12.7.12
11.7.12
3 Times
Assalamualaykum :3:3:3
Alhamdulillah akhirnya LOS (dulunya lebih dikenal dengan sebutan MOS) angkatan 2012-2013 selesai. Hmm entah kenapa ingin berbagi beberapa cerita tentang LOS. Bagiku, jadi panitia LOS merupakan satu dari perjalanan panjang selama menjadi siswa di SMADA, yang paling meninggalkan banyak kesan, seru, melelahkan, ngangenin, negangin, nyenengin, dan berbagai macam euforia dan perasaan yang ndak bisa dijelaskan, tapi... ya gitudeh :3:3
Omong-omong tentang LOS aku dan beberapa teman yang lain, sudah tuwuk banget lhoo.. Gimana nggak? Setelah diinget-inget.. Aku mengikuti acara ini 3 kali semasa di SMA hahaha. Pertamanya, jadi yang di-MOSin. Keduanya, jadi pembina kelas. Ketiganya, jadi seniornya. Ckckck tuwuk banget kan hayo....
Mungkin sebagian orang, bakal berpikiran, "Apa enaknya ikut MOS nyampek 3 kali gitu? Nyapek-nyapekin. Setahun sekali aja udah cukup. Kok ditambah lagi....." Hahaha jangan salah ya, aku bersyukur banget 3 tahun aku sekolah di Smada, aku ikut 3 kali kegiatan MOSnya. Dan serius aja.. Jadi panitia MOS itu nyenengin rek. Ngangeninnya pool. Apalagi kalo udah pernah jadi PK. Punya adek-adek yang harus dijaga. Punya adek-adek yang harus dibimbing, dan jadi tanggung jawab kita. Itu punya sensasi tersendiri. Dan nggak akan kalian dapet, kalo kalian nggak ikut dalem suatu organisasi (Ga bermaksud promosi lho ya :p)
Rasanya 3 kali ikut MOS itu- kayak, menaiki sebuah stairs gitu.
Pertama, jadi, anak yang di- MOSin, kena marahnya senior-senior. Yang ngerjain tugas-tugas, yng harus pasrah, tetap tabah, dan semangat dalam melewati hari-hari selama MOS, yang... ya gitudeh. Terus, tahun selanjutnya- aku jadi pembimbing kelas, yang harus jadi kakak yang membimbing adek-adek baru layaknya mereka adek kita sendiri. Yang bertanggung jawab atas mereka- ke para senior. Yang harus sabar ngingetin, mbimbing, dan ngajarin berbagai hal tentang sekolah kita. Yang kena marah-marahnya senior, kalo adeknya ada yang salah... tapi juga harus tetep sabar... Dan, di tahun terakhir.. sekarang aku harus jadi senior. Yang arogan banget ke adek kelas. Yang bertanggung jawab penuh atas dua junior (anak kelas X dan kelas XI) yang harus kita naungi, demi tercetaknya generasi yang lebih baik dari kita-kita.
Maaf ya adek-adek yang kena marah. Kita ga ada niatan drama marah-marah ke kalian gitu. Kita beneran marah karena kekecewaan kita sama kalian, dan juga sama diri kita sendiri. Kita cuman takut aja, kalian dateng 3 hari itu bakal sia-sia. Cuuman itu.
Hmm, sebenernya banyak hal yang bisa diceritain tentang MOS. Tapi kalo aku ceritakan semua secara rinci, ntar gaseru doooong. Oyaaa, tau ga sih, hal yang paling menyenangkan dan membayar rasa cuapeknya jadi panitia itu ya, kalo pas baca surat-surat dari adeknya =)) Emboo isine lhoo, sak meskipun suratnya itu surat benci- aku bakal senyum2 dewe mbacane =)) Selain itu... Hal yang pualing membanggakan adalah, lihat kalian bener2 merasa bangga menjadi bagian dari Smadabaya. Lihat kalian jadi anak disiplin dan menghormati orang2 di sekitar kalian. Sekian cerita dari saya, hmm kangen masa-masa itu... VIVA SMADA!!! VIVA SMADA!!! VIVA SMADA!!!
9.7.12
Dinamika Kehidupan
Hidup itu emang terasa nggak adil bagi beberapa orang/golongan.Dan mayoritas, hal yang membuat mereka berpikirin seperti itu adalah dikarenakan faktor ekonomi. Kalo disuruh jawab jujur, aku juga gamau munafik, aku juga pernah berpikiran semacam ini "Enak ya keluarga ini...kayaknya kok..." tapi kalo aku terus menerus berpikiran seperti itu, kan jadinya malah ndak rasional, jadi hal ini sangat-sangat tidak dibenarkan adanya hehehe, dan sebisa mungkin harus menghindari pemikiran seperti ini, karena pemikiran-pemikiran yang seperti inilah yang akan membuat kita menjadi orang yang tamak, menghalalkan segala cara, dan nggak pernah mau bersyukur, Naudzubillahimindalik.
Seiring berjalannya waktu, seiring bertambahnya umur, seiring banyaknya pengalaman, cerita, dan hal-hal yang aku lalui, aku tahu, kalo apa yang kita inginkan belum tentu menjadi apa yang kita butuhkan. Banyak orang yang menginginkan beruang banyak, tapi yang mereka butuhkan untuk hidup nggak cuman uang aja, mereka butuh orang yang bisa mendukung mereka untuk hidup.
Ada hari.. dimana kita sedang berada di tingkat yang paling bawah, melalui banyak hal yang membuat kita merasa lelah secara emosional maupun fisik, namun ada juga hari... dimana hidup terasa begitu menyenangkan, ringan, dan worth it. Ya, itulah hidup, terus berputar. Seperti sepeda yang dikayuh, kita harusnya membuatnya seimbang supaya kita tidak jatuh. Gimanakah itu?
Untuk membuatnya seimbang, diri kita sendirilah yang tau gimanakah caranya. Diri kita sendirilah yang tahu, seberapa seimbangnyakah yang kita perlukan supaya kita tidak jatuh? Tapi daripada memikirkan bagaimanakah caranya supaya seimbang dan tidak jatuh, alangkah baiknya kalau kita belajar bagaimanakah caranya supaya tetap seimbang ketika kita sedang terjatuh? Karena makna hidup yang sebenarnya itu seperti roda sepeda- bukan sepeda yang sedang dikayuh. Kadang kita ada diatas, kadang kita berada dibawah.
Sekuat apapun kita berusaha, menurutku, filosofi itu nggak akan bisa kita hindari, karena hidup ini sudah ada yang mengatur diatas sana. Orang yang sekarang kaya raya, kebanyakan- dulunya memiliki kehidupan yang susah. Begitu juga sebaliknya. Justru- karena pernah melalui kehidupan yang berat itulah sekarang dia tahu dan sudah cukup kuat untuk mempertahankan hidupnya- yang lebih baik.
Ketika dibawah itulah, sepatutnya kita mengambil banyak pelajaran, bagaimana menerima apa yang kita lalui ketika dinamika kehidupan kita sedang di bawah. Dan bagaimana kita harus mengingat hari-hari itu ketika dinamika kehidupan kita sedang berada diatas.
Bismillahirohmanirohim, semoga bisa ya :]
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
find the right quotes to describe my latest condition, "when you focus on the good, the good gets better" . all that I can say, ev...
-
All praises to Allah SWT, the highest almighty in the entire universe. I want to share this journey, the journey of pursuing my dreams. This...

