan menurutku adalah cari tujuan utama kalian untuk menerapkan gaya hidup ini. Karena, godaan nya banyak banget bok. Dan yang kalian harus inget, aku yakin proses buat jadi orang yang minimalis itu ngga bisa instan. Karena kalian akan merubah mindset dan gaya hidup kalian. Apalagi kalo case nya adalah kalian sama sekali gapunya financial issues kayak makin susah buat menggali urgensi nya kalian buat jadi minimalis. Karena menurutku, impact paling besar dari menganut gaya hidup ini adalah ke sisi keuangan sih. Tapi sebenernya gak itu doang! 

In my opinion, nantinya salah satu goals dr hidup minimalis adalah kita bisa sehat secara mental diantara perkembangan dunia saat ini. Maksudnya?

Sederhananya, di sosmed, kita bisa dengan sangat mudah ngelihat status kehidupan seseorang. Ya gak sih? Gaya hidupnya, barang-barangnya, kehidupan sosialnya, kondisi ekonominya. Yang kalo kita bukan tipe orang yang bodo amat, kita bisa dengan mudah banget ngerasa minder akan apa yang kita punya. Karena kita bisa dengan mudah juga buat ngebandingin hidup orang sama hidup kita. 

Sekarang, udah jalan 2 bulan aku melatih diriku biar bisa jadi orang yang minimalis. HAHAHA dan asli susah bangetttt :') Apalagi kalo ada diskon-diskon gitu, kadang masih pingin. :') Nah, aku pengen share gimana perjalananku buat jadi minamalism yah!

1. Menumbuhkan kesadaran

Jadi, dalam rangka buat mencari urgensi jadi minimalism, aku coba menumbuhkan kesadaran kalo aku butuh jadi orang yang seperti itu. Gimana? waktu itu aku beres-beres kamarku. Dan ceritanya waktu itu aku habis bikin workspace gitu di kamar. Dan aku mau mindahin tempat barang2ku sebelumnya ke workspace itu. Nah saat itulah aku menemukan, aku punya benda-benda yang sebenernya ga kepakai. Dan akhirnya aku rid-off kan barang-barang itu. Akhirnya kamarku lebih rapi dan spacious. Tapi ada yang lebih bikin frustasi, yaitu saat ngerapihin lemari. Karena, aku sadar aku punya banyak banget baju dan itu belum termasuk baju-baju di rumahku Malang. Dan parahnya lagi, dari sekian baju, cuma baju-baju tertentu yang aku sering pakai dan banyak yang udah sekali pakai, aku ternyata ga suka, akhirnya ga aku pakai lagi. Kayak gitu terus. Dan itu adalah salah satu efek dari beli baju online sih menurutku. 

Nah, disitulah perasaan guilty mulai muncul dalam diriku wkwkwk. Disitulah aku mulai menghitung-hitung, berapa banyak uang yang bisa aku simpan dengan gak membeli mereka. Dan emang biasanya aku suka mikir "aku gaksuka pake baju yang itu-itu aja" jd kalo ada acara apa aku cenderung beli baju baru (dan ini aku nurun dari mamaku sumpah) hahaha. NAH JADI GITU GAIS mulanya aku mulai cari tahu tentang minimalism. 

2. Set your goals dan peraturan dasar dari pola minimalism kalian

Lanjut! jadi, setelah perasaan guilty dan kesadaran itu muncul. aku mulai bikin goals dan aturan-aturan dasar gaya hidup minimalis yang ingin aku terapkan. Jadi, minimalis itu luas banget loh cakupannya, sampe ke kayak bangun rumah itu minimalis cat nya putih modelnya ga aneh-aneh. Punya baju minimalis, coraknya jumlahnya modelnya. Macem-macem lah. Nah tapi, inti yang di passed on dalam minimalism adalah kita harus bisa bahagia dengan hidup yang minimalis. Makanya, penting banget bikin aturan main yang akan kalian anut dengan berprinsip dari minimalism itu sendiri. Jadi kalian tetep bisa merasa bahagia dan cukup dengan gaya hidup kayak gitu. Dan rootnya adalah merubah mindset kita.

Set goals, jadi karena aku masih umur 25 an dan punya penghasilan sendiri baru 3 tahun an ini. Salah satu goals aku adalah aku pengen punya keuangan yang baik dengan salah satu caranya bisa nyimpen uang dengan baik (saving money) yang teramat sangat bisa didukung kalo aku hidup minimalis. Nah, karena hubungannya ini dengan uang dan menabung, jadi jangan sampe setelah kalian menganut minimalism kalian jadi pelit HAHAHA. NO! Jadi, kalo aku nih, aku udah daridulu sih bikin rencana keuangan tiap bulan. Jadi aku punya income berapa, dan yang aku harus keluarin berapa yang akan aku simpan berapa. Bedanya... adalah cara aku spend money nya.

Jadi misal aku punya anggaran buat self appreciation 20% dari income ku ya. Nah tapi sekarang aku agak strict sama akan aku apakan 20 persen ku itu. Gitu. Tapi jangan lupa, intinya kita harus tetep bahagia. Jadi kita bisa hidup dengan hal-hal yang gak berlebihan tapi berkualitas. Dan apakah aku bahagia? Alhamdulillah aku tetep bahagia. Aku tetep bisa beli apa yang aku butuhkan kok. Inget ya butuh! Jadi kalo itu karena aku pengen, aku bener-bener consider ulang keinginanku itu. 

3. Decluttering barang-barang kalian

Dan saat kalian udah masuk ke tahap ini, itu artinya kalian udah mulai menjadi minimalis. Decluttering itu esensinya adalah kalian bisa mendefinisikan barang-barang kalian.. mana yang penting dan mana yg engga. Mana yang bener-bener kalian butuhin dan mana yang engga. Nah, kalo di titik ini kalian masih susah untuk merelakan barang-barang yang "just in case..." atau "takutnya butuh..." maka cek ulang niatnya... Ohya, dan gausah jadi mubadzir yang buang2 yaa! Kalian bisa ngasih itu ke orang yang lebih butuh dari kalian atau di preloved juga bisa :)

4. Lebih bijaksana dalam menggunakan uang

Terutama, dalam hal berbelanja. No more.. mumpung sale padahal engga butuh. No more.. beli ini buat acara ini, padahal acaranya cuma terjadi sekali. No more.. beli ini ah murah dan lucu, padahal sekali pakai rusak. Nah ini, kalian bisa banget googling karena banyak banget referensinya. Intinya kebanyakan mereka mencoba menggantikan barang yang cuma sekali pake jadi yang re-usable jd sekalian jadi orang yang eco-friendly deh :)) Juga mereka lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Jd bener-bener memiliki sesuatu yang ngga berlebih tp berkualitas. Jd secara jangka panjang awet, nyaman, multifungsi meskipun hrs spend uang lebih banyak. Tapi pada akhirnya tetep, dependency on money is much lower. 

Selain itu, coba menggantikan kebahagiaan dr yang biasanya misal bisa bahagia kalo abis belanja jadi ke bisa bahagia karena memberi ke orang. Ibaratnya, cari replacement of how to satisfy the fulfilment of your happiness. 

(it's a good video contains of the minimalism's perspective)

Intinya, minimalis ini banyak banget loh positifnya, jadi gak ada salahnya coba diterapkan (bagi yang belum hehehe) (bagi yang masih suka susah buat jadi orang minimalis). Gaya hidup ini amat sangat lekat dengan nilai-nilai kebaikan dan sudah diajarkan juga dalam agama kita, yakan? Seperti misalnya mengajarkan untuk tidak mubazir, membiasakan sedekah, disiplin, melatih keikhlasan dan bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang dan masih banyak lagi. Nanti kapan-kapan kita sambung lagi 😊

Salam,
R.

No comments:

Post a Comment