28.11.13

The light of my life



Semakin berkembangnya zaman, akal dan daya pikir manusia yang kini ada pun tentu saja semakin maju. Tingkat mutu pendidikan yang semakin tinggi, sistem yang menuntut kita sebagai “anak jaman sekarang” untuk menjadi  kreatif dan kreatif... berpikir dari yang belum tiada agar tiada, ataupun sebaliknya dari yang ada menjadi ditiadakan, dari  membuktikan yang sudah ada, apakah benar-benar ada? Dan yang lain-lain. Apalagi di sebuah sistem yang didominasi sebuah paham ‘liberalisme’ ataupun ‘demontrasi’ dimana keutamaan sesuatu yang dinamakan hak manusia diagung-agungkan, banyak menimbulkan cabang-cabang pikiran baru. Tidak hanya mengenai teknologi, ilmu pengetahuan, namun juga pandangan hidup, agama misalnya.

Teringat sebuah percakapan saya dengan ayah saya bertahun-tahun lalu. Kita berdiskusi tentang bagaimana Allah sebagai Tuhan yang saya percaya di mata penganut agama-agama lain, Sampai obrolan kami berujung ke pertanyaan-pertanyaan yang lebih dalam dan saya rasa, pertanyaan-pertanyaan itu akan memiliki jawaban  yang tidak bisa di rasionalkan. Contoh kecil, "gimana ya caranya Allah mengatur alam semesta ini?" atau gausalah memikirkan tentang semesta, coba tanya "Kok bisa ya aku ada?"

Menurut saya, itu adalah hal sederhana yang bisa membuat kita sadar dan akhirnya mengakui kalo, harfiahnya di dunia ini pasti ada suatu zat yang lebih luar biasa dari kita dan memiliki kemampuan jauh dari batas kemampuan kita, yang biasa kita sebut sebagai Tuhan. 

Saya pernah bertanya-tanya sendiri, kenapa ya, kalau bayi yang baru lahir itu adalah fitrahnya seorang manusia, masih bersih dari dosa, kenapa ga semua bayi itu lahir dengan agama Islam? Karena dalam Al-Quran pun disebutkan bahwa Islam adalah agama yang benar di mata Allah dan Allah adalah yang menciptakan mereka.

Apa karena, kita berada dalam sebuah sistem, dimana agama merupakan warisan dari orang tua, agama merupakan turunan, mengapa bayi-bayi itu tidak memiliki hak untuk memilih agamanya? Apa karena mereka lahir belum bisa bicara? Lalu, tidakkah bayi-bayi itu begitu malang?

Kembali lagi ke percakapan saya dengan ayah saya, terakhir kali saya berbicara dengan beliau, ayah saya berpesan, "Jangan menanyakan hal-hal yang kamu tau jawaban nya itu ngga akan kamu bisa temuin. Tau kan? jaman sekarang, ngga sedikit orang yang memilih untuk tidak beragama, atau mungkin membuat aliran-alirannya sendiri. Ya karena seperti ini awalnya, mereka gabisa menemukan jawaban dari pertanyaan mereka sendiri."

Di Indonesia sendiri, ada lima agama yang diakui, bahkan keberadaan agama begitu di junjung bahkan sampai ada di sila pertama pancasila. Karena, memang, kita hidup harus ada pondasi nya, yaitu agama. Dan tiap agama-agama memiliki tuhan, surga, dan neraka nya sendiri. jadi, apakah berarti, Tuhan yang mengatur alam semesta ini juga lima? surga yang kita tuju berbeda? neraka yang dituju berbeda? Bisa bayangkan, sebuah sistem diatur oleh lima pemimpin? Apa yang kira2 terjadi? Pernah lihat film Percy Jackson? Tau kan, disitu diceritakan ada beberapa dewa yang masing2 memiliki konsentrasi yang berbeda? Ada petir, air, dan sebagainya. Dan itu terjadi pertikaian. lalu bagaimana dengan lima Tuhan yang entah bagaimana pembagian konsentrasinya? Tidakkah semestinya bumi ini bisa sudah menjadi musnah berabad-abad yang lalu bersama dengan para Dinosaurus?

Dari sini, bisa dilihat, kalau meskipun ada beberapa agama dan aliran yang ada sekarang, tiap-tiap agama itu percaya akan adanya: hanya satu zat yang Esa, orang yang baik akan mendapat imbalan yang baik di kehidupan selanjutnya kelak, entah itu disebut surga, nirwana, dan orang yang berbuat jahat akan mendapat balasan yang buruk dan setimpal di kehidupan selanjutnya. 

Keberadaan Allah itu ada dari persepsi dan rasa percaya kita sendiri. Orang bilang inilah yang disebut Iman, percaya terhadap sesuatu yang belum pernah kita jumpai atau tidak pernah kita lihat, namun benarkah kita belum pernah berjumpa dengan-Nya?

Buat saya, iman kita dalam suatu agama merupakan buah dari perjalanan religi masing-masing individu. Kita percaya pasti karena sudah pernah mengalami hal itu sendiri. Mungkin kita pernah merasa bertemu dengan-Nya maka dari itu kita terus percaya akan Dia. Buat saya, Allah itu ada disini. Di setiap kali saya memejam mata, berdoa, bernafas, berdetak,  dan lain-lain. Allah selalu melindungi di sekeliling

Sedikit renungan..., 

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan? 

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?". 

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". 
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.

" Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos. 

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".
"Tentu saja," jawab si Profesor, 
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?" 
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. 
Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. 
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas." 

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada." 
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya." 

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. 
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan." 

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. 
Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. 
Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya Cahaya Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."
Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

****

lakukan apa yang terbaik dengan apa yang kita percaya, dan berharap semoga Allah selalu memberi kesempatan pada kita untuk memperbaiki diri. Kemana kita akan kembali, agama manakah yang benar, semua itu Allahualam, semua itu rahasia Allah, yang terlihat baik belum tentu memang baik dan yang paling baik adalah menjadi baik di mata-Nya. Pelan asal yakin, sedikit namun berkelanjutan insyAllah nggak akan sia-sia. 


alam tara anna allaaha yuzjii sahaaban tsumma yu-allifu baynahu tsumma yaj'aluhu rukaaman fataraa alwadqa yakhruju min khilaalihi wayunazzilu mina alssamaa-i min jibaalin fiihaa min baradin fayushiibu bihi man yasyaau wayashrifuhu 'an man yasyaau yakaadu sanaabarqihi yadzhabu bial-abshaari 
43. Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (Q.S:An-Nur 43)

"Look inside yourselves, Such a perfect order, Hiding in yourselves, Running in your veins, What about anger love and pain, And all the things you’re feeling, Can you touch them with your hand? So are they really there? Lets start question in ourselves, Isn’t this proof enough for us? Or are we so blind, To push it all aside..? No.. We just have to,Open our eyes, our hearts, and minds, If we just look bright to see the signs, We can’t keep hiding from the truth, Let it take us by surprise, take us in the best way (Allah..), Guide us every single day..(Allah..) Keep us close to You, Until the end of time.."
- Maher Zain - Open Your Eyes.

Aamiin ya rabbal alamin.

fairy tale does exist

27.11.13


“Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekadar bergerak dua inci. Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau… berbeda.”

― Dee, Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

Ngga perlu jadi orang lain untuk seseorang. Be yourself, and find someone who can accept you as who you are and what you will be. Whether you're pretty, ugly, chubby, fat, dark, white, tan, good mood, bad mood, sad, or happy, then they look on you and still think that you are amazing.

24.11.13

#tb

throwing back into these some couple last awesome weeks! And yes, I'm still troubled with..well.. these first year an university student's stuffs. Reports, tasks, evaluations, practices, events, and so so many else. Which is spent much of my times and energies. So.. I planned to share you guys some of my experiences and make an evaluation to my own self through this post, hehehehe

It's been an 11st weeks since my first day on my university, and well I can't believe it..like..I just blink my eyes and now it's already the 11st weeks? :O wow! Been learned some subjects and now it's going into higher and harder level. Counting numbers with an uneasy formulas. Drawing things with some specification. Beside that, I still need to attend some (out of the study stuff) events. And now i feel how important is it to arrange times in life. How to make time's priority, divide which one is the first thing i should done.. what's second, what's next? And also.. what I shouldn't have done..

By the way, sometimes, I also feel bored to do these routine activities, Get up, pray, take a bath, eat, do homework, go to school, back to home, study, pray, sleep, and back to get up again. . . Zzzzz

Well, not gonna take a longer time , here are some things i've done for these last weeks, check it out!

Derai's birthday
celebrating my friend's birthday together with my classmates. Splashing water and being annoying hahahaha although there is no birthday cake and candle above it, or gift inside box, but  for me, what's most important here is.. the togetherness, warmness, and blissful moments that we can share together. And not forget.. also every pray that we silently ask to Allah for others happiness and blessings :)


Before the futsal tournament, MIT CUP.

Next is.. Participating in my department's events! There are "Pendampingan", a program that made by my senior, where every 15 of new students have one guardian (cyeilee) who we could ask for things in school that we haven't known about. DS CUP, a competition that held by Himpunan Mahasiswa (an organization for students) for all people in my department which contains of Futsal, Basket, Volly, and Badminton tournament, plus Accoustic. and MIT CUP, a competition which contains of Futsal, Basket, Volly, and Badminton tournament, plus Stand Up Comedy that held by organizer in my generation for my generation :))


Me and friends while doing our "Pendampingan" tasks. 

I think these events are good because it can make all people in my department know and close to each other. Since, I'm a new person in this environment.. I think it's really needed to have this kind of events. Maybe I haven't really being an active participant in the tournament. . .but i did my best to spend times and keep follow the crowd. . .yeay ! it's a fun time indeed to support our teams and delegations. And such a way out to relieve all stressing stuffs.  


The next one is...

Some pictures while doing practice in road.

Study together! this is what mostly takes time of mine. Since, yeah, I'm coming to school of course to study hehehehe. And I'm so thankful that my education program is not only about sitting in class, opening books, taking notes, but also. .have a practice time in field. .

Welcoming a next technician's life to myself *drums rolls* Dealing with sunlight, hot and baked~~ :p Being darker :)) Kumel. . .but still kece all the way :)) B)

we had some strange moments while doing our practice. Met an abnormal bapak-bapak who always bringing his guitar and do some silat's movements. And he made one of my friend crying. . . Met a 'PMS' satpam who suddenly mad to us. . .wonder why he didn't ask us in good way first. . .

Practice time is a fun yet tiring day to do. By the way my group was contain with the most people! There are nine, five girls and four boys!so if we got tasks like what we've got yesterday, it so..took a long time! Since, we need to measure  points as much as we are. But I'm feeling so grateful to be a part of my group, because it's contain of. . . absurd and jones people :)) So we all have common things to talk about :)) And I'm telling you..that it so fun to spend time with them :)) Wish that we could being more one and finish all the tasks that'd given. Bismillah, Wish Allah will give His blessing to us. . .

we before the practice time


we after have done the tasks, and having meals together




Last...

i found this while i just got home in my room's mirror. my little sister said that it has  been written by my daddy when I was out. Thank you dad! Hope i could soon make you proud of me. May healthy and blessing stays together with you and all of us,aamiin
So.. what myself should do days on:
  1. be wiser on managing times. And really make a time's priority. Not choose to do what I want to do. But do what I must to do.
  2. do evaluation to myself in interacting with people, because from times that I spent with my friends to talk about others. .I know how society is scary. We shouldn't be a selfish person, do well, and respecting each other if we want to be threaten well too.
  3. keep my spirit high, be thankful, and praying  to Allah SWT for everything the best
  4. Should bring myself out of my comfort zone, and try new stuffs, since I'm so easy to feel bored, hehehe
Alhamdulillah, i think that's all! So, how's yours guys? :)

13.11.13

Heyho!


Gonna have a short and quick post! Just gonna tell you guys, that I'm so happy towards anything around me now. I'd so thankful to Allah SWT for everything that Allah has given to me until this second. One thing: Allah will not give you every thing you want but Allah will definitely give you what you need. Because He knows more than what we know. Maybe I can't live my  high school's dream, but I still happy (at least, for this period) for living what now I should face. I'm so thankful to Allah to bring me lot of people that so warm, lovely, respecting, welcome, good, and kind..to me. Place, where i could finally feeling like I was home and safe. Where I don't need too much too pretend, where I could do what I wanna do, talking what I wanna talk, and place where I want to make myself better and better, insya Allah :) Place, where, I could feel like.. every second that I spend with them, I was with my family. 

8.11.13

di balik doa yang tidak terkabul


Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong.

Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana? Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.

Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz.

Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta.

Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.

Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.

Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya. Semoga kisah ini menjadi dapat pelajaran bagi kita semua... Aamiin

courtesy: here