28.11.15

Untuk mama


Teruntuk mama, wanita paling kuat yang pernah aku temui
Mungkin mama tidak bisa memasak banyak jenis makanan, tapi buatku masakan buatan mama selalu yang paling enak. walaupun itu makanan yang sederhana.
Mama, sosok ibu yang paling kuat dan tabah di mataku
Dedikasinya semua diperuntukkan untuk keluarganya, terutama anaknya
Tak pernah aku bayangkan, bagaimana rasanya menjadi mama
Terutama, sedetik ketika aku tiba-tiba menaikkan nada suara ku
Ketika adik dan mas ku membantah apa katanya
Atau menyepelekan apa kata mama
Terima kasih ya Allah sudah mengirimkan sosok ibu seperti mama
Mungkin mama tidak bisa memanjakanku dan membelikan barang-barang bagus atau semua yang aku inginkan dalam sekejap, tapi mama memberiku hal-hal yang aku butuhkan
Terima kasih mama, sudah mengajarkanku hal terealistis tentang hidup
Semoga Allah selalu memberimu kekuatan, kesehatan, perlindungan, dan petunjuk, Ma
Hanya lewat doa Ma aku mampu membalas segala hal yang sudah kau berikan padaku
Doakan aku ma..
Tunggu aku beberapa tahun lagi, insyaAllah hingga studi bachelor ku berakhir
Doakan aku ma..
Semoga aku bisa memberimu satu kebanggaan untukmu
Setidaknya, aku dapat membantumu menggugurkan satu kewajibanmu, yaitu menjadikan aku seorang sarjana, seperti yang mama bilang.
Dan juga kebanggaan-kebanggaan lainnya, sabar Ma
Doakan aku ma..
Semoga aku mampu mengukir senyum di wajahmu, bukan hanya kerutan kesedihan, kekhawatiran, kekecewaan, karena perilaku-perilakuku

Kuatkan dan panjangkan lah umur ibuku ya ALLAH, aamin

30.8.15

Random thought...

foto lama, masa-masa hectic cari perkuliahan


Saya ingat, sewaktu SMA, saya pernah berbincang-bincang dengan salah satu teman saya di tempat kursus bahasa Inggris.  Dan beliau, adalah seorang bapak dari dua anak. Kami berbincang bincang soal kuliah dan pekerjaan. Waktu itu, beliau bertanya pada saya “Rizka, kelas berapa sekarang? Habis ini kuliah ya berarti kan setelah SMA. Cari kuliah yang prospeknya bagus dan cari kerjanya gampang aja”. Wah, sudah diultimatum gitu, mau tidak mau tertarik juga untuk mencari tau, kira-kira apa aja sih studi yang punya prospek bagus gitu.

Setelah itu, saya mencoba berkonsultasi dengan orang tua saya masalah jurusan untuk kuliah nanti. Maklum, saya waktu itu masih awal di SMA, belum punya pandangan pasti mengenai jurusan yang ingin saya ambil untuk kuliah nanti. Bahkan seiring berjalannya waktu, keinginan saya selalu berubah-ubah. Dari yang awalnya keinginan saya semasa kecil, jadi arsitek, desainer interior, pengarang buku, sampai jadi insinyur, dokter anak, dan sebagainya. Akhirnya setelah bertanya ke orangtua saya, saya mendapat gambaran yang lebih jelas tentang kehidupan perkuliahan. 

Saya jadi ingat, waktu itu saya bertanya kepada ayah saya “Yah, jurusan apa sih yang prospektif, buat dapat kerja”. Beliau menjawab “Wah, sebenarnya kerja itu ada dimana mana, ketika kita memikirkan orang lain, disitu ada lapangan kerja. Saat ini pandangan orang ketika melihat kerjaan itu kebanyakan dari berapa besar gajinya, padahal, seharusnya kerja itu kan ibadah, rezeki itu yang nanti datang sendiri, berapa jumlahnya ya terserah Allah memberinya ke kita”. Setelah mendapat pesan tersebut, saya mulai berfikir. Dengan pandangan seperti ini, rasanya peluang kerja terbuka lebar di depan mata.
Ayah dan mama saya sering berbicara pada saya, kalau sebagai seorang perempuan, pekerjaan yang paling baik adalah menjadi tenaga pengajar, karena saya sekarang di teknik, mungkin maksudnya sebagai dosen. Kata ayah dan mama, pengajar adalah pekerjaan yang mulia, karena disanalah ilmu kita tidak akan pernah mati. Kita belajar dan selanjutnya dibagikan untuk orang lain. Selain itu, jam kerja dosen adalah teratur, sehingga tidak akan menanggalkan tugas saya sebagai seorang perempuan / ibu nantinya untuk mengurus rumah tangga dan anak.

Yah, tidak ada yang salah sih memikirkan prospek kerja sebuah jurusan, toh dari jalur jalur itulah nanti kita akan berkarya. Namun, saya ingat kata-kata sepupu saya beberapa waktu lalu, ia bertanya pada saya “Kamu kuliah mau menuntut Ilmu atau kerja kaa? Pada dasarnya, yang kita kejar sewaktu kuliah itu ya Ilmu, bukan prospek kerja”. Kata-kata ini benar sekali. Ilmu itulah yang memanusiakan manusia, yang bisa memicu terjadinya mobilisasi antar individu (vertical effect). Saat ini, mencari Ilmu lah yang paling penting. Dan yakinlah kalau rezeki akan datang dari Allah dari manapun bidang yang kita tekuni, asal kita terus berusaha dan berdoa pada-Nya.

Jujur, sampai akhirnya saya duduk di tahun ke-3 sebagai mahasiswa, saya tidak pernah memilih studi saya ini karena prospek kerja nya, yang terpenting bagi saya kemarin adalah memang ini yang terbaik untuk saya, dan disinilah saya harus menuntut ilmu. Sudah semester 5, makin banyak pikiran yang mulai membebani, mulai dari biaya pendidikan yang melambung, kerja praktek setahun lagi, bahkan untuk memilih mata kuliah pilihan, saya belum ada pandangan pasti, apalagi judul TA. rasanya kemampuan masih belum mumpuni. tapi disinilah yang namanya belajar, dengan merasa bodoh harusnya semakin giat belajar dan mencari tahu.. 

Allahuma yassir wala tu' assir. :)

Sunday Morning





HELLO again, blog! Spent my Sunday morning by cooking pancakes with my little sister. It's a very simple sweet dish that you can cook anytime at home. You only need flour, egg, margarine, chocolate, cheese, and any flavor of jam. Then, just turn on your stove, heat your pan, and pour the dough into it, and VOILAAA your pancakes are there, ready to entertain your tummy :3



Wish you have a sweet Sunday before the college's weeks are starting! Bhay :)

29.8.15

August 29th









"In many ways, i prefer my own company. It gives me time to think."
Ini tadi siang iseng banget, berhubung bingung mau kemana karena harus nunggu adek selesai ekskul pramuka, jadinya jalan-jalan sendiri deh di daerah Pemuda, hehe dan menemukan banyak hal yang photo-able, plus jalan tembus ke suatu pintu air. Berhubung cuacanya panas banget dan hidung udah jadi merah gegara kemarin ngurusin maba -,- sepanjang perjalanan tutupan kerudung kaya surbanan gt hahaha. Akhir-akhir ini lagi suka gusar, nggatau deh kenapa huhu. Dan jalan-jalan sendiri kayak tadi banyak membantu buat perbaikin mood ;) oiya, gara-gara jalan tadi, jadi nyadar ternyata aku nggabisa nyebrang di jalan raya besar hiks nyampek diketawain bapak yang jualan es di seberang jalan, waktu berhasil nyebrang bapaknya bilang "kalo nyebrang jangan ragu-ragu mbak" wkwkwk, mungkin emang aing mah lagi menyimpan banyak keraguan gini ya :)) btw tadi waktu ngeliatin pintu airnya keren bgt lah. jadi bayangin klo kerja nanti sering ke lapangan gitu lihat proyek. Semangat laahhhh abis ini udah masuk kuliah lagi! insyaAllah.


28.8.15

bucket list!






yey finally today I went here! :) 
Has always been dreaming to go to Tugu Pahlawan since several years ago but I just could make it today. Would probably be my last in-town-trip for this semester's holiday. Went there around 12 a.m in this kind of sunny day but fortunately the air breeze was still there so it didn't feel really hot, only took several photos because as you know, I'm a shame person... :p and wouldn't tell you who was accompany me but I'm feeling so thankful for that person he..he..he.. ended today's trip by watching Mission Impossible 5 and eating fried rice together at ITS.  What a happy day! alhamdulillah :3

catch you soon!

24.8.15

Love, Rosie


Hello world! It's morning again. Before starting the productive days ahead, would like to share some thought here. Well, after almost a month sparing my times for it, finally last night I finished reading the novel of Love, Rosie by Cecelia Ahern, yey :) and ended by falling in love more with the book version rather than the film. but they both actually leave the same feeling for me, the story was just too sweet yet heart-breaking all at once, fortunately they ended in a happy way though it takes 50 years due to the book version.

I always wonder why the title is Love, Rosie? Not Love Rosie? and finally found the answer after reading this. I like the way Cecelia tells the stories only through the letters, chatting, and email that've been written by the characters on this novel. The way she arranges the words and how Rosie can write every detail that happens in her life becomes so entertaining. This book will show you how people can fall in love only through letters that written upon papers.. a screen of computer.. or a phone.. for 50 years and through miles! America - Ireland, it sweets :)

I love the way Cecelia tells the stories about family, friendship, and lovers - bond between the characters on it. The Dunne Family, The friendship bond between Alex - Rosie, Katie - Toby, or Rosie - Ruby. Life happens that way, some taste sweets, some may bitter. But when you hold on and have a patience, we all will get what we deserve. You guys should read it too! I recommend you. I bet you will get so many (wise) quotes about life after reading this book wkwk :P

There’s something completely unnerving about seeing your parents upset. I suppose it’s because they’re supposed to be the strong ones, but that’s not just it. Ever since people are kids they use their parents as some sort of  measurement for how bad a situation is. When you fall on the ground really hard and you can’t figure out whether it hurts or not you look to your parents. If they look worried and rush toward you, you cry. If they laugh and smack the ground saying “Bold ground,” then you pick yourself up and get on with it.

Parents are the barometers of emotions for children and it has a domino effect. I had never seen my mum cry so much in all of my life which scared me and made me cry which scared Katie and made her cry. We all cried together.

As for Dad, he was supposed to live forever. The one who could open all the jar lids nobody else could, who fixed whatever was broken, was supposed to do that forever. The man who let me sit on his shoulders, climb on his back, chase me around while making monster noises, throw me in the air and catch me, spin me around so much until I felt dizzy and fell over laughing.

And in the end without being able to say thank you and a proper goodbye, my final memories of him turn into coffin sizes and medical forms.

There’s nothing more uplifting than to hear the sound of an innocent child being so happy in a place that people are sad. It reminds you that life goes on and on and on, just not for the one you’re saying good-bye to. People come and people go and we know this happens, yet we get such a shock when it does. To use that old cliché, the only certainty in life is death. It’s a certainty, it’s the one condition of living that we’re given but we often let it tear us

Have a good day peeps! Don't forget to feed your days by reading too :)

20.8.15

/ R u m a h /


Seperti rumah yang menjadi semakin rumah ketika ditinggalkan. Begitulah cinta, menjadi semakin cinta sesudah hilang. 
Selalu ada cerita dan ilmu baru ketika kita kembali ke rumah dari sebuah perjalanan jauh keluar. Setelah perjalanan keluar mencari ilmu, selalu ada waktu kembali mengabdi untuk rumah. tempat darimana kita berasal dan tempat kemana seharusnya kita pulang dan kembali. Ngga bisa dipungkiri, rumah adalah tempat ternyaman. Tempat kita tidak merasa asing dan jauh lebih terasa akrab dengannya. 

“Satu darah Manyar, hijaukan sanubari untuk ibu pertiwi, jadikan kontribusi menjadi harga mati..” semoga potongan kata dari sebuah ikrar dapat terus menjadi pengingat di kala lelah mulai memberatkan langkah dan pertanyaan untuk apa semua ini dikerjakan bahwasanya terjawab oleh kata-kata tersebut. Kalau kata senior, “tiada kata berhenti untuk membangun kampus manyar”. Semangat teman-teman, perjalanan panjang di rumah kita baru dimulai. Semoga dapat menjadi pemimpin yang amanah. Mari bangun rumah kita bersama :)

Aamiin ya rabbal alamin.

EKSKAVATOR? #galiekspresi, #penuhaksi

19.6.15

I'm 20 now!


Selamat malam! :)
Meskipun hari ini sudah lewat delapan hari setelah hari ulang tahun saya, kalian harus tetep baca ceritaku ini ya :P

Ulang tahun kali ini agak berbeda rasanya, karena kebetulan saya melewatkannya bersama 7 orang teman saya sembari berliburan singkat ke Madakaripura dan Paralayang. Walaupun agak sedih karena semakin banyak orang yang lupa sama ulang tahun saya. . .tapi gapapa. . .yang penting yang paling penting-penting nggak lupa. . . :P

Sebenernya agak gak nyangka kalo bakal dikasih surprise malam itu juga. Kan lagi jalan-jalan. Hahahaha saya inget banget, waktu itu saya lihat jam, terus udah jam 00.00 kurang dikit gitu, terus tiba-tiba Icak kebelet pipis. Terus dia ngajakin bibib buat pipis, pertama nya sama saya, tapi tiba-tiba saya mager. . .udah gitu dingin banget. Terus waktu Icak jalan duluan, tiba-tiba dia noleh lagi kebelakang, terus ngomong "Loh, Riz, gak ikut?  Jahat  cak!" hahahaha. . daripada dikatain jahat yaudah saya langsung lari deh ngikut mereka. Terus ke alun-alun. Abis itu selfie-selfie dulu ditengah kegelapan sama lampion, terus balik deh ke mobil. . Wkwkwk dari jauh keliatan ada 2 cupcake gitu dikasih lilin, dan yang lebih kaget lagi! Ada topeng mukanya omik yang gedheee banget. Alih-alih baper. . .saya malah ngerasa serem waktu lihat wkwkwkw. Maafin temen-temenku ya Mik. .gada maksut apa-apa kok. Hahahaha tapi saya mah bawel, belum tanggal 11 Juni juga. .masa saya disuruh buruan tiup lilinnya. ((anginnya agak resek sih emang)).



Jeda berapa hari setelah tanggal 11 , ada Pakde dan Budhe saya yang datang ke rumah, terus traktir pizza deh di rumah. .hehe alhamdulillah. .bahagia juga. Agak sedih karena hanya bisa diucapin lewat telepon sama ayah. .biasanya sambil sama di cium gitu pagi-pagi masih lengket ama guling. .hihi kangen banget lahhhh. Yaudah tuh ceritanya. :P Makasih yah. .yang udah siapin surprisenya. Kirim ucapan dan doa-doa, video, gambar, dan voice note, Saya suka binggow! <3

Umur 20 tahun, kata temenku udah tua.. hihi soalnya udah bisa nikah :)) dasar . Banyak harapannya di umur dua puluh tahun ini. Semoga bisa memperbaiki diri dalam banyak hal. Semoga bisa berpetualang lebih jauh, memberi manfaat lebih banyak, mencari ilmu lebih dalam, menjadi anak yang semakin patuh dan berbakti kepada orang tua, bisa membanggakan orang-orang di sekitar saya, semoga bisa kembali atau bahkan menjadi Rizka yang lebih baik dari kemarin. Semoga segala kecampingan dan cobaan yang harus saya lewati tahun kemarin bisa membuat saya belajar dan sembuh dengan seiringnya waktu. . . aamiin. .mohon bantuannya yah semua. .

Terima kasih sudah ada di hidup Rizka sampai 20 tahun ini. .menetap ataupun tidak. .kalian sangat berarti buat saya. .Terima kasih sudah menyayangi saya dan membolehkan saya menyayangi kalian. .terima kasih sudah tumbuh bersama saya. .terima kasih atas segalanya. Saya sangat bersyukur atas segalanya. Alhamdulillah terima kasih yaAllah..

Nih bonus foto liburan <3


4.6.15

Rahasia di Benua Hitam.


"Bila kamu tak tahan lelahnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan," mungkin quotes diatas adalah yang paling tepat menggambarkan keadaan dua hari kemarin. Setelah beberapa saat dilanda kebingungan akan ikut pelatihan dr BEMF  atau nggak dan akhirnya saya memutuskan iya. Mencari ilmu memang bukan perkara mudah, apalagi kalau dibandingkan dengan rasa malas. Tapi bener-bener gak menyesal udah ikut, justru sangat bersyukur bisa ikut dan dapet materi dan juga mendapat ilmu dari pemateri-pemateri yang cukup bisa menginspirasi *hiks keren banget :P

Selama dua hari mendapat 6 materi tentang Orginizing Management. Diawali  dengan pemaparan analisa tema OMT tahun ini yaitu "Tongkat Estafet kita, masih berwarna Hitam". Dimana, sebagai fungsionaris kita diharapkan mampu menjadi staff yang solid, responsive, and collaboration. Di analogikan seperti jika kita mengikuti lomba lari estafet, dalam melakukan perlombaan tersebut kita harus solid yaitu memiliki tujuan yang sama untuk mencapai garis finish, kemudian agar itu bisa tercapai kita perlu menjadi pelaku yang responsif, ketika ada teman yang memberi estafet tersebut kita harus responsif dan sigap dalam menerimanya, kolaborasi dalam melakukan pertandingan sampai akhirnya kita mencapai garis finish dan mendapat apresiasi dari penonton (jika menang). Ibaratnya, tongkat estafet tersebut adalah BEMF, pelari adalah fungsionaris, garis finish adalah akhir kepengurusan, dan apresiasi penonton adalah apresiasi KM FTSP :)

Materi pertama adalah Etika Diskusi Ilmiah, yang disampaikan oleh mbak Linda, Kahima HIMASTHAPATI '13/'14. disitu saya mendapat banyak ilmu bagaimana seharusnya ketika kita menjadi peserta dalam suatu diskusi. Banyak permasalahan yang sudah membudaya dalam diskusi yang sering kita ikuti, forwar misalnya. Biasanya terdapat ketimpangan antara peserta forwar dari angkatan atas yang cenderung mendominasi daripada angkatan bawah yang biasanya cenderung pasif. Seharusnya kondisi tersebut tidak boleh terjadi karena dalam sebuah diskusi, setiap peserta seharusnya memiliki kedudukan sama (kecuali bila sudah diatur dalam peraturan sebelumnya seperti; peserta aktif, pasif, atau undangan). Di materi ini saya juga mendapat ilmu mengenai sikap ilmiah pada peserta diskusi yang meliputi;
  • objective -> melihat dari sudut pandang lain (banyak aspek)
  • skeptic -> sikapnya ga enak, cenderung meragukan, dan sering menanyakan fakta
  • curiosity -> suka bertanya pada saat forum / suka mencari tahu
  • analytic -> menganalisa dulu permasalahan -> diolah data yang ada -> solutif
Ga hanya itu aja, saya juga mendapat ilmu mengenai jenis-jenis diskusi ilmiah, peran diskusi ilmiah, dan interupsi peserta. Hal yang saya rasa perlu digaris bawahi pada materi ini adalah, dalam berdiskusi harusnya kita memiliki etika mulai dari hal kecil (misal: menyebut nama dan nrp) sampai kompleks (misal: bagaimana kita menunjukkan sikap ilmiah kita dalam menyampaikan pendapat). Harusnya dalam berdiskusi kita harus berdasar ilmu pengetahuan sehingga posisi kita adalah sama "masih belajar" dan kita dapat menjadi peserta yang terbuka dan menghargai pendapat orang lain, sehingga tujuan diadakannya diskusi itu dapat tercapai. :)

Meteri kedua adalah Hakikat Organisasi yang disampaikan oleh mas Suto Guswanda Ketua BEM FTK '14/'15 kabinet Constraction. Organisasi sendiri pada hakikatnya memiliki 3 unsur penting yaitu: organisasi itu sendiri, tujuannya, dan terakhir adalah budaya.

Ketika organisasi itu ada maka perlu ada juga tujuan yang ingin dicapai. Tujuan itu sendiri adalah bekal besar untuk menjabarkan apakah visinya, misinya, nilainya, pernyataan destinasi, dan bagaimana strateginya untuk mencapai itu semua. Ga hanya organisasi, kita sebagai individu harusnya memiliki poin-poin tersebut dalam hidup kita. Supaya kita memiliki arahan yang jelas dalam menjalani hidup kita di dunia ini. ;)

Budaya Organisasi. Menurut saya, budaya adalah sesuatu yang penting, karena budaya adalah sesuatu yang kita lakukan berulang-ulang, yang mengakibatkan terbentuknya pola perilaku kita dan penerus kita, dan akhirnya menimbulkan stigma dari orang lain terhadap diri kita, bisa dibilang itu adalah hal kompleks.
Karena budaya adalah definisi lain dari bagaimana kita (identitas), peningkatan komitmen, dan pemerkuat standar perilaku.

Dalam berjalannya suatu organisasi.. konon katanya ada sebuah dilema organisasi yang melegenda.

KEKELUARGAAN vs PROFESIONALITAS?

Siang itu, mas Suto melempar pilihan kepada kita, mana yang lebih kita pilih seandainya kita menjadi pemimpin organisasi nantinya. Mana yang lebih diutamakan? Kekeluargaan kah? Profesionalitas kah? :) 

Dari 6 peserta yang menjawab. 5 memilih profesionalitas dalam kekeluargaan, dan hanya satu yang memilih sebaliknya. Nggak ada yang salah dari jawaban tersebut, karena kembali lagi, semua adalah masalah persepsi. Sebenarnya mudah, mungkin kalau organisasi kita adalah organisasi non-profit maka kekeluargaan>profesionalitas. Dan bila organisasi profit maka profesionalitas>kekeluargaan.

Materi selanjutnya adalah Departemenalisasi dan Organisasi yang disampaikan oleh Mas Febri, Kahima HMS '14/'15. Ilmu yang menurut saya cukup penting dalam pembentukan tim dalam organisasi. Bagaimana menentukan jumlah departemen yang harusnya dibentuk, bagaimana memilih staff yang baik, bagaimana komposisi dalam sebuah tim seharusnya.

Dalam sebuah tim harusnya terdapat komposisi yang pas antara karakter, ice breaker (pemecah kejenuhan, yang suka bercanda-canda kalo lagi buntu-buntu gt), pemikir, dan pekerja. Cukup menarik, karena ketika saya sedang berada dalam sebuah tim, saya sering menganalisa teman-teman saya ini memiliki karakter yang mana heehhe, dan kalau saya sendiri, 100% adalah tipe pemikir wakakakaka.

Ketika kita memiliki staff, harusnya ada sebuah proses pra -> input -> pasca yang berkelanjutan sehingga kualitas dan kinerja staff yang kita memiliki tidak menurun, hanya stuck, seharusnya mengalami peningkatan! poin penting bgt lah ini pokoknya. Yang terakhir adalah mengenai gaya kerja. Pada umumnya, ada 5 tipe gaya kerja, tapi yang perlu diingat adalah Gaya kerja bukanlah suatu sifat/kebipribadian, bukan juga kebiasaan, dan juga bukan tingkah laku. Tapi gaya kerja adalah kumpulan tingkah laku yang berpola, jadi menurut pengalaman saya pribadi, gaya kerja seseorang bisa berubah seiring keadaan timnya. Contoh sederhana:
kalau tim saya anaknya rajin-rajin semua, saya bisa berubah jadi pemalas.
kalau tim saya anaknya males-males semua, saya bisa berubah jadi yang paling rajin. :P

Materi ini diakhiri dengan sebuah quotes yang disampaikan oleh mas Febri, "Kepercayaan adalah bukti terbaik dari Cinta," itulah kenapa percaya satu sama lain dalam sebuah tim adalah salah satu hal yang fundamental.

Dan yaakk, akhirnya materi terakhir pada hari pertama yaitu Pengukuran Kerja Organisasi yang disampaikan oleh mbak Fatim dari BMSA. Materi yang agak berat karena mengandung teori-teori yang.. hahaha kalo kata mbak Fatim sih, "saya belajar ini baru kulitnya aja butuh 6 SKS dek."

Jadi, PKO ini sendiri bertujuan untuk:
- memperoleh informasi dan menganalisa
- mengetahui faktor internal dan eskternal yang dapat mempengaruhi
- membuat pengembangan

Diawali dengan pemaparan analisa SWOT yang sudah cukup tersohor itu.. haha. kemudian Teknik Pengumpulan Data yang diantaranya: kuisioner, tes, wawancara, dokumen, dan observasi. Kemudian ada teknik analisa eksternal (pestel dan portel) dan internal (Mc. Kinsey S. Framework). Setelah analisa sudah dilakukan, langkah selanjutnya adalah membuat pembobotan nilai dan perencanaan strategi untuk pengembangan organisasi kedepannya. ;)

Materi kelima yaitu  Organizing Development yang disampaikan oleh mas Fahrir Kadep. Dagri BEM FTSP '12/'13. Organizing Development ini dilakukan berupa analisa kondisi organisasi, yang menurut saya agak mirip dengan materi sebelumnya. Tujuannya adalah supaya fungsionaris dapat mengetahui dan menganalisa kondisi riil pada organisasinya kemudian mampu mengkaji faktor-faktor internal dan eksternal nya.

Organizing development ini merupakan suatu pola yang dimulai dari Perumusan masalah -> Analisa Data -> Analisa Kondisi Organisasi -> Pengembangan alternatif/strategis -> Evaluasi strategis -> Penetapan Strategis.

Data yang dapat digunakan untuk menganalisa misalnya dengan diadakannya Key Performance Indicator (KPI) sehingga data nyata yang dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana perkembangan yang ada pada organisasi tersebut. Ada kata-kata yang cukup menarik yang diucapkan mas Fahrir siang itu, "Kenapa mahasiswa selalu kalah dengan birokrasi? contoh simpel, masalah pengkaderan misalnya? Karena, mahasiswa sering lupa kalau senjatanya adalah DATA." 

Langsung detik itu aku mikir, "Iya ya". Birokrasi selalu main dengan data, dengan hal-hal dan bukti konkrit. Sedangkan mahasiswa? seringkali hanya mengedepankan.. kemampuan diplomatisnya tanpa membawa data :P


Penyampaian materi OMT akhirnya sampai di penghujungnya. Materi Good Leader ; Leaders Talk yang disampaikan oleh mas Mukhlis Ndoyo, Presiden BEM ITS '13/'14. Diawali dengan perkenalan diri, mas Mukhlis menyampaikan materi dengan diawali menceritakan betapa pentingnya membaca dan menulis, membaca dan menulis dapat membawa kita menjadi orang besar. Ga hanya itu, mas Mukhlis juga menyampaikan sejarah singkat tentang ITS, yang paling saya ingat, mas Mukhlis bilang, kita harus bangga jadi bagian dari ITS karena ITS adalah bukti kalau bangsa kita bisa besar karena usaha orang pribumi bukan turunan bangsa lain.

Kemudian mas Mukhlis juga menyampaikan alasan mengapa harus menjadi pemimpin? Dengan jadi pemimpin ada sesuatu yang dapat kita beri. Dengan memimpin kita dapat.. Menentukan acuan, memuat ideologi pemimpin, dan MEMBERI KONTRIBUSI YANG BESAR.

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengorbankan masa mudanya demi umat, mau belajar kapan saja, dimana saja, dan dengan siapa pun, membuat skala prioritas, dekat dengan cacian jauh dari pujian (berlaku sebaliknya), hobi membaca, menulis, dan berdiskusi, tidak melupakan kewajiban utama untuk kuliah, dan juga terus berusaha untuk mendekat dengan Tuhan.

Pemimpin adalah
.... mereka yang selesai dengan urusannya sendiri
.... menutup pintu organisasi mu paling malam dan membukanya paling pagi
.... mendengar apa yang orang tua perintahkan walaupun itu bertentangan dengan egomu.

"Kalau kau ingin jadi pemimpin,
menulislah seperti wartawan, dan berbicaralah layaknya orator"


Akhirnya sesi penyampaian materi pada OMT hari itu selesai. Acara hari itu dilanjutkan dengan kegiatan sharing dengan kabinet-kabinet BEM FTSP sebelumnya diselangi makan martabak dan pohong huehehee. Sebenernya agak pundung waktu sesi ini, jadi ceritanya, kita kan duduk melingkar nah kan ada pohong sama ada martabak yah. Nah saya duduk di sisi kiri dan martabaknya itu diputer dari sisi kanan, nah kan ternyata waktu udah sekali muter, martabaknya MASIH ADA SAUDARA-SAUDARA, terus kan diputer lagi, tapi lewat sisi kanan dulu yang notabene banyak cowo-cowonya, ahahahaha terus pas martabaknya mau lewat, Odi sama Adnan itu senyum licik gitu ke sisi kiri bwakaka soalnya martabaknya udah bakal abis... dan emang abis sebelum saya dapet dua martabak. yasudahlahya.. :p abis sharing-sharing itu, kita makan tumpeng dan penampilan penugasan forkom hehehee. seneng banget diangetin sama api unggun gitu.. makan nasi tumpeng, minum es jelly, makan mie pedes yang pedesnya naudzubillah.. nyanyi-nyanyi bareng.. yang paling seneng sih.. meskipun saya satu-satunya yang dari Kominfo (Ella cuman dateng di hari kedua dan di 2 materi itu aja), untung saya ga kesepian jadi ga sedih gituloh maksudnya.. heehee.

Udah sih, satu paragraf diatas pemanis doang ehehe, pokoknya OMT kemarin cukup membangunkan banyak DNA-DNA yang tertidur sebelumnya untuk ingin belajar lebih dalam banyak hal, ada perbaikan yang ingin bisa dilakukan, tapi masih belum yakin ingin membantu untuk membenahi yang mana dulu. Semakin banyak belajar dan ketemu dengan orang-orang yang "lebih". Saya makin ngerasa........ banyak belum tahunya.


31.5.15

Paid off.


Terbayar sudah. Itu adalah kata pertama yang terbesit dalam hati ketika saya melihat video ini. Rasanya hanya ingin tersenyum dan merasa terharu ketika melihatnya.

"alhamdulillah"

Setelah pahit-manis kerja keras beberapa bulan kemarin, akhirnya semua berakhir dengan indah. Mungkin saya tidak memulai perjuangan seawal teman-teman pengurus harian dan konseptor lainnya, dan jujur saja ini sangat mempengaruhi kinerja saya di awal. Mungkin saya hanya bagian kecil dari tim besar yang selalu mengukir cerita baru di tiap tahunnya. Banyak hal yang harus saya korbankan beberapa bulan terakhir ini, mulai dari tenaga, waktu, dan pikiran. Perjuangan luar biasa sampai akhirnya satu persatu perjuangan saya mendekati titik akhirnya. Terikat dengan tiga tugas dalam satu waktu dan faktor kesehatan yang sedang buruk, membuat saya benar-benar belajar banyak tentang hidup, bisa dikatakan- dalam semester IV ini. Mulai dari rapat hampir setiap hari, pembahasan yang beda, pembagian waktu yang tumpang tindih, mobilisasi kesana kemari, semua nggak akan bisa saya laksanakan tanpa bantuan teman-teman. Walaupun harus dicemoh, walaupun harus merasakan beban moral, walaupun harus dimarahi orang tua, bahkan berat badan saya sampai turun sebanyak 6 kilo wkwkwkwk, tapi saya bersyukur.. semuanya bisa saya selesaikan pada akhirnya.

Nggak bisa bayangin, kalau malam itu, saya masih merasa sungkan dan takut untuk menelepon pakde. Alhamdulillah, dengan dorongan teman-teman dan kondisi rapat yang sangat sangat baik, akhirnya  saya memutuskan untuk menelepon beliau sehingga bisa mendapat kabar baik. :')

Mulai dari persiapan, pencarian dana, rapat koordinasi, sampai akhirnya hari H TM, perlombaan, dan penutupan selesai, semua punya ceritanya masing-masing. Saya ingat betul, rasanya panik waktu denger ada peserta yang terluka sampai dijahit belasan jahitan, bahkan ga hanya sekali saya pergi ke rumah sakit hari itu, rasanya mengurus administrasi, bersosialisasi dengan orang tua, yang ini paling deg-degan, harus berbicara dengan orang yang saya belum pernah tahu karakternya, apalagi bertemu karena kondisi yang tidak baik, alhamdulillah masalah akhirnya juga selesai. Berpergian bersama 6 teman buat mengambil uang hadiah, haha nyampe rasanya punya bodyguard pribadi gitu, heheehe, udah gitu ditraktir kue bulet-bulet. Saya juga ingat.. suatu siang saya nangis di McD gara-gara kejadian yang menurut saya gak adil oleh seorang mbak mbak teller dan baper juga sih, wkwkwkwk. Seharian waktu closing party bawa ransel kemana-mana karena isinya weitsss hahaahha. Di kampus sampe malem terus ngelihat temen-temen muterin kampus pake troller sambil nyanyi-nyanyi buat nyiptain euforia. Seru banget! Ngelihatin kerja kerasnya temen-temen dari masing-masing event buat TM, buat ngoreksi, buat bikin kunci jawaban, buat ngajarin adek-adeknya. Ngurus ke bank lah gini lah, datanya ga sama lah, ini nya masih minus lah, ada perlu ini perlu itu. Nggak bayangin deh kalo gaada orang-orang baik seperti teman-teman huhu...

Coba gak ada kalian. Coba saya ga ngapa-ngapain. Kangen gak sih kalian? Sumpah saya kuangen banget rek. Kangen suasananya. Kangen kerja kerasnya. Kangen rapatnya. Kangen ngalem-ngalemnya. Kangen mikir bareng-barengnya. Kangen mangkel-mangkelnya (kadang wkwk). Kangen kekeluargaannya. Kangen nata audit sambil nyanyi-nyanyi sambil main gitar sambil ngerumpi. Kangen makan di Gotri terus aku yang nyetirin mobil kayak ibu nganterin anaknya. Kangen duduk-duduk di lobby saking aku gapunya jobdesc pasti. Kangen pergi bareng ke Plaza Marina. Kangen nganter-nganterin konsumsi ke Rumah Sakit Haji sambil belanja di Giant. Kangen njemput Icak buat jualan angkatan. Kangen rapat rame-rame mikir semua di R.14 dan Audit. Kangen nata-natain kelas sampe mualem, sampe hujan-hujan  itu. Kangen jemputin Vio pagi-pagi wkwkwk terus LINE ku jadi di add sama Ujik. Kangen gelendot di R.14. Kangen nyetel lagu pake sound di gazebo. Kangen gangguin anak ngoreksi di R.13. Kangen di R.4 nyariin kunci di kampus gara-gara kuncinya saya ilangin. Dan buanyak deh lainnya.


Ya, selalu ada cerita baru ketika kita berjalan kedepan. 

29.5.15

asking me.

29/05/2015 : 4.59 : tempat favorit rizka

Pagi, blog.
Setelah sekian lama gak ada waktu buat menulis di blog, akhirnya aku datang kembali (dan jujur, rasanya agak aneh buat merangkai kata..)

Coba tebak aku lagi dimana? hehehe. Setelah baru aja duduk di sini, rasanya kayak baru aja duduk di mesin waktu. Aku inget banget, ini adalah tempat belajar favoritku waktu aku masih seorang siswa kelas 12 SMA. Yang hidupnya hectic banget dengan pertanyaan:
 "Aduh, entar tryout apaan?", 
"Aduh, entar aku daftar mana ya?",
 "Maa, aku bisa gak yaa?", 
"Maa aku gak yakin ingin pilih apa", dan lain-lain.
 Sekarang jam 4.59, langit masih gelap, sama persis kayak keadaan 3 tahun silam. Aku betah banget duduk di sini, di beranda depan rumahku, nyampek jam 2 pagi, berteman dengan nyamuk-nyamuk yang sadly mereka sangat ganas dan nafsu dengan darahku huehehehe. Gara-gara kebiasaanku yang agak weird ini, satpam di kompleks rumah jadi hafal sama aku, mungkin karena tiap bapak-bapaknya ronda lewat depan rumahku, ada pemandangan aneh gt kali yaa --' 

"Gak kerasa ya."
itu semua udah 3 tahun silam. Kenapa waktu semakin cepat berlalu? tapi rasanya aku belum pergi terlalu jauh dari tempat sebelumnya. Rasanya aku masih segini-segini aja, gini-gini aja, dan disini-sini aja. God, did I waste my times too often or did I not realize that things already go swiftly and much around me? I'm not sure.

25.5.15

immortalize your journey



menulis adalah sebuah perjalanan. bukan hanya perjalanan fisik namun perjalanan perasaan.

28.2.15

Curhat juga sih ujungnya...

huihihihiihii hui semua! ciyeee Sabtu pagi akhirnya di rumah aja deh, ya Riz? seneng ga tuh.
hmm setelah kubaca-baca blogku sendiri, kenapa banyak curhatannya banget ya? hiks! abis aku bingung gitu deh mau tulis dan share apa gitu sbenernya drpd curhatan2 itu td.

sebenernya ada dua kegiatan pelatihan yang baru aja aku ikutin, tp kayaknya agak berat buat ku tuliskan, soalnya lagi pengen nulis yg santai2 aja di sela2 kesibukan hari ini, hwahahaha *gaya bener. okey, jd aku mau cerita sedikit, suatu hari ada junior gitu yg ngechat aku

'mbak, mau cerita2 poo'

terus, yaudah kita bercerita-cerita. ternyata tuh adek, lagi pengen sharing masalah kuliah dan kegiatan2nya. sebagai mahasiswa baru yg harus mengikuti beberapa proses penyesuaian dia merasa kewalahan dengan membagi waktunya, krn menurut dia, dia lagi transisi dr kebiasaan dia di SMA ke kehidupan perkuliahan. ga cuman waktu, masalah pemahaman ilmu, izin orang tua, jg masih penyesuaian. okelah, krn aku pun juga melewati fase itu, aku coba dengerin cerita adeknya lebih lengkap, dan memberi saran, krn kita lagi sharing, jd sistemnya dua arah dong.

waktu kita sharing, entah lawan bicara kita itu pengetahuannya lebih dari kita atau kurang dari kita, pasti ada yang bisa kita serap ya, saat kita sharing. kita sama2 belajar satu sama lain. belajar mendengarkan perspektif orang terhadap suatu masalah, yang bisa jadi, itu berbeda sama perspektif kita. 

namanya juga perspektif, ya kan?

ga hanya itu, waktu sharing, ada kesenangan tersendiri ketika kita bisa bantu kasih saran ke mereka, terhdap masalah2 tersebut, dan hari2 stelahnya, mreka bilang2 makasih ke kita krn sarannya bs membantu, wow:)☺

ga hanya itu juga, waktu sharing, kita bisa ngerasa lebih deket dan dipercaya secara personal sama seseorang. secara, orang di dunia ini berbeda2, ada yg condong ekstrovert gitu dan ada juga yang introvert.. gatau kesimpulan dr mana, tp menurutku, biasanya orang yang ngajak buat sharing itu malah cenderung anak2 intovert. knapa deh? krn mreka gbs sharing2 di depan org2 banyak. mreka lebih nyaman terbuka dengan org2 tertentu. mreka butuh banyak pertimbangan smpai akhrnya mreka memutuskan buat berbagi masalahnya.

karena, aku sendiri anaknya semi-semi intovert, hahahaa??

jadi nih ternyata ya... belajar itu hal yang luas.
ga harus duduk di dalam kelas. mengikuti proses belajar yang formal bgt. ada jam nya, ada nama pengajarnya, ada nama pelajarannya. way too strict:-/ we can gain many things to learn at anyplace, any condition, asal mata hati telinga kita buka lebar2. peka ke lingkungan. ke sesama. ada banyak hal di sekitar kita yang bs kt jadikan objek pembelajaran. bahkan dengan membc curhatan2ku di blog ini mgkn? psti ada yg pengen aku smpaikan :}

3.2.15

Making Cupcakes! ;)

Hey blog, it's raining at my home and i'm feeling tired after taking care of some matters with my friend. So here I end up - again! hekekekek. I really catch you very soon, aye? :P

I think I wanna share my experience in making cupcakes times ago! because i scare i might forget how to make it (because i still have no time to make it again), so i'll blog it here!

Things you need to prepare:
  • Flour, i buy one that already mixed one pack with the addition ingredients (such as vanilli, etc), it will make your works 100x times easier hehehe!
  • 2 eggs
  • oil
  • chocolate
  • powdered sugar
  • cupcakes mold
  • oven
  • colorful candy/any cake garnish

Ways to make it:
1. Prepare the flour at a bowl/the mixer bowl, add 2 eggs into it, then also pour the oil (it's about 10-15 tablespoon). Mix them! Until the color turns into slightly light yellow. You just need to turn the mixer power into the maximum, and hold it for 5-7 minutes. And tadaaa your needed mixture is there!
2. Prepare the cupcakes mold, the aluminum ones and the paper ones. Place the paper cupcakes mold inside the aluminium ones, and place it into a bigger-rectangular-aluminium-mold, so it will be way simpler to place inside the oven.
3. Pour the cupcakes mixture into the mold, adjust the amount with your oven heat, if it burned the cake swiftly, just add into 7/8 part, if it burned normally just add the mixture fully. :) 
4. To not make my cupcakes taste plain, I usually add cheese/caramel/chocolate in the middle of it. So I pour the mixture into 1/2 part, and add the filling (grated cheese/caramel/etc) into it, then continue adding the mixture into the 7/8 or fully part. After it's ready, place it inside the oven! And wait until 15-20 minutes, depends on the type of your oven.

waiting it to be fully baked yayy yayy
5. While waiting your cupcakes to be done, let's prepare for the decorating part! I usually make it from chocolate or you can make it from icing! I will describe you both..
6. To make the garnish from melting chocolate, I usually buy the white-chocolate ones, so I can make some color- not only white or chocolate, hehey. Melt the chocolate above the hot water, when it's melt enough, take it and placed it above the cupcakes. So easy, right?
7. If you want to garnish it with icing/cream, you need to prepare butter, powdered sugar, vanilla, and milk! Just mix them for some minutes until it tastes and looks like a cream, then just add it into a triangle plastic, cut the tip, and BHEW! Make your own icing above your cupcakes!

my first attempt in making cupcakes
8. Have a happy tummy with cupcakes! ;)

I can't provide many images/videos huhu, sorry! I was so busy making it last time that I didn't take many pictures! I only can hold my phone when I already washed my hands.. teheee! I'll show you better next time when I make it, insyaAllah. By the way.. i really miss cooking something (mostly for someone :P) huhu!

17.1.15

you got nothing, friend.



Pengaderan.
Doktrin yang sangat di elu-elu kan di kepala kita semasa kita menjadi penghuni baru dalam suatu lingkaran pendidikan. Konon katanya, pengaderan akan selalu ada semasa kita hidup. Karena, pengaderan adalah suatu proses perbaikan dalam tiap-tiap diri kita untuk menjadi seseorang yang lebih. Dan, harfiahnya, kita hidup setiap hari memang untuk menjadi sosok yang lebih baik dari hari kemarin, bukan?

Banyak metode yang disiapkan oleh 'mereka' yang lebih dulu mengerti tentang kehidupan di tempat yang baru kita tempati, dalam rangka mengubah kita menjadi sosok-sosok yang mereka cari, mereka bentuk, atau mereka rasa pas untuk diberi tongkat estafet kepengurusan kehidupan di tempat, yang konon katanya sangat mereka cintai. - which I think, the truth of this statement, still need to be questioned again.

Banyak metode, banyak juga latar belakang, dari orang-orang yang mau mengikuti rangkaian proses dari kaderisasi ini, atau selanjutnya, mereka ini adalah objek-objek dari pengkaderan itu sendiri.

Ada yang karena merasa ini adalah sebuah kewajiban
Ada yang karena merasa ini adalah sebuah kebutuhan
Ada yang karena ingin diberi pengakuan
Ada yang karena takut menjadi minoritas karena teman-temannya mengikuti ini semua
Ada yang karena ingin mencari sebuah kepopularitas an
dan kemungkinan-kemungkinan lainnya yang mungkin pernah terbesit di pikiran mereka

Sebenernya aku sendiri juga bingung, mana sih landasan yang paling baik yang harus dimiliki oleh objek pengaderan? :/ Aku rasa, semua latar belakang dari seseorang dapat diterima - apapun itu, karena tiap-tiap dari kita punya pandangan tersendiri ketika kita akan mengambil sebuah keputusan. Bukankah begitu ?

But for me.. there's one thing that we should realize or have upon our other decisions in joining this process, kesadaran. Kenapa itu? Yep, menurutku, kesadaran lah yang akan membimbing kita menuju latar belakang yang lain. Begini cara kerjanya, ketika kita hanya tahu bahwa proses ini adalah kewajiban, kebutuhan, tuntutan, ataupun yang akan memberikan timbal balik, entah itu negatif ataupun positif, tanpa kita punya kesadaran, tentu hal ini ga akan membawa kita menuju kesana. Ketika kita hanya menggunakan perasaan untuk memilih ikut dalam proses ini, suatu saat perasaan dapat datang dan pergi. Kadang iya kadang nggak, kadang rajin kadang malas, seperti itu. Tapi ketika kita menyalakan kesadaran, kita punya reminder dalam diri kita sendiri.

Mungkin, terkadang proses ini terasa menjemukan, penuh dengan 'dibuat-buat', menghabiskan waktu sia-sia, dan lain-lain. Karena hanya sepanjang itulah mindset yang kita bentuk. Kita hanya merasa itu sebuah kewajiban, kebutuhan, dan tuntutan, tanpa ada kesadaran. Dan ketika semua perasaan itu sudah terasa terpenuhi, kita menanggalkan semua proses yang sudah ikuti, kembali menjadi kita yang lama. 

Hilang karena sudah mendapat penilaian
Hilang karena sudah merasa lebih dari yang lain
Hilang karena merasa ketidak adilan sudah menginjakmu
Hilang karena sudah merasa tahu dan tidak berkewajiban

you got nothing, friend.

aku bukan individu yang mengelu-elukan proses ini, sama sekali tidak. tapi, kalo aku boleh berbagi cerita denganmu, aku punya kesadaran kalo aku ingin merubah diriku menjadi lebih baik. bukan karena orang lain, bukan karena mereka suruh, tapi karena aku sedang belajar, melihat, dan mendengar, kalaupun aku berbuat salah dan buruk, itu karena aku masih belajar. aku bukan Tuhan yang sempurna. aku menikmati prosesku. 

ketika aku merasa waktuku terbuang-buang, mungkin aku yang sedang tidak sadar, kalau aku sedang diberi waktu bersama teman seperjuanganku, untuk berbagi cerita isi hati keluh kesah bersama, untuk melatih diri berbicara, untuk menyelesaikan permasalahan bersama. lagi-lagi, bukan karena mereka atau siapapun, tapi karena aku sadar. Jadi, ketika aku merasa berat akan kewajibanku, aku beri waktu untuk diriku berpikir, menggali kesadaranku akan mereka dalam diriku 

or I got nothing.