Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

31.8.17

Agen Rahasia

2015-2016, yang 2014-2015 menyusul  ya 😀

Kemarin malam, aku buka instagram, beberapa saat sebelum tertidur. Hahaha, aku update sesuatu sih, terus dikomen sama temen-temenku yang sekarang lagi merantau di Jakarta. Kami dulu berada di kepengurusan yang sama selama dua tahun di bangku kuliah. Aku jarang bercerita tentang kegiatan yang satu ini, karena dulu pergerakan kita harus tersembunyi dan dibalik layar. Karena, sekarang kami sudah tidak bertugas, aku anggap aku bisa menceritakan tentang keluargaku yang satu ini ya 😆

Jadi, dulu semasa tahun kedua dan ketiga di kampus, aku merupakan bagian dari steering committee pengaderan di jurusan. Jumlah kami dulu berlima belas, dengan formasi yang diubah di tahun kedua ku berkegiatan disana. Hahaha, terlalu banyak kenangan dan kejadian mulai dari yang seneng-seneng, sedih-sedih, tegang, serius, santai, kocak, pahit, asem, manis, nano-nano dah yang sudah kita lalui.

Kaderisasi, itu adalah sesuatu yang "terlalu panas" buat dibahas saat itu. Jadi, dulu awal tahun kami bertugas, ITS lagi gencar-gencarnya melakukan patroli untuk menekan angka pengaderan yang dilakukan dalam jurusan. Mengingat, ada beberapa hal yang ga mengenakkan yang terjadi di dalam jurusan karena pengaderan. Dan sudah banyak orang tahu juga, pengaderan ITS itu agak strict karena kadang ngga mengenal waktu, sampai larut malam. Padahal, mahasiswa baru itu sedang di dalam masa transisi, mengenali lingkungan barunya, mengenali apa yang akan mereka hadapi di perkuliahan, dan menurut birokrasi, pengenalan dengan pengaderan yang sampai memakan banyak waktu, itu bukan yang seharusnya diterima oleh mereka. Jadi waktu itu, kayak ada "pakta" dimana elemen pengader harus tanda tangan diatas materai yang isinya adalah batesan pengaderan-pengaderan yang boleh dilakukan, contohnya adalah batasan waktu. Sudah lama nggak bahas ginian, udah lupa detail istilah-istilahnya, wkwk. Intinya, kalau kita nyemplung ke dunia "pengaderan", sama aja kita nyemplung ke zona perang dingin antara aktivis mahasiswa dengan birokrasinya. Namun, ini bukan rumus yang mutlak, karena beda pengurus birokrasi entah di tingkat institut, fakultas, ataupun jurusan tentu berbeda pula kebijakan-kebijakannya, dan penanganannya dalam menghadapi issue ini.

Dulu, hampir setiap hari dari pagi sampai malam (tengah malam, lebih tepatnya), aku habiskan waktuku di kampus, salah satunya untuk kegiatanku ini. Belum lagi, di tahun ketiga ku, aku aktif di himpunan dan kaderisasi, kadang sampai puyeng, dan ada ketimpangan, karena kadang aku lebih nyaman dengan teman-temanku di A daripada di B. Lebih suka mikirin tentang masalah A daripada masalah B. Nggak mesti sih, berusaha sebaik mungkin menyeimbangkan keduanya.

Jadi seseorang yang pemikir, ternyata cukup cocok juga aku berkiprah di dunia ini. Kadang juga sebel sama mereka-mereka, apalagi kalo udah masuk tanggal-tanggal minggu akhir perkuliahan, udah mulai panik sama urusan akademis, padahal timeline pengaderan juga padat-padatnya dan penting-pentingnya adalah di bagian-bagian akhir juga. Emang, kadang kerasa sih, aku bukan termasuk SC yang berani buat speak up kayak para alpha male, tapi aku punya caraku sendiri. Aku lebih nyaman encourage adek-adekku secara ngobrol personal. Tukar pikiran dalam lingkup kecil, dan aku belajar banyak dari hal itu.

Teringat dalam suatu pembicaraan dengan senior mantan kahima ku, mas Taufan bilang, semoga apa yang kami kerjakan saat ini itu bisa menambah pahala dan timbangan amal kebaikan. Karena, kita nggak pernah tahu, bagian mana dari perkenalan kita dengan seseorang yang telah merubah seseorang itu. Entah, bagian sukses mana yang mereka akan capai di hari kedepan, bisa jadi, karena hal kecil yang sudah pernah kita bagi atau ajarkan ke mereka di saat perjumpaan itu. Mendidik, memang adalah sesuatu yang "ajaib".

Emang, sekarang, aku udah nggak sedeket itu sama adek-adek pendampinganku, mungkin aku emang kurang baik dalam bermanis-manis atau berbasa-basi, sama orang huhu. Tetapi, aku seneng lihat adek-adek sekarang sudah nyaman di bidangnya masing-masing. Ada yang jadi cakahima, wakahima, aktif di BEM, aktif di kegiatan ilmiah, bahkan masuk jadi tim PIMNAS dari jurusan, aktif jadi koor suporter, bisa menaikkan indeks prestasinya yang dulu sempat jatoh, jadi ketua UKM. Kalian hebat :) Maaf kalau aku masih banyak kurangnya dalam menyampaikan informasi-informasi.

Jadi kangen sama anak-anak SC yang gokil macem Saif dan Rio, huahaha. Maaf ya aku anaknya gak humoris sama sekali :)) Papi kirom, yang bijak, masih lancar juga komunikasi, wkwk biasanya sharing-sharing lamaran pekerjaan. Cornel, sang komtang-DPA. Mas Fajar, Kipli, yang own their own rules. Mas fuad yang paling diem diantara kami semua. Kangen sama azizah, bella, mbak dita (ibu kami semua), chelle, tias, mbak nana, dan KIKIK, yaampun temenku curhat dan pulang ke rumah kalo rapatnya kelewat malem. Dan yang lain belum disebutin. Terutama, buat adek-adek kyu semuanya yang sweetnya masyaAllah, ngasih kita kenang-kenangan di CD, kangen makan-makan bareng, baca doa mau rapat, kangen cerita pelatihan kita yang pertama wkwkwk. Well, too many memories, I guess.

Sukses buat semuanya! Semoga kita bisa segera ketemu lagi! Jangan lupa dateng wisudaku ya! 24 September 2017! Hahahah, wkwkwk!

R

10.1.17

What's next

Cerita ini harus diawali dengan kisah kilas balik sewaktu saya masih berumur 20 tahun. Saya memiliki teman kecil yang bernama yunita. Dan kami memiliki tanggal lahir yang tepat sama, yaitu 11 Juni 1995. Sehingga, kami sering menyebut diri kami sebagai "geng gemini" setiap kali kami melakukan perjalanan atau bermain bersama. Di penghujung umur 20 tahun kami, kami berbincang-bincang seperti biasa, lalu sampailah kami pada topik "kita habis ini akan berumur 21 tahun lho". Kami mulai menyadari bahwa umur 20 tahun bukanlah umur yang sedikit. Maka, kami merasa perlu untuk melakukan perubahan-perubahan dan membuat goals dalam perjalanan kami kedepannya.

Pada dasarnya, kami memang seringkali bertukar pikiran baik dari masalah paling sepele sampai yang paling berat sekalipun (tentang kegalauan perempuan timur pada umumnya) (lhah emangnya apaan?). Oke, jadi waktu itu pembicaraan dimulai dengan pertanyaan,

"Apa yang pengen kamu lakukan di umur 21 tahun?"

Pertanyaan yang cukup sederhana, namun juga lumayan membingungkan bagi orang yang kadang lebih suka menjalani hidup sesuai bagaimana jalannya, tipe yang let it flow gitu, tapi juga tetep punya ambisi, tapi juga nggak ambis-ambis amat. Beberapa hal mulai kami sebutkan. Dan dari kesemua itu, kami memiliki satu kesamaan, yaitu "ingin belajar menjadi lebih dewasa". Wkwkw poin tersebut memang masih  sangat general, karena parameter kedewasaan sungguh sangat abstrak bagi setiap orang. Lalu, kami mulai mendetailkan apa itu dewasa yang ingin kami capai di umur 21 tahun, salah satunya yaitu bisa mandiri secara finansial. Kalaupun tidak dalam bentuk yang "kami bisa membiayai hidup kami sendiri", setidaknya kami ingin belajar menjadi mandiri finansial yang "kami sudah tidak perlu minta uang saku lagi". Beberapa ide berbisnis mulai bermunculan saat itu, namun terhambat karena faktor ketidaktersediaan modal dan kurangnya keseriusan dalam menyusun rencana berbisnis hahah.  Sebenarnya, apa yang paling saya dapat ambil sebagai pelajaran, dalam perbincangan saya dengan yunita saat itu, jadi pada akhirnya kami membuat janji. Janji yang pertama adalah kami harus mencari pekerjaan sampingan yang setidaknya dapat membantu orang tua kami dengan tidak meminta uang saku lagi, dan yang kedua adalah kami harus mengikuti lomba KJI Busur. Dan di penghujung tahun 2016 ini, kami baru menyadari kalau kami sudah menepati janji kami. Kami telah mengirim proposal KJI Busur, walaupun hasilnya tidak sesuai harapan, but at least we tried, lalu yang selanjutnya, kini kami sudah mulai mencari penghasilan sendiri, ya mungkin ini  sudah cukup familiar di kalangan mahasiswa, yaitu kami menjadi guru les privat. 

Sedikit saya tahu, mencari rezeki bukanlah pekerjaan yang ringan, kadang godaan rasa malas itu seringkali datang, apalagi bila urusan kuliah juga sedang hectic-hectic nya, atau bila ada ajakan dari teman-teman untuk keluar bermain, dan yang paling kronis adalah ketika rasa penat sedang melanda.. sehingga baru melihat sampul buku pelajaran adik les aja, otak sudah berasap. Namun, rasa lelah yang datang selalu terasa terbayar ketika saya bertemu adik-adik yang merupakan teman belajar saya, dan sedikit mulai hilang seiring durasi mengajar saya terus berjalan.. Sebuah kepuasan tersendiri dapat membagi ilmu. Teringat ketika saya masih seumur mereka pasti saya juga merasakan bingung dalam menyelesaikan atau mempelajari hal-hal itu, dan kini saya entah bagaimana, alhamdulillah, rasanya dapat berpikir lebih "encer". Ketika saya belajar bersama Gita dan Tasya, saya merasa selangkah lebih dekat dengan mimpi saya, untuk menjadi dosen, ataupun untuk membuat sekolah. Maka, saya sangat bersyukur Allah mengantarkan saya pada kesempatan ini.. Hal yang ingin saya lakukan sejak dua tahun lalu namun terhalang karena sebulan setelah saya mengajar Vivo (murid pertama saya), saya sakit, sehingga mama tidak mengizinkan saya untuk meneruskan. Kemudian, setahun belakangan disibukkan dengan kegiatan non-akademik di kampus.

Saya sadar, seringkali saya menolak untuk keluar dari zona nyaman saya dan banyak kesempatan yang tidak saya coba ambil karena kekhawatiran akan "ketidak mampuan" ataupun "kegagalan". Maka, semoga di hari-hari berikutnya, saya dapat lebih berani untuk mencoba. Kisah hari ini terlalu kesana kemari ya, tetapi ini saya tulis supaya dapat menjadi pengingat dan wujud syukur di hari-hari kedepan.

R.

4.1.17

Hello, 2017!


Hi, Marmut!
Setelah saya lihat-lihat, blog saya isinya mulai gloomy lagi ya. Hehehe, sebab memang perjalanan yang lebih sering saya arungi adalah perjalanan perasaan, selebihnya saya kurang ada waktu (beuh) buat melakukan, selain itu kurang ada dana juga. Jadi ya.. perjalanannya mungkin berkisar rumah-kampus-rumah kedua-rumah adik les-rumah gitu terus atau mungkin ada rute tambahan ke mall-superindo dekat rumah kedua. Oleh karena itu, sebenarnya banyak sekali tumpukan draft yang isinya lebih ke melodrama-way sehingga berhujung tidak jadi di post. Memang, hidup akhir-akhir ini terasa agak flat, dan gejolak yang ada, mayoritas terjadinya di dalam hati. So, pardon me blog for those blue and gloomy writings in here lately. I'd like to replace them with many beautiful and happy stories in return.. if Allah gives me the chances hopefully. :) Ohya, dan by the way! Akhir-akhir ini lebih aktif update seputar kisah hidup di tumblr, karena emang disana lebih mudah diakses! Selain itu, belum nemu aplikasi blogging yang ga ribet untuk blogspot di iOS, mungkin ada saran? Jadi sangat agak males untuk bercerita disini, sebab rada susah buat mindahin foto-foto! Dan kadang, rada males juga buat ngetik yang panjang sehingga cerita hanya diwakilkan dengan foto-foto. Wkwk terlalu banyak alasan yah? Namun, karena ini sudah memasuki liburan semester ganjil di universitas saya, welcome back blog!

How is  the 2017 so far, guys? Hope it was good and it would be for the rest of it yhaa! Baru berapa hari sih? Empat kan ya. Agak nggak percaya juga kalau tahunnya sudah berganti lagi. Terlalu cepat rasanya! Mengakhiri tahun 2016 dengan kejadian-kejadian yang agak menguji rasa sabar dan ikhlas, ya Allah, kayak cobaan kok ada-ada saja gitu... Namun, yaa begitulah hidup. Pada akhirnya, cuman harus menerima kan ya? Dan percaya kalau semuanya akan baik-baik saja. Agree?  Terima kasih 2016 untuk pelajaran hidupnya. Semoga saya mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa tentunya.. dalam bertindak maupun berperilaku.

2017 akan menjadi tahun yang sangat penting dan melegendaris dalam perjalanan hidup saya. InsyaAllah, semoga dapat lulus dengan gelar sarjana di tahun ini. Aaamiiiin ya Rabbal alamin. Lalu, mulai mengejar satu persatu target berikutnya. Most of the time, I was thrown in between anxious, curious, scared, you named it.. ! Tetapi gimanapun, saat itu akan datang juga! When life slapped me right on my face, that I need to get up, and be ready about whatever that coming in reality.. haaahh


Hmm, kemarin mengawali awal tahun dengan jalan-jalan bersama, hahaha. Kita nonton Star Wars Rogue One lohh! Dan gak tahu kenapa, saya terkesima sekali waktu menontonnya! Wkakaka, ceritanya nih, saya kan nonton hari.. Minggu ya. Nah, seminggu sebelumnya, saya itu bermalam sama adik saya di rumah Nginden yang notabene layanan tv kabelnya baru aja diganti. Berhubung itu malam natal, di TV itu banyakk banget film-film, termasuk salah satunya Star Wars yang Force Awakens. Pertama kali lihat itu, langsung ketagihan aja. Suka sama karakter-karakter dan animasinya! Wkwk Rey is super cool, indeed. Dan waktu tahu Rogue One  yang main itu Felicity Jones, makin lah pengen lihat! Jadi waktu diajakin nonton itu langsung mau deh.Yippiiieeeee! That day was so fun! Jadi pengen beli merchandise nya Star Wars wkwkwkwk bahayaa iniihhh. Tidaaak!


Oh iyaa. Saya sama mbik tadi jadi anak kedokteran sehari loh! Numpang ngasih surprise dan foto doang sih disana. Uhuuuyyy Selamat Pinuuuu S.Ked nya! Weee doain kita-kita yang masih baru sidang proposal yaa! Semoga lancar koas nya, bermanfaat ilmunya, dan bisa jadi dokter yang dapat mensejahterakan banyak orang dengan kesehatan. Kesehatan itu modal utama lohh. Tadi jadi mikir.. rasanya beda latar belakang banget ya antara anak teknik dan kedokteran. Kalau teknik, hubungannya dengan benda mati, nah kalau dokter, hubungannya langsung dengan makhluk hidup. It brings a really different responsibility.. Namun, apapun disiplin ilmunya, yang terpenting semoga dapat memberi manfaat untuk khalayak banyak. ;) Wkwkwk waktu tadi berkunjung kesana, yang senang adalah bisa bertemu lagi sama beberapa teman-teman. Dan beneran yaa.. dunia itu serasa sempit sekali. Bahkan, saya tadi ketemu anak yang waktu itu pernah ngetes gula darah eyang saya waktu jalan-jalan di Taman Bungkul dan dia masih inget aja wkwkwk. Terus ngga sengaja ketemu juga sama kembaran saya waktu SMA, sekarang udah beda sih, dianya makin kurus, sayanya makin... Ah sudahlah.

Yap. Segitu dulu ceritanya. Sampai jumpa di cerita-cerita selanjutnya yaah, Marmut! Kamu jangan galau yaa! 2017 akan jadi tahun yang lebih bahagia, semangat semangatt. May the force be with you! B)

R.

16.8.16

Counting pertama!


Hai, marmut..

Semalem niatnya mau ceritain kisah pergi counting sama temen-temen di Malang weekend kemarin, hahahaha karena kocak banget, apalagi ada 2 perawat yang warbyasah di shift malem dua hari kemarin,  eh ternyata ketiduran duluan. Jadi aku kasih foto aja sama video iseng di atas ya :p Lumayan banget dehh kerja nyambi refreshing. Huah, minggu akhir kerja praktek nih, kegiatan padetnya mantep joss tenan. Selain harus ke kantor yang perjalanannya lumayan jauh, ngerjain tugas, tetep ngelesin, njemput adek, bikin laporan, dan sisanya udah pake istirahat langsung. Sedih campur seneng karena sudah mau selesai, Habis ini harus lebih semangat lagi!

car free day di Idjen, Malang

dari yang php di Ranu Pane

Hahahah ohiyaaa, tapi, karena hari ini adalah hari Selasa yang notabene harinya asistensi laporan ke dosen, jadi dapat day off sehari. Walaupun sedih soalnya dosennya ngambek sama kita, dan ngambeknya udah tiga minggu banget! Akhirnya, setelah fix ngga ada asistensi lagi buat minggu ini, dan untungnya tiba-tiba ada Rizal sama Temon yang ngajak dan mau diajak main. Sebenernya niatnya cuman mau ke SAC (Student Advisory Center) di Sukolilo buat nanyain persyaratan scholarship vacancy gitu, tapi sekalian main-main buat menghibur diri yang suntuk ini. Nah, karena mumpung lagi ke Sukolilo yang jauh sama Manyar hahaha, kita jajan-jajan deh di kantin pusat, terus foto-foto biar kelihatan bahagia. Ngga jelas sih fotonya tapi malah bikin jadi bahagia beneran yeyyy.




Selain itu, hahahahaha, jadi kan, aku pengen nabung nih ya di bank, udah bawa buku tabungan juga kan. Nah kemarin itu aku waktu magang tanya ke ica,
R : Caa, di deket sini ada bank BNI ngga?
I : Ada, di kedungdoro itu. Emang mau ngapain?
R : Oh, kayak nya tahu. Mau nabung caa
I : Yaelaaahh, setor tunai aja
R : Ngga tau caranya Caa , takut keisep uang nya
I : Yaelaaah katrok, ndesiiitt
Terus dia ketawa-ketawa, hahaaha ngga cuman Ica aja yang ketawa. Jadi nih, di tempatku KP, ada dedek dari Banyuwangi namanya Nizar. Dan dia kan duduknya di sebelahnya Ica, jadi otomatis kedengeran percakapan kita. Dan dia ikutan ngetawain! Wkakakaka akhirnya tadi sekalian diajarin deh sama anak-anak yang namanya SETOR TUNAI dan ngga lupa tetep DIKETAWAIN dulu sama dablas temon icak LAGI. Makasih lohhhh. Hahahaa ternyata keren juga ya itu setor tunai? ajaib men!




Alhamdulillah, terima kasih yaAllah sudah kasih kesempatan bisa melakukan semua ini. Semoga segala ikhtiar baik ini Engkau ridhoi. Aamiin. Bersyukur, berpikir positif, ibadah, dan sibukkan diri dalam keproduktifan, semoga hidup bisa lebih bermanfaat. 

12.6.16

Pentingnya parenting.

 

"Buah tak jatuh jauh dari pohonnya"
Pernah dengar peribahasa di atas? Mungkin sebuah stigma yang sangat akrab di kalangan masyarakat Indonesia dan menurut saya kadang peribahasa tersebut justru menjadi sebuah labeling, semisal ketika ada sebuah anak melakukan tindakan A yang kebetulan orang tua si A pernah melakukan hal yang serupa, maka tak jarang masyarakat di sekitarnya akan mengeluarkan komentar sejenis peribahasa di atas. Padahal bisa jadi, tindakan kebetulan tersebut hanya satu dibanding seratus yang sama yang pernah dilakukan oleh si A dan orang tua si A.Memperbesar cakupan di poin pertama, ada lagi yang disebut dengan stereotype, atau dalam bahasa indonesia disebut stereotipe, merupakan sebuah bentuk penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan. Jadi, kalau pada kasus pertama, tingkah laku seseorang itu dianggap tidak jauh dari tindak laku orang tuanya, di yang kedua, masyarakat memberikan persepsi bahwa tindak laku seseorang itu tidak jauh dari perilaku orang-orang dalam kelas sosialnya. 

Dan menurut saya sendiri, dua persepsi di atas adalah semacam faktor internal-eksternal yang berpengaruh pada tingkah laku anak. Kenapa tidak keduanya termasuk ke dalam faktor eksternal? Karena apa yang nantinya akan ada di dalam (sisi internal) seorang anak atau seseorang adalah merupakan investasi dari apa yang sebenarnya orang tuanya berikan. Mengingat orang tua adalah relasi yang paling dekat dan harusnya pertama kali menyentuh dunia anaknya, kecuali dalam kasus lain, seperti anak yang dibuang, anak yang diasuh saudaranya karena orang tuanya sudah meninggal. Atau dalam kata lain, kita wakilkan 'keluarga' sebagai media madrasah pertama seorang anak, khususnya orang tuanya.

Kita tahu sendiri, setiap orang memiliki sifat ataupun karakteristik yang berbeda-beda. Dan disitulah, peran parenting sebenarnya ada. Menurut saya, peran pola parenting yang diberikan orang tua kepada anaknya adalah sangat penting. Sebuah kepercayaan dari Allah untuk dapat menjadi orang tua bukanlah hal yang main-main. Ketika salah mendidik seorang anak maka bisa jadi ada satu penerus peradaban yang masa depannya terancam, karena bagaimanapun nasib atau takdir hidup seseorang kan Wallahu alam. Namun, disanalah tanggung jawab terbesar orang tua. Meskipun tidak tahu apa yang akan terjadi pada anaknya di hari kelak, orang tua harus mampu membuat dan membimbing anak mereka supaya dapat menghadapi bermacam-macam keadaan dalam hidup.

Sangat disayangkan bila kesadaran akan tanggung jawab orang tua adalah besar ini tidak disadari oleh masyarakat, contohnya, ketika ada pasangan yang ingin memiliki keturunan, namun tidak belajar bagaimana kalau kelak anaknya lahir. Apa yang sudah dipersiapkan untuk mendidiknya nanti? Apa yang sudah disiapkan untuk membesarkannya nanti? Bagaimana biaya sekolahnya? Bagaimana metode untuk mengajarkan bahwa kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan? Bagaimana mengajaknya untuk mengerti pentingnya melaksanakan ibadah, mengerti norma, dan sopan santun? Dan hal-hal sejenisnya.

Lucu juga ya kenapa kok saya nulis ginian? Hehehe, terlalu visioner :P

Sebenarnya tulisan ini terilhami, karena di masjid rumah saya, banyak anak-anak kecil yang shalat tarawih disana, banyak juga ibu-ibu yang membawa putranya untuk shalat bersama. Kadang, saya tak sengaja melihat tingkah laku anak-anak kecil tersebut, atau diajak bicara sama ibu-ibu tadi. Serta, seiring berjalannya waktu, saya bisa mengamati sendiri bagaimana perbedaan perilaku yang orang tua saya beri antara kepada kakak saya, saya, dan adik saya, dan bagaimana hal tersebut memberi efek pada karakteristik kami yang berbeda-beda. Saya juga mengerti bagaimana usaha orang tua saya dalam membesarkan kami dan berupaya untuk mencukupi apa yang kami butuhkan. Itulah mengapa terbesit dalam benak saya, kelak kalau insyaAllah menjadi orang tua berarti ada amanah besar yang harus saya emban. 

Setiap generasi memiliki tantangan yang berbeda untuk dihadapi. Mungkin, dulu di generasi saya, alat elektronik bukanlah sesuatu yang trending, tidak seperti di generasi anak sekarang ini, dan tentu aja pengawasan dan cara mendidiknya akan berbeda pula. Tetapi, hal dasar yang patut diketahui dalam parenting adalah memberikan panutan dan lingkungan yang senantiasa positif bagi anak (bersahabat dengan mereka). Itulah kenapa peribahasa tersebut ada. Menurut saya, lebih tepatnya lagi, tidak selalu sifat orang tua menurun pada anaknya, tetapi apa yang orang tua pilih untuk ajarkan kepada anaknya. Sehingga, kalau mungkin orang tuanya kurang baik, bukanlah hal yang pasti, kalau anaknya menjadi kurang baik juga. Masih ada kesempatan untuk mencetak penerus yang lebih baik.

Bersyukurlah kita yang diberi kesempatan untuk berada di lingkungan terdidik, ditemukan dengan teman-teman yang baik, dan masih ditemani oleh orang tua. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya diri, supaya generasi kedepan dapat menjadi generasi yang lebih baik. Open your eyes, guys. Insya Allah, mungkin 5-10 tahun lagi, kalianlah yang menjadi generasi "orang tua".

30.8.15

Sunday Morning





HELLO again, blog! Spent my Sunday morning by cooking pancakes with my little sister. It's a very simple sweet dish that you can cook anytime at home. You only need flour, egg, margarine, chocolate, cheese, and any flavor of jam. Then, just turn on your stove, heat your pan, and pour the dough into it, and VOILAAA your pancakes are there, ready to entertain your tummy :3



Wish you have a sweet Sunday before the college's weeks are starting! Bhay :)

31.5.15

Paid off.


Terbayar sudah. Itu adalah kata pertama yang terbesit dalam hati ketika saya melihat video ini. Rasanya hanya ingin tersenyum dan merasa terharu ketika melihatnya.

"alhamdulillah"

Setelah pahit-manis kerja keras beberapa bulan kemarin, akhirnya semua berakhir dengan indah. Mungkin saya tidak memulai perjuangan seawal teman-teman pengurus harian dan konseptor lainnya, dan jujur saja ini sangat mempengaruhi kinerja saya di awal. Mungkin saya hanya bagian kecil dari tim besar yang selalu mengukir cerita baru di tiap tahunnya. Banyak hal yang harus saya korbankan beberapa bulan terakhir ini, mulai dari tenaga, waktu, dan pikiran. Perjuangan luar biasa sampai akhirnya satu persatu perjuangan saya mendekati titik akhirnya. Terikat dengan tiga tugas dalam satu waktu dan faktor kesehatan yang sedang buruk, membuat saya benar-benar belajar banyak tentang hidup, bisa dikatakan- dalam semester IV ini. Mulai dari rapat hampir setiap hari, pembahasan yang beda, pembagian waktu yang tumpang tindih, mobilisasi kesana kemari, semua nggak akan bisa saya laksanakan tanpa bantuan teman-teman. Walaupun harus dicemoh, walaupun harus merasakan beban moral, walaupun harus dimarahi orang tua, bahkan berat badan saya sampai turun sebanyak 6 kilo wkwkwkwk, tapi saya bersyukur.. semuanya bisa saya selesaikan pada akhirnya.

Nggak bisa bayangin, kalau malam itu, saya masih merasa sungkan dan takut untuk menelepon pakde. Alhamdulillah, dengan dorongan teman-teman dan kondisi rapat yang sangat sangat baik, akhirnya  saya memutuskan untuk menelepon beliau sehingga bisa mendapat kabar baik. :')

Mulai dari persiapan, pencarian dana, rapat koordinasi, sampai akhirnya hari H TM, perlombaan, dan penutupan selesai, semua punya ceritanya masing-masing. Saya ingat betul, rasanya panik waktu denger ada peserta yang terluka sampai dijahit belasan jahitan, bahkan ga hanya sekali saya pergi ke rumah sakit hari itu, rasanya mengurus administrasi, bersosialisasi dengan orang tua, yang ini paling deg-degan, harus berbicara dengan orang yang saya belum pernah tahu karakternya, apalagi bertemu karena kondisi yang tidak baik, alhamdulillah masalah akhirnya juga selesai. Berpergian bersama 6 teman buat mengambil uang hadiah, haha nyampe rasanya punya bodyguard pribadi gitu, heheehe, udah gitu ditraktir kue bulet-bulet. Saya juga ingat.. suatu siang saya nangis di McD gara-gara kejadian yang menurut saya gak adil oleh seorang mbak mbak teller dan baper juga sih, wkwkwkwk. Seharian waktu closing party bawa ransel kemana-mana karena isinya weitsss hahaahha. Di kampus sampe malem terus ngelihat temen-temen muterin kampus pake troller sambil nyanyi-nyanyi buat nyiptain euforia. Seru banget! Ngelihatin kerja kerasnya temen-temen dari masing-masing event buat TM, buat ngoreksi, buat bikin kunci jawaban, buat ngajarin adek-adeknya. Ngurus ke bank lah gini lah, datanya ga sama lah, ini nya masih minus lah, ada perlu ini perlu itu. Nggak bayangin deh kalo gaada orang-orang baik seperti teman-teman huhu...

Coba gak ada kalian. Coba saya ga ngapa-ngapain. Kangen gak sih kalian? Sumpah saya kuangen banget rek. Kangen suasananya. Kangen kerja kerasnya. Kangen rapatnya. Kangen ngalem-ngalemnya. Kangen mikir bareng-barengnya. Kangen mangkel-mangkelnya (kadang wkwk). Kangen kekeluargaannya. Kangen nata audit sambil nyanyi-nyanyi sambil main gitar sambil ngerumpi. Kangen makan di Gotri terus aku yang nyetirin mobil kayak ibu nganterin anaknya. Kangen duduk-duduk di lobby saking aku gapunya jobdesc pasti. Kangen pergi bareng ke Plaza Marina. Kangen nganter-nganterin konsumsi ke Rumah Sakit Haji sambil belanja di Giant. Kangen njemput Icak buat jualan angkatan. Kangen rapat rame-rame mikir semua di R.14 dan Audit. Kangen nata-natain kelas sampe mualem, sampe hujan-hujan  itu. Kangen jemputin Vio pagi-pagi wkwkwk terus LINE ku jadi di add sama Ujik. Kangen gelendot di R.14. Kangen nyetel lagu pake sound di gazebo. Kangen gangguin anak ngoreksi di R.13. Kangen di R.4 nyariin kunci di kampus gara-gara kuncinya saya ilangin. Dan buanyak deh lainnya.


Ya, selalu ada cerita baru ketika kita berjalan kedepan. 

27.10.14

Wind, sky, and you


Hey, blog! I'm back again! :)
Last Saturday and Sunday, me and my other four friends just had a short holiday to Malang :) Well, actually we supposed to look for villa for our major's event next month in there.. But beside that, we took our times and had fun instead. :-p

So, we went there from Surabaya at 11a.m on Saturday morning, actually it supposed to be at 5a.m, but because of my sudden event, we couldn't make it, and end up went there at 11a.m. The traffic was kinda crowded that day, it took 6hours for us to arrive at Malang, and.. luckily the weather was not so hot, it was kinda gloomy, even we wished that it will rain, but it wasn't. We sang a lot at car, talking this and that.. you know, heart's problems =)) took photos, made video, slept, ate, and so many else. 

Finally, at 17.17 we arrived at Egar's house. Placed at Jalan Sulfat, Malang, it has a super cozy environment, also the weather, it was cool, kinda windy, and the grey sky, made it feel perfect! After entering the house, Egar's mom was greeting us, and let us cleaning our self. The girls were sleeping at Egar's room which all is colored blue (and i think, omik would love it) then the boys were sleeping at Egar's sister's room which dominated with pink, hahahaha. After had some rest, Egar's parents invited us to have a dinner outside and we ate Sop Ayam! Which made us so full at a blink of eye! Ugh, but it was a delicious choice in that kind of weather, thank you so much om dan tante for the foods heheh! :)

the way our horizons meet..

After done eating, Me, bibib, temon, icak, palom were going to Payung. (Egar couldn't join us because he was sick), We seek for that famous starry night Batu's view in there~ Though the traffic was kinda jam.. we still enjoy our trip.. and finally arrived there. After moved from one place to another because of so many reasons, we could finally decide a place and delivered some foods! Like, milk, bread toast, and grilled corn. I enjoy gazing at the night's view.. though it's kinda cold, i felt happiness running through my veins, and made me feel warmer within myself. You know.. as I passed every way into there, I saw many old films playing in my mind, like.. every place has its own memory at my heart.. and i missed them all. But now, 3 years after that, i have my new journey with new people, making new stories all over again, and i figure out how fast times are. :) After enough enjoying the night, we back to Egar's house, and arrived there at 11.54 pm. Soon, after we entered the house, 3 people were directly pray Isya, and the left 2 were busy took out their stomach's contents wkwkwk, soon then we slept !

The 2nd daay, we went to Cuban Rondo Waterfall. Honestly, that was my first time going there =)) Like usual, we took photos, entered the pond, and the water was supppeerrr cold =)) From Cuban Rondo, we had lunch with Egar, Jija, Dzul, and Egar's brother at Waroeng Bamboe. Was a cozy restaurant with good concept. Lastly, we went to find the villa, haha!

Around 5 pm, we had our way to go back to Surabaya. Not doing much in the car, because everyone was already tired. (feeling sorry for Temon because he couldn't take a rest as long as the journey like we do). Was another great journey with friends :) and my personal companion who company me even when it was only through the phone, haha! looking forward for the next. Hopefully soon yah! Thanks everybody.

4.8.14

A week of blessing!

Hey, peeps.. How's your day?  It's already a week after Idul Fitri. Sorry for the late saying, but Taqoballahu Minna Wa Minkum. Taqobal ya Kariim. Mohon Maaf Lahir dan Batin yaa.
We're started from 0-0 again, okay? :p

I'm going to post some about my recent activities in this Ramadhan 1435 H. Well, actually I wasn't doing so much things, Me and my family only stayed at Surabaya this year, because of my grammy just got sick for a month, so all of my mother's siblings asked my family to not go anywhere. Hehehe, maaf curhat. So, to kill the boredom, my family just looked for something refreshing near Surabaya. We were going out to have a dinner, or going out to try new highway, or having a windows shopping at mall, or simply just watching television and get my house cleaned together. I think, after all, it was still perfectly fun to be stay at home for almost 2 months, as long as there're the loved ones. hahaha i'm totally that type of a-home-person

Here, I give you hints of my Ramadhan's activities back then, yeay X)

After praying Eid
Alhamdulillah, this year I could follow praying Eid with my complete family. Actually we planned to pray outside of our neighborhood, but sadly, just like what we guess, we could not wake up earlier that day =)) So at the end, my family decided to pray in mosque near my house.. wkwk. After praying, some of my neighbor came to house, and we did Halal Bi Halal. Also there were some of our relatives too.. And this year, fortunately, whoaa I still got THR nih.. hehe.. :p 

Trying new highway
I think the new highway which already opened in gate Gempol-Pandaan, it is supposed as the part of Surabaya-Mojokerto Highway, was good enough. I was amazed while crossing it. They were many crossing line, between one and another one direction. We could also see some tunnels in every some mile. WIKA seemly used new method that earlier used in developed countries such us Japan and America in building a highway in this project, which utilizing the free-vertical-area construction. Maybe, it is not as beautiful as Bali Mandara Highway, but I think it deserves for two thumbs up! :) 

In my perspective, the government of Indonesia should, very needed, and MUST held many construction in this field. Infrastructure was a very important point to increase the living's point in a country. By a good infrastructure there will be a massive movement that can be done by the population, include to make a living or to transport thing for one place to another place. By a good infrastructure, especially the transportation, i believe, the rest development (like building, home, entertainment's place) will also follows to growth. 

Fingers crossed aja lah for the new government that will start to work in the next three months!
Okay, next!

Pick and do groceries with mom and gramma
Company mom and grammom to have groceries means having a tiring day. Since I am as the youngest person there, I have the responsibility to carry and take care of the goods as long as we're shopping, hahaha. Running here and running there with some plastic bag in my hand at a really crowded place.. was another kind of physical exercise's times for me.. :') KURUS KURUS KURUS!!! wkwkwk


do cooking! :p
The next activity is do cooking! Lately, I almost always being left by my mom and daddy and it's ended by me get starving alone at home, huhuhu. So when the Magribh came up, I waited for my mom and dad to come home and brought me some food.. either I would not have eaten at all. Because of that, I prepared myself some easy and instant ingredients to cook at home, such as this spaghetti teheee. So I do not need to worry again, whether my parents will come home late or not :p It was a good time with stove, pan, and spatula.  That's I provide you the tutorial :p :p :p And this below one is how it turned out! Awwweeee, come to mama food! X)

Hmm delicious spaghetti ala Chef Rizka ~ yeeah

Ramadhan 1435 H may ends, but the challenge of being a better person actually just started. So, let's do better in worshiping Allah ya.. Semoga Allah terus bimbing kita di jalan yang benar. Bismillahirohmanirohim. Semoga masih bisa berjumpa dalam Ramadhan berikut-berikutnya.. lengkap dengan orang yang kita sayang ya. Aamiin. Selamat beraktivitas kembali X)

26.6.14

Blessed sister ever!


It's like thousand times (aha, I know I'm too much in saying words), but Allah, it's true.. I'm just feeling so blessed of You for sending me four kind and inspiring brothers like them. Yeah, literally i only have one brother. The other three are sons of my uncle, but since we're growing up together, though we ever separated for some years because they lived abroad, we're close enough as siblings :)

So, there are two of my brother who currently living outside Surabaya. They are at Malang and Bandung. But there are still two who live at Surabaya. Like, I've been give them a hurry-curry condition, again and again, but they're always there helping me.

Sometimes, I asked about my subject to the youngest one. But most time, I ask for advice to the older one. Tehee, and I'm more closer to the older one. Yea, He's more friendly, he always picks me up, when I have event at ITS Pusat, he always picks me up, whenever I'm sick. He always invites to watch movie, though sometimes because he doesn't have a companion, and I never make any of my $$$ out :p I always can ask him many goooooood movies, or Korean variety shows, mostly is Running Man.

My this older brother is also so so sweet. Whenever he picks me in crowded place, he always waves his hands from distances, though I had see him coming! He said that "Yo takute kamu ga kelihatan Ka." and he never make me wait for more than 5minutes. And always waiting so patiently. (so different from the other three)

Different brother, different typical.
Now, it's my 3rd brother! He's kinda moody, sometimes he's so kiiiiiiiiind, sometimes then he's so evil. Sometimes he's so childish, sometimes then he's so father-soon-to-be. He likes treat me foods, but then calling me "Ndut", "Yek perutmu lho hahahaha." He always asks me to ask mom for sending him money! Geez. And he really can't wait something for a moment, i mean he's really really tidak sabaran. I often being left by him when he already promised to pick me up.
Hmmm, But recently, since he has new girlfriend, he becomes so..kind yet scary too =))  
Because, lately he always calls me "Ya, ada apa cantik?" "Suda di ruma cantik?" whenever I chat him. Grr

And the last one! It's the oldest one. And right now, he's currently living at Bandung for his study. He's the most friendly, smartest, and.. what to say? Up to date one. He has a really high pride and self confidence. But everytime he's at Surabaya, he's more likely his twin. He ever pick me up to hospital too when I'm sick. Yea, I could ask him about anything. He's the one who taught me to solve rubic without memorize the formulas. But It didn't work...krik haha.

Yea, that's all a glimpse about my brothers! And, btw, right now, they're already in the end of their college's life. Two are busy with their final project and two others are busy with their practical work.

There's nothing else but the best wishes, that I can give to you bro.
Lastly, Merci, brothers for always save my life! c:

4.5.14

Being productive

Today's portrait!
Today, I'm going to retell you about things I did. Not something special, but I won't let this moment just going away from my pile of dust. So, D'village (event that held by my major) is getting closer, it's next week!! wow! Which means, we as the organizer, should work harder for any things that haven't fixed, including the fund's problem. That's why, we had a way out, by selling drinks and foods in Car Free Day Darmo. If I'm not wrong, it's been the 5th time since our first, it's last time for this year... and I had a great experience today :-D

The story was.. Icak as the director of its selling project was bored to make our weekly menu,  so then.. we changed our plan with the new one. Guess whaaatttt's it?
1...
2..
3.. 

Taraa! We sell banana-cheese fried, cutie pancake, bread toast, grilled sausage, grilled meatball, and cireng. And you know what? We made it ourself, exclude the sausage and cireng. So, on the Saturday ba'da Magribh, I went to Icak's house. I planned to sleep over there since we got lotta things to do, and we should get a good place on the Sunday Morning!

After arrived there, we prayed Isha and went to do grocery! It was so fuuun, since i went to here and there, just two with Icha, surfing on Icak's motorcycle, felt the night's breeze passing through my veins while seeing the moon's light (alay).  Firstly, we bought banana. Guess what, after bidding for some couple times, the seller gave us price (which i think) it was so cheap. After that, we were looking for some complement needs, such as the plastic, the toothpick, and the oil paper. And next destination was... finding cheese and palm sugar! then we found for the flour, oil, milk. Lastly, Icak treated me an avocado juice. Thanks a lot caki :3

After finished the "what we need to buy"'s checklists! We back home and prepared the whole things that we need. We made dough, we move the milk, we placed the sugar, we grate the cheese, we slice some banana, just times then... two more of our friends were coming! They were Temon and Cornel. We tried to cook our product. Just to make sure, that it does turn into something delicious. I'm forget to tell you, that time, it was already 1 AM in an early day.. ha.. ha.. we jokes and laughed for some silly and random things we did =))) Since yah..uda jam goblok gitu kan jam jam segitu itu.

After everything has packed on, Temon and Cornel asked us to go outside, can you imagine that? we haven't sleep all day along, we should wake up before 3AM, so we supposed to quickly sleep. but we weren't! We went to Ciputra BUT it was soooo fuuun, to pass by an empty freeway in an early daay. The air's breeze was soooooooo relaxing. I even took my head outside the car's window. Slowly screaming..... and really got happy in a time. I-somehow- feel calm and warm being surrounded with my friends.

around 2.30AM i got sleepy and...finally fall asleep. I heard sometimes Cornel and Temon were so noisy =)) I thought they don't know which way to pass. And times then I slightly woke up and we're already at The new airport =)) What the.... ?? =)) I heard they asked to me and Icha, should we down and taking some photos or not. But they said, me and Icha answered no, please guys, kita kan ngelindur itu jawabnya =))) We even didn't realize it was rainy so hard that morning wkwkwk

Just then, Suddenly, it's nearly to 4AM, and we haven't arrived at Icak's home. We got panicked and called Mandol. and Tiara also called us. =)) Some complicated things happened then. Untiil tadaaa, we arrived at Darmo.

Some unlucky things happened to us at first. the stove wouldn't work. the floor was watery, etc. But times then, things got better and were under our control :3 we started to make our foods! packed this packed that. frying this frying that. grilled this and grilled that. even we got some hot-oil splashing! wuuuw So complete right? The hot menu last morning was..the grilled meatball! u guys should try sometimes, okey ? <3

                                     
afterrr tired selling things. Me and kordesian played the paper-boat. We made wishes and float them. And then we packed, and we went back. by the way, I was driving for Temon and Cornel because that two were so sleepppyyyyy, and i thought it's ok. I felt like a mommy picking for her sons that time haha. Arrived at Icak's home we did the dishes, counted the money (yeeeyyyy!) and had a super comfy sleep for 4hours!

And i went home. 

Though it was so tiring.....I'm - seriously - really enjoying it. Alhamdulillah, thanks Allah for giving me chance to experience things like this, May i could always be productive like this B-)

27.12.13

Friday


Thanks God it's Friday yay ! Finally I woke up earlier this morning :') My normal sleep hours is back, so so happy.. Currently doing my task with friends in this early day, wish it was a good sign that I would be back productive again in days on :p

**

Gonna continue my last morning post. Yesterday, My friday was keep going on. so I just arrived at home from Malang this morning, for taking my brother back there because he'll have an exam today, i have no idea how my brother's feeling to have an exam on Saturday? A bit suck, i guess ckck.. Beside, we took my brother back to Malang, me and my family were coming to my mom's friend's house first. It placed at Lawang and the weather there was really nice. The house has a big yard and good view, it's a 1948's building, so vintage and classic. Such a comfy place to relieve all stresses. After had chit-chat, we were treated by  a super delicious dinner. I ate much enough (as always) :P. My mom's friend really had an unique family, he has ten siblings, and all of them are really like to make jokes even though they're no longer a teenager :)))) (they're already 50-68 years old) 

So..last night me and my family just couldn't stop laughing to hear their stories =)) Not only told numbers of funny stories but they also gave my family some 'wejangan' since they're older than us so they already had more experiences in life, and it really worth to hear.

From them, i can learn so many things.. I see, how beautiful is the togetherness in a family. Since we're growing up together with them, from a tiny baby until insya' Allah being a grandmother / grandfather (aamiin), they're the ones who know our good and bad, then still accept and love us, endlessly. they're the ones who always gonna be there when we're up or down, when we're happy or sad, when we're holding too much or angry, the ones who's gonna catch us whenever we fall. Place where we could be who we are. No pretending, no drama, it just a place where we can simply be ourself.. 

And place where we can always calling it, home.


“Home is where you are loved the most and act the worst.” 
― Marjorie Pay Hinckley

Yes, even though we ever argue each other, so many times about so many stuffs, in the end we also know how to forgive each other. Look through and see how deep deep in my heart, i know that how big is my love for my family, they're irreplaceable, they're the numero uno. they're  ones in the whole universe, and I'm so thankful to Allah SWT for sending me such guardians in this earth, one pack with...their goodness.. their flaws.. their loves.. and their spirits..