Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

4.8.14

A week of blessing!

Hey, peeps.. How's your day?  It's already a week after Idul Fitri. Sorry for the late saying, but Taqoballahu Minna Wa Minkum. Taqobal ya Kariim. Mohon Maaf Lahir dan Batin yaa.
We're started from 0-0 again, okay? :p

I'm going to post some about my recent activities in this Ramadhan 1435 H. Well, actually I wasn't doing so much things, Me and my family only stayed at Surabaya this year, because of my grammy just got sick for a month, so all of my mother's siblings asked my family to not go anywhere. Hehehe, maaf curhat. So, to kill the boredom, my family just looked for something refreshing near Surabaya. We were going out to have a dinner, or going out to try new highway, or having a windows shopping at mall, or simply just watching television and get my house cleaned together. I think, after all, it was still perfectly fun to be stay at home for almost 2 months, as long as there're the loved ones. hahaha i'm totally that type of a-home-person

Here, I give you hints of my Ramadhan's activities back then, yeay X)

After praying Eid
Alhamdulillah, this year I could follow praying Eid with my complete family. Actually we planned to pray outside of our neighborhood, but sadly, just like what we guess, we could not wake up earlier that day =)) So at the end, my family decided to pray in mosque near my house.. wkwk. After praying, some of my neighbor came to house, and we did Halal Bi Halal. Also there were some of our relatives too.. And this year, fortunately, whoaa I still got THR nih.. hehe.. :p 

Trying new highway
I think the new highway which already opened in gate Gempol-Pandaan, it is supposed as the part of Surabaya-Mojokerto Highway, was good enough. I was amazed while crossing it. They were many crossing line, between one and another one direction. We could also see some tunnels in every some mile. WIKA seemly used new method that earlier used in developed countries such us Japan and America in building a highway in this project, which utilizing the free-vertical-area construction. Maybe, it is not as beautiful as Bali Mandara Highway, but I think it deserves for two thumbs up! :) 

In my perspective, the government of Indonesia should, very needed, and MUST held many construction in this field. Infrastructure was a very important point to increase the living's point in a country. By a good infrastructure there will be a massive movement that can be done by the population, include to make a living or to transport thing for one place to another place. By a good infrastructure, especially the transportation, i believe, the rest development (like building, home, entertainment's place) will also follows to growth. 

Fingers crossed aja lah for the new government that will start to work in the next three months!
Okay, next!

Pick and do groceries with mom and gramma
Company mom and grammom to have groceries means having a tiring day. Since I am as the youngest person there, I have the responsibility to carry and take care of the goods as long as we're shopping, hahaha. Running here and running there with some plastic bag in my hand at a really crowded place.. was another kind of physical exercise's times for me.. :') KURUS KURUS KURUS!!! wkwkwk


do cooking! :p
The next activity is do cooking! Lately, I almost always being left by my mom and daddy and it's ended by me get starving alone at home, huhuhu. So when the Magribh came up, I waited for my mom and dad to come home and brought me some food.. either I would not have eaten at all. Because of that, I prepared myself some easy and instant ingredients to cook at home, such as this spaghetti teheee. So I do not need to worry again, whether my parents will come home late or not :p It was a good time with stove, pan, and spatula.  That's I provide you the tutorial :p :p :p And this below one is how it turned out! Awwweeee, come to mama food! X)

Hmm delicious spaghetti ala Chef Rizka ~ yeeah

Ramadhan 1435 H may ends, but the challenge of being a better person actually just started. So, let's do better in worshiping Allah ya.. Semoga Allah terus bimbing kita di jalan yang benar. Bismillahirohmanirohim. Semoga masih bisa berjumpa dalam Ramadhan berikut-berikutnya.. lengkap dengan orang yang kita sayang ya. Aamiin. Selamat beraktivitas kembali X)

3.5.14

Dear Allah,

made it this afternoon


".......
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing You again oh no
Once again
......"


hmm, have you ever felt like...somehow - you're far from Allah? Iyaa, Allah itu emang selalu ada dan memantau kita dari Arsy-Nya. Tapi, kitanya gitu yang lagi ngejauh dari-Nya. I've felt it, many times.  Dan ketika kondisi seperti itu datang, rasanya seperti ada bagian dari dalam diri saya yang kurang. Seperti apa yang sedang sayajalanin itu kurang bermakna, kurang berbobot, kurang berlandasan, dan sama sekali tidak bertujuan. And it doesn't feel good at all..

Saya juga gaktau kenapa this kind of situation masih bisa datang, padahal saya tau sendiri kalo saya sedang berada pada situasi seperti ini, itu akan membuat saya merasa gak benar, sedih, dan paint a deeply hole dalam hati saya. It impacts me a lot, sort of:
  •  ibadah saya kurang berkualitas. Sudah sholat, doa, mengaji, dan setelahnya, yaudah bless... balik lagi ngerasa, awang-awang
  •  apa yang saya kerjain itu, gatau mau diarahkan kemana. Seperti, iya saya tau, saya habis ini harus ngerjakan tugas, makan, tidur, pergi, dan lain-lain. Tetapi dalam benak saya, saya bertanya-tanya, "ini buat apa sih sebenernya?" 
  •  saya merasa menjadi manusia paling berdosa,tapi saya gak mau melakukan perbaikan untuk hal itu. Tetep aja, ibadah saya jalanin sekedar sarana untuk nggugurin kewajiban. 
  •  dan masih banyak hal mengganjal lain yang bikin saya trapped dalam keadaan emosional yang kurang baik. Uring-uringan, diem, atau melongo aja.  padahal sebenernya saya cuman lagi ngerasain lelah sama ramainya dunia.

Dan sadly, setiap bulan saya harus mengalami fase ini. Since, I'm already baligh. I should through a period when i can't connect with Allah intensely. Ibadahku menjadi terbatas. Dan akhirnya, poin pertama yang aku ceritakan terjadi dan terulang kembali dalam diri saya :-(

Ya saya sendiri sangat menyadari kalo saya ini masih jauh dari kata baik dan sempurna. karena, memang kan kesempurnaan hanya milik Allah SWT seorang. Dan ya seperti ini lah.. saya juga bisa tergoda dengan buaian dan keindahan dunia yang padahal sifatnya hanyalah ilusi dan sementara. Menomor sekiankan kepentingan agama dibawah kepentingan lain.

Menurut saya, memang kesadaran akan pentingnya untuk "berkoneksi" dengan Sang Pencipta itu timbul dari dorongan naluri dalam diri kita sendiri, kalau ya memang kita butuh Dia untuk menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah. kalau ya memang kita butuh uluran tangan-Nya untuk dapat menjalani hidup kita dengan baik. Dan membangun koneksi itu kadang bukanlah hal yang mudah ketika kita sudah terpaut dengan jarak. dianalogikan sebuah koneksi (sinyal) hape, ketika kita sedang berada jauh dari pancaran sinyal tentu sinyal kita akan menjadi lemah, buruk, atau malah  tiada kan? namun berbeda lagi apabila kita berada didekat kawasan pancaran sumber sinyalnya, tentu status sinyal di hape kita akan menjadi bagus dan kecepatan koneksinya menjadi cepat. Dan menurut saya seperti itu juga sistim kerja koneksi kita dengan Tuhan kita.

Bila kita sudah berada dekat dengan Sumber kita, tentu kita akan merasakan betapa cepat sinyalnya dapat dimanfaatkan. Ketenangan, kualitas ibadah dan lain-lain. Oleh karena itulah, kita harus memaintain koneksi itu agar selalu baik.. dengan tidak meninggalkan ibadah yang Allah perintahkan kepada kita.

Dari sebuah tulisan yang pernah saya baca.
"Ketika kita berjalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah akan berlari untuk mendekati kita" Subhanallah, in shaa Allah, aamiin

and yes, God, I'm missing You again.

28.11.13

The light of my life



Semakin berkembangnya zaman, akal dan daya pikir manusia yang kini ada pun tentu saja semakin maju. Tingkat mutu pendidikan yang semakin tinggi, sistem yang menuntut kita sebagai “anak jaman sekarang” untuk menjadi  kreatif dan kreatif... berpikir dari yang belum tiada agar tiada, ataupun sebaliknya dari yang ada menjadi ditiadakan, dari  membuktikan yang sudah ada, apakah benar-benar ada? Dan yang lain-lain. Apalagi di sebuah sistem yang didominasi sebuah paham ‘liberalisme’ ataupun ‘demontrasi’ dimana keutamaan sesuatu yang dinamakan hak manusia diagung-agungkan, banyak menimbulkan cabang-cabang pikiran baru. Tidak hanya mengenai teknologi, ilmu pengetahuan, namun juga pandangan hidup, agama misalnya.

Teringat sebuah percakapan saya dengan ayah saya bertahun-tahun lalu. Kita berdiskusi tentang bagaimana Allah sebagai Tuhan yang saya percaya di mata penganut agama-agama lain, Sampai obrolan kami berujung ke pertanyaan-pertanyaan yang lebih dalam dan saya rasa, pertanyaan-pertanyaan itu akan memiliki jawaban  yang tidak bisa di rasionalkan. Contoh kecil, "gimana ya caranya Allah mengatur alam semesta ini?" atau gausalah memikirkan tentang semesta, coba tanya "Kok bisa ya aku ada?"

Menurut saya, itu adalah hal sederhana yang bisa membuat kita sadar dan akhirnya mengakui kalo, harfiahnya di dunia ini pasti ada suatu zat yang lebih luar biasa dari kita dan memiliki kemampuan jauh dari batas kemampuan kita, yang biasa kita sebut sebagai Tuhan. 

Saya pernah bertanya-tanya sendiri, kenapa ya, kalau bayi yang baru lahir itu adalah fitrahnya seorang manusia, masih bersih dari dosa, kenapa ga semua bayi itu lahir dengan agama Islam? Karena dalam Al-Quran pun disebutkan bahwa Islam adalah agama yang benar di mata Allah dan Allah adalah yang menciptakan mereka.

Apa karena, kita berada dalam sebuah sistem, dimana agama merupakan warisan dari orang tua, agama merupakan turunan, mengapa bayi-bayi itu tidak memiliki hak untuk memilih agamanya? Apa karena mereka lahir belum bisa bicara? Lalu, tidakkah bayi-bayi itu begitu malang?

Kembali lagi ke percakapan saya dengan ayah saya, terakhir kali saya berbicara dengan beliau, ayah saya berpesan, "Jangan menanyakan hal-hal yang kamu tau jawaban nya itu ngga akan kamu bisa temuin. Tau kan? jaman sekarang, ngga sedikit orang yang memilih untuk tidak beragama, atau mungkin membuat aliran-alirannya sendiri. Ya karena seperti ini awalnya, mereka gabisa menemukan jawaban dari pertanyaan mereka sendiri."

Di Indonesia sendiri, ada lima agama yang diakui, bahkan keberadaan agama begitu di junjung bahkan sampai ada di sila pertama pancasila. Karena, memang, kita hidup harus ada pondasi nya, yaitu agama. Dan tiap agama-agama memiliki tuhan, surga, dan neraka nya sendiri. jadi, apakah berarti, Tuhan yang mengatur alam semesta ini juga lima? surga yang kita tuju berbeda? neraka yang dituju berbeda? Bisa bayangkan, sebuah sistem diatur oleh lima pemimpin? Apa yang kira2 terjadi? Pernah lihat film Percy Jackson? Tau kan, disitu diceritakan ada beberapa dewa yang masing2 memiliki konsentrasi yang berbeda? Ada petir, air, dan sebagainya. Dan itu terjadi pertikaian. lalu bagaimana dengan lima Tuhan yang entah bagaimana pembagian konsentrasinya? Tidakkah semestinya bumi ini bisa sudah menjadi musnah berabad-abad yang lalu bersama dengan para Dinosaurus?

Dari sini, bisa dilihat, kalau meskipun ada beberapa agama dan aliran yang ada sekarang, tiap-tiap agama itu percaya akan adanya: hanya satu zat yang Esa, orang yang baik akan mendapat imbalan yang baik di kehidupan selanjutnya kelak, entah itu disebut surga, nirwana, dan orang yang berbuat jahat akan mendapat balasan yang buruk dan setimpal di kehidupan selanjutnya. 

Keberadaan Allah itu ada dari persepsi dan rasa percaya kita sendiri. Orang bilang inilah yang disebut Iman, percaya terhadap sesuatu yang belum pernah kita jumpai atau tidak pernah kita lihat, namun benarkah kita belum pernah berjumpa dengan-Nya?

Buat saya, iman kita dalam suatu agama merupakan buah dari perjalanan religi masing-masing individu. Kita percaya pasti karena sudah pernah mengalami hal itu sendiri. Mungkin kita pernah merasa bertemu dengan-Nya maka dari itu kita terus percaya akan Dia. Buat saya, Allah itu ada disini. Di setiap kali saya memejam mata, berdoa, bernafas, berdetak,  dan lain-lain. Allah selalu melindungi di sekeliling

Sedikit renungan..., 

Apakah Tuhan Menciptakan Kejahatan? 

Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?". 

Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya". 
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.

" Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau Agama itu adalah sebuah mitos. 

Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?".
"Tentu saja," jawab si Profesor, 
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, "Profesor, apakah dingin itu ada?" 
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. 
Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. 
Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas." 

Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada." 
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya." 

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. 
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan." 

Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. 
Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. 
Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya Cahaya Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya."
Profesor itu terdiam.

Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

****

lakukan apa yang terbaik dengan apa yang kita percaya, dan berharap semoga Allah selalu memberi kesempatan pada kita untuk memperbaiki diri. Kemana kita akan kembali, agama manakah yang benar, semua itu Allahualam, semua itu rahasia Allah, yang terlihat baik belum tentu memang baik dan yang paling baik adalah menjadi baik di mata-Nya. Pelan asal yakin, sedikit namun berkelanjutan insyAllah nggak akan sia-sia. 


alam tara anna allaaha yuzjii sahaaban tsumma yu-allifu baynahu tsumma yaj'aluhu rukaaman fataraa alwadqa yakhruju min khilaalihi wayunazzilu mina alssamaa-i min jibaalin fiihaa min baradin fayushiibu bihi man yasyaau wayashrifuhu 'an man yasyaau yakaadu sanaabarqihi yadzhabu bial-abshaari 
43. Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan. (Q.S:An-Nur 43)

"Look inside yourselves, Such a perfect order, Hiding in yourselves, Running in your veins, What about anger love and pain, And all the things you’re feeling, Can you touch them with your hand? So are they really there? Lets start question in ourselves, Isn’t this proof enough for us? Or are we so blind, To push it all aside..? No.. We just have to,Open our eyes, our hearts, and minds, If we just look bright to see the signs, We can’t keep hiding from the truth, Let it take us by surprise, take us in the best way (Allah..), Guide us every single day..(Allah..) Keep us close to You, Until the end of time.."
- Maher Zain - Open Your Eyes.

Aamiin ya rabbal alamin.