25.12.12

You.

I think we all have that someone that placed in somewhere special in our heart. Maybe as a friend, best mate, boy/girlfriend, or whatever we called that. Which, we think that their presence in our life, make us feels like we were a more lucky, happier, and loved than other people do. Right ? And i have throughed that phase in my life too.

Meeting that someone, will always be in an unexpected time. Like, what Rihanna said, that, "We found love in a hopeless place". Maybe, that someone, used to be.. a stranger to us. An old friend. Or maybe, one of our sibling friend? Or maybe someone that has a same hobby with us? Or maybe, someone that we accidently met in one of... party? Or maybe, someone that we accidently knew through a social media? Or maybe, that someone was used to be our friend, our closest friend? We never know.

Haha, sometimes, it feels so funny to realize, it could happen, that a stranger could be someone that really important to us, to me. Just because maybe, a silly moment that we through with them. But it was an unique one, and that's why it lasts long in our memory and change some of a feeling in our heart. Just like, there's a witch, spell a magic words to us. Then, everything's change and turned into something, that we would like to call, as, love.

I don't know, what's point, that i would like to tell in here. But, right now, i just amaze, with, a thing, called love. That could turn our whole day like..as, we through a journey in a sea, we joined the up and down within the waves. One time, we're up. We talk many things. We share laugh and joy.we smile. We care. Till it gives us goosebumps in our stomach. But one time, we're in down. We stop talking. We stop caring. We stop sharing. We missed them. Like, world leave us behind. But that's the circle. And we must teach to enjoy, not just every good moments but also the hard and bad ones.

And the worst is, when you both already stuck at that point, which, one is got bored and the other one, maybe got tired. Then, all those happiest day is slowly start to fade. And you both back to that day, when you both were still a stranger. Not talking, not caring, and not loving anymore.

And then.. someone come again and telling us, that they were different from the old one. That they won't do things that may hurt us again. Then, we believe them. And we fall into that feeling again.

Is that wrong ? Well, it's not. It always like that, right ? 

But i think, that was a literally right things, we're gonna do. Because, these all just about a feeling. And we don't have that big control into it. Cause, it was something that come from our heart, without any permission from our health thinking.


I have a very nice quote, it said, "i don't know what's going on, but i know, that you, at least, here, and make me smile." That's why, never scare to in love. Because, love is a good thing to be happened. Maybe, when it hasn't end in a good way, it because we haven't met that "right-special-someone". Maybe, we haven't met  our that 'you', yet.

24.12.12

Let Allah Do The Rest.

Allah.. i'm way scare about my scores. I know I shouldn't because i still have Your helps, right ? :-(

24.11.12

Islam and its generousity


Hal yang selalu aku impi-impikan ketika aku sudah bisa mendalami Islam- sedikit- lebih dalam- adalah aku bisa mengajak seseorang lain untuk turut mencintai Islam juga. Mungkin, kalo orang dengan agama lain melihat Islam untuk pertama kalinya, yang terbesit pertama kali oleh mereka adalah Islam merupakan suatu agama yang jadul dan begitu mengekang, padahal sebenarnya, Islam tidak seperti itu. Apalagi dengan banyaknya peristiwa-peristiwa yang memakan korban, yang dihubungkan dengan perintah Jihad yang ada di Islam, serta sering adanya berita-berita tentng perbedaan pendapat dalam sesama muslim,  membuat Islam dinilai sebagai agama yang buruk dimata penganut agama lain.

Padahal, sebenarnya Islam adalah agama yang benar-benar baik kepada penganut agamanya, dan juga orang-orang yang berada di sekitar kita.Islam mengajarkan kepada umatnya tentang berkomunikasi tidak hanya ke satu arah melainkan sekaligus ke empat arah: kepada Sang Pencipta, kepada sesamanya, kepada lingkungan dan sekitarnya, serta kepada diri sendiri juga. Namun, seperti apa kata pepatah, "Tak ada gading yang tak retak", sehingga para Muslimin dan Muslimah juga tak bisa serta-merta dengan ajaran agama yang sudah sempurna ini, bisa menjadi penganut agama yang jauh dari kata salah semua.

Selain itu, 
Banyak pandangan tentang agama Islam adalah agama yang jadul dan mengekang. Mengapa? Mostly, banyak dari mereka yang hanya menjudge dari sisi luar, menilai seperti itu, karena larangan-larangan yang ada di agama Islam. Padahal, sebenernya, larangan-larangan yang diberikan Allah kepada umat Islam, adalah sesuatu demi kebaikan kita. Contohnya: larangan memakan daging babi. Well, banyak orang bilang, daging babi memiliki rasa yang lebih nikmat bila dibandingkan dengan daging sapi/kambing biasanya. Tapi dibalik rasa yang lezat itu, banyak dari kita sudah tahu, kalau di dalam hati babi terdapat cacing pita. Bayangkan saja, bagaimana kalau babi tidak menjadi haram dan kita memakan daging babi setiap hari? Mengerikan bukan?

Then, perintah menutup aurat. Mungkin, penganut agama lain, pernah terbesit perasaan aneh, ketika melihat seorang muslimah yang mengenakan kerudung, atau bahkan cadar. Padahal sebenarnya, Allah menurunkan perintah ini supaya kita sebagai kaum perempuan dan muslimah dapat lebih merasa aman dari gangguan-gangguan sekitar. Allah memerintahkan kita u/ menggunakan penutup aurat supaya kita mudah dibedakan dengan pemeluk agama yang lainnya. Dan, lil bit sharing my own experience, as I'm being a veil so far, wearing a hijab will make you feel more secure than before. And as you're wearing a veil, you won't be just covering your aurat but you will also try to cover your behavior too. It's like you'll feel more shame for doing some things that it shouldn't have been done. It's like you have a-clear-must to not just protect your ownself as a human, but also to protect yourself as a human and muslim/muslimah,  :)

And another example is, a command to do sholat lima waktu tiap harinya. Jujur saja aku miris ketika aku pernah membaca di salah satu media social, ada seseorang yang ngetweet and it sound "Orang bodoh. Mau-maunya tiap hari njedut-njedutin kepalanya ke lantai, Gila?". Oke, if you asking to my heart, it will cry. Bagaimana orang itu bisa berbicara seperti itu, ketika mereka tidak mengerti sama sekali mengenai esesnsi dari sholat sendiri. Bagaimana ketenangan yang bisa didapat ketika kita sedang mendirikan sholat. Menyadarkan diri akan banyaknya dosa yang sudah kita perbuat tiap waktu, sehingga insya Allah, diharapkan ketika kita usai mendirikan sholat, kita mau berusaha berubah menjadi lebih baik. Dan ketika kita mendirikan sholat, and at the same time we're currently have a great problem, you'll remember that you ain't gonna alone to face that, you will always have Allah. Selain itu, dari sumber yang pernah aku baca, katanya gerakan dan waktu dari sholat ini sesungguhnya memiliki manfaat yang baik lho buat tubuh. Selengkapnya: bisa dibuka disini ;)

Last another example, adalah larangan untuk berpacaran dengan yang bukan mukhrimnya. Ya, mungkin inilah larangan yang membuat Islam menjadi agama yang jadul. Secara, jaman sekarang? Masa iya gak boleh pacaran? Wow. Ya mungkin itu petikan kalimat yang pernah terbesit di pikiran beberapa dari kita, atau mungkin diriku sendiri? Haha I'm not kok. Menurutku, sisi baik yang ada pada larangan yang satu ini, dimaksudkan agar kita bisa terlindung dari hal-hal yang tak diinginkan. Karena, ketika kita tidak mencoba membuat tembok perbatasan ketika umur kita belum cukup dewasa, itu akan terlalu bahaya. Ketika kita berada di zona, yang masih suka berpikir labil, tidak berorientasi kedepan, mengikuti egois, hawa, dan nafsu, justru nantinya diri kita sendirilah yang dirugikan (Naudzubillahimindalik.) Lagipula, pacaran dalam Islam itu bukan sepenuhnya dilarang, namun tergantung dari bagaimana niatnya terlebih dahulu. Kalau pacaran disini dimaksudkan hanya untuk mencari kesenangan dan media menuju kemaksiatan, tentu saja tidak diperbolehkan, namun jika pacaran disni digunakan sebagai media taaruf (u/ mengenal lebih dalam satu sama lain), maka diperkenankan- dan tentu saja masih dengan adab-adab tertentu. Sama halnya dengan metamorfosis yang terjadi pada binatang-binatang, setiap hal yang perlu untuk dilewati- semuanya itu memiliki saatnya sendiri-sendiri. Lagipula Islam memang sangat menjunjung umatnya untuk memperkuat ukhuwah satu sama-lain.Sehingga, kita harus tetap menjalani ukhuwah namun tetap pada bata-batas wajar. Apalagi untuk saling berbagi ilmu, pengetahuan, dan informasi, menjalin hubungan dengan sesamamu, itu adalah sesuatu yang baik. Sebenarnya, Allah memerintahkan seperti itu (tidak berpacaran) supaya kita semua terhindar dari zina, karena zina itu letaknya dekat dengan kita, karena zina itu sumbernya berada di dalam diri kita..
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” - (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).
Namun, disisi lain, dari hal-hal yang saya impikan itu, saya sadar, itu bukanlah impian yang mudah untuk diwujudkan, karena agama adalah hak pilihan pribadi masing-masing. Kemana kata hati masing2 dari kita memanggil, kesitulah kita harus berjalan. Namun walau begitu, api impian nggak akan aku padamkan, moreover people say that diversity is something that beautiful, cause it will make something has more color ;]
“..orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.." - Q.S Al-Hujurat ayat 10. ;)

23.10.12

Nice


Been through hard days. Been knocked down. Been deep fallen in failed.
Can't accept the failure that actually caused by my own self. Got depression, and feels like the world is never fair toward me. Now, i'm awaken. Life needs go on. Yes, life is hard. No one says that it was easy, Rizka. Believe that everything will be worth it in the end. Be husnudzon always to Allah SWT, maybe when you get something hard, Allah just testing you, are you deserve to get something more? Just that. Let's start a new day! Make a positive feeling so it'll give you a positive thinking, Bismillah ya shoohibun.. :)
Keep your dreams alive. Understand to achieve anything, requires faith and believe in yourself. Vision, dedication, and work hard. Remember, things are possible, to those, who believe.

12.10.12

Already !


Found it in one of my pc's folder, and realize I haven't shared this one on youtube! 
And now it's available, guys! :P Though, nothing special with this video,
 but the memories back then were important and lovely moments to remind ! 
For better images, just change the  quality into 480p !
Hope you all like it, enjoy ! xx :)

11.10.12

Find yours !


Kalo ditanya tentang apa itu bahagia, seringkali aku akan menyebutkan hal-hal yang bisa membuatku merasa bahagia, bukan arti dari bahagia itu sendiri. Kalian juga nggak sih? Kenapa ya kok gitu? Hmm, kalo dari pelajaran Bahasa Inggris yang sudah aku dapat, Bahagia]: adalah suatu ungkapan perasaan ketika kita baru saja mengalami hal yang membuat kita bahagia. Bahagia juga tergolong ke dalam kata benda yang absurd. Jadi, bahagia itu adalah hal yang gak bisa kita lihat dengan mata telanjang, tapi kita bisa merasakan kalo kebahagiaan itu memang ada. We know that happiness does exist, around us.

Menurutku, sejatinya- bahagia itu sangat sederhana. Bahagia itu ga harus kita cari susah payah. Bahkan, sebenernya kita bisa membuat kebahagiaan itu sendiri, tanpa perlu menunggu ataupun mencari. Kok bisa?
Ya gini deh, pernah ga sih kalian mengamati diri kalian sendiri? Misalnya, suatu saat di hari yang bolong, kita merasa bosan datang menerpa, membawa sejuta hawa malas dan mood jelek mulai bertumbuh, terus kita berpikir, "Ah main laptop aja ah kalo gitu !" Nah, itu kan secara ga langsung kita sedang berusaha membuat diri kita bahagia dengan nggak membiarkan rasa bosan tadi, tumbuh menjalar.

Sebenernya kita bisa kok, merasakan bahagia tanpa kesedihan, tinggal- gimana caranya kita aja kan buat menstimulus diri kita untuk ga memikirkan hal-hal yang biasanya bikan kita sedih. Sedih ataupun senang, itu datangnya dari kita sendiri lho. Malah, sebenernya ngga ada faktor-faktor luar yang dengan sengaja ingin memusnahkan perasaan bahagia yang ada dalam diri kita. Tapi diri kita sendiri lah, yang udah buat faktor X itu melenyapkan perasaan bahagianya kita.

Bahagia itu, seringkali kita rasakan kalo kita mendapatkan apa yang kita mau, apa aja- materi maupun enggak. Pasti itu bisa jadi moodbooster kita. Tapi sebenernya ga baik lho, kalo kita ngegantungin kebahagiaan kita ke suatu hal, karena, segala sesuatu yang ada di dunia ini itu, sifatnya cuman sementara. Pepatah bilang, "Sometimes, we should be our own self hero" Jadi, kalo misal suatu saat, hal yang bisa bikin kita bahagia itu hilang, hal itu ga akan bikin rasa bahagia yang ada dalam diri kita itu lenyap tak bersisa...

Ya bukan berarti dalam menarungi hidup kita harus ngerasa bahagia terus lho ya, itu agaknya ga mungkin. Hidup itu ada pasang surutnya, naik turunnya. Kadang bisa diatas kadang bisa dibawah. Tapi gimana caranya lah, dalam dua keadaan itu, kita ambil sebuah kebahagiaan yang Allah sisipkan didalamnya. Mungkin, kalo kita lagi sedih, Allah cuman pengen buat kita, besok akan tahu gimana itu bahagia. Soalnya, kalo kita cuman jalan di satu titik, gimana caranya kita bisa tahu perbedaan-perbedaannya ? 

Bahagia itu sederhana; kalo kita mau mensyukuri setiap hal yang sudah kita punya hari ini.
Bahagia itu sederhana; kalo kita mau peduli dan saling berbagi kebahagiaan satu sama lain.
Bahagia itu sederhana; kalo kita bisa memaknai apa itu bahagia.
Bahagia itu sederhana... kalo kita mau mencarinya.
:)

10.10.12

Gusar



Kali ini, Ami memilih untuk diam. Namun gerak tubuhnya benar-benar bertentangan dengan perasaan tenang yang ingin ia tampakkan, tangannya begitu usik, setiap detik yang terlewat jemarinya akan saling menjentik. Sepertinya Ami sedang begitu gusar. Raut mukanya pucat, kantung matanya tebal, sepertinya ia sudah menangis semalaman. Mungkin, Ami butuh waktu sendiri. Mungkin, Ami sedang ingin mencerna keadaan di sekelilingnya, atau lebih tepatnya, perasaannya sendiri. Dari jauh, aku memandanginya.. Ingin rasanya aku mendekat, dan bertanya, apa yang membuatnya seperti ini? Tapi, aku takut dia akan mengabaikanku.

13.9.12

Waiting or awaited?


Menunggu atau ditunggu? 
Hayoo... Kalo kalian misalnya berada diantara dua pilihan itu, mana yang lebih kalian pilih? Menunggu atau ditunggu? Aku yakin, kebanyakan dari kita pasti akan lebih memilih ditunggu, daripada menunggu. Iya nggak hayo? 

Banyak orang bilang, menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan, menjemukan, ngebetein, dan kalo anak ABG bilang sih, paling super bikin galaunya :P Aku juga ngerasa gitu kok, jujur aja sudah berulang kali aku mengalami fase menunggu dalam hidupku, mungkin kalian juga kan? Dan aku jelas banget, gasuka sama yang namanya menunggu. 

Tetapi, setelah, aku memutar otak, beberapa kali. Kalo dipikir-pikir, aku juga nggak suka ditungguin. Rasanya itu kayak ada yang mbeban, kayak ada yang membatasi kita- dan bikin ngga enak hati. Akhirnya banyak hal yang dilakukan dengan tergesa-gesa, atau mungkin dipaksakan. 

Aku punya contoh konkretnya nih. 
Misalnya kita lagi ulangan, terus sebenernya, ulangan kita, secara total- kita belum yakin dan masih pengen bisa mengoreksi, tapi berhubung, kebanyakan dari teman sekelas kita sudah selesai dan keluar. Akhirnya kita jadi keburu-buru, apalagi kalo gurunya ndak sabaran gitu, kan kita nggak enak juga, tinggal sendirian gitu, ditunggu dan diawasin guru, akhirnya kita mempersingkat waktu dan nggak ngoreksi jawaban kita lagi karena merasa kebebani, padahaall.... dalam hati rasanya belum yakin 100%. Nah itu, kalo kita di sisi ditungguin

Sekarang, kalo misal- kita disisi, yang menunggu. 
Sama dalam pengondisian ketika kita lagi ulangan. Bedanya sekarang- kita jadi anak yang sudah selesai ngerjain soal ulangan itu dan kita juga udah merasa yakin dengan jawaban kita, tapi ternyata, masih belum boleh dikumpulin sama gurunya- kita harus nunggu semuanya selesai. Yaudah, akhirnya kita nunggu. Nah, disela-sela kita nunggu itu.. Kita bisa sambil ngecekin ulangan kita lagi, dan menemukan beberapa jawaban yang ternyata itu ndak diteliti, dan membenarkannya. 

Jadi- dari dua kondisi yang aku gambarin tadi, aku mau membuat kesimpulan dan menunjukkan sesuatu kepada kalian. Dari dua kondisi ini kita bisa lihat- ketika kita menjadi orang yang menunggu, ternyata- kita malah bisa dapet lebih banyak hal positif daripada jadi yang ditungguin.. 

Sebenernya, gak cuman dalam kasus ini aja sih. 
Ternyata, menunggu gak seburuk apa yang kita bayangkan, atau seburuk apa yang biasa kita doktrinkan. Secara nggak sadar, dengan menunggu- kita bisa belajar buat bertindak sabar. Dengan menunggu, kita belajar mengalah. Mungkin kalau kita nunggu itu, nanti akan ada saatnya kita bisa dapet yang lebih baik, daripada kalau misal kita gak nunggu. Barangkali, emang ini belum waktunya kita, makanya, kita harus menunggu. Mungkin, ada sesuatu yang mau Allah tunjukin ke kita, diselang kita menunggu... 

Ternyata emang ya, kita harus menganalisa dari berbagai sisi ketika kita akan menilai suatu hal. Kita harus banyak dan lebih sering belajar, apa itu menerima. Kalaupun, kita sudah banyak melakukan sesuatu demi suatu hal, tapi toh, kita gak kunjung dapet, mungkin emang itu belum waktunya, mungkin emang ada hal bagus lain yang Allah mau kasih untuk kita, dan mungkin ada sesuatu yang buruk kalau kita menerima itu sekarang.. Karena, ya, semua apa yang terjadi pada diri kita sekarang ini... Itu semua sudah ada garisnya. Sudah dituliskan sama Allah, karena Dia-lah yang Maha Tahu. Dia-lah yang Maha Berkehendak. Dia-lah yang Maha Esa. Dan sungguh, ratusan kali aku berpikir, bagaimana aku bisa hidup dengan harus berjuang di kehidupanku yang selanjutnya.. darimana asal mulanya langit? Paparan yang dulu semasa aku kecil, rasanya sangat dekat hingga bisa aku gapai, ternyata jauuuh, jauuh membentang ke atas dan kesamping, dan gak bisa dengan segampang itu aku sentuh, kalau nggak ada zat yang Maha Besar dari kita. 

Sudah sesusah apapun kamu berusaha, pasti ada waktunya, usaha-usaha itu akan kembali pada kita dengan membawa sebuah hasil. Entah kita harus menunggu ataupun ditunggu terlebih dahulu, pasti ada waktunya hal itu akhirnya datang buat kita. Menunggu itu memang berat, menunggu itu membosankan, tapi asal ada kepercayaan, keyakinan, keikhlasan, serta rasa percaya kita akan kebesaran-Nya. karena hanya Dia-lah yang akhirnya dapat menentukan. InsyaAllah menunggu itu tidak akan menjadi sia-sia ataupun terasa berat. 

Seperti hukum energi mengatakan, suatu energi positif yang kita keluarkan, pasti akan kembali ke asalnya dengan membawa energi yang positif juga. Dan begitupun sebaliknya- jika kita mengeluarkan energi yang negatif, maka nanti sesuatu yang negatif akan kembali kepada kita. 

But at least, we should try to make something perfect in once, so we don’t have to be waiting yet awaited. And the most important point is- we should stay positive and believe there’s nothing that impossible ;)

9.9.12

Happy 3rd year!


They listened me up when I have a problem. Help me dry tears from my face, and put happiness in its place. Laughing hard till our faces turn into red, talking everything that we think it's funny, maybe people think we're all crazy- indeed. Though, destiny take us apart, I know, there will still a believe that- we're still what we used to.  Times and Distances often make me realize, that I miss you all. It already comes to our third year, I wanna say thank you to you all. For the laughter, supports,  sadness, moments, jokes, and everything that already happened so far. Sorry for the mistakes, or everything I did, that maybe ever hurt you, please forgive me. Guys, you are amazing...

31.8.12

Fai's Pride



Aku punya seorang teman, namanya Faida, biasanya, aku panggil dia seperti ini, "Fai.. Fai.." Ohya, dulu waktu pertama kali aku memanggilnya dengan panggilan Fai, dia menertawaiku, jujur saja, aku bingung kenapa dia ketawa, kan namanya memang Fai, apa yang salah? Lalu dia bercerita, kalo ini pertama kalinya dia mendengar seseorang memanggilnya dengan Fai, dan baginya- itu sangat aneh. Akhirnya, aku bilang padanya,  kalau begitu hanya aku yang boleh memanggilnya seperti itu. Dan tanpa dia harus menjawab, aku sudah tau, kalo dia setuju, karena- semenjak hari itu, dia sama sekali tidak pernah mengeluh jika aku memanggilnya dengan sebutan yang baginya- aneh itu.

Fai sering cerita padaku, kalo dia senang sekali memanjat pagar-pagar yang mengitari sebuah pekarangan dengan rumput-rumput tinggi, di dekat rumahnya. Katanya, kalo dia sudah berhasil memanjat pagar-pagar itu, dan duduk sejenak diatasnya, rasanya seperti dia dapat meraih langit saat itu juga. Katanya, kalo Fai sudah menggapai langit, berati dia sudah bisa menggapai mimpi-mimpinya juga saat itu. Karena- Fai sudah menggantungkan mimpinya setinggi langit. Katanya, kalo dia sudah mencapai pagar tertinggi, kaki dan penyakit asmanya takkan mampu menghalanginya lagi untuk menggenggam mimpi-mimpinya.

Hmm.. Aku jadi suka membandingkan diriku dengan Fai. Bagiku Fai sangat hebat. Fisikku sudah lebih baik dari Fai, tapi kenapa motivasiku masih sedangkal ini ya?
Hari ini, aku rindu, kata-kata semangat yang keluar dengan serak dari mulut Fai. Hari ini, aku rindu, bagaimana aku mengamati tangan besar dengan jari-jari panjang yang begitu lentik milik Fai. Biasanya, kalau dia sudah diatas pagar, dia akan mengangkat tangan indahnya keatas. Lalu mengepalkannya, seakan- langit itu kini sudah digenggamannya.

Sekarang.. Fai sudah pergi. Fai sudah pindah ke tempat lain. Meski sekarang sudah setahun semenjak kepergian Fai, aku masih tidak tahu kemana sebenarnya dia pergi. Terakir kali kami bertemu, dia berkata kapanpun aku ingin bercerita, aku harus langsung bercerita, meski dia tak disini, dia pasti akan mendengarkannya dengan baik. Karena itu, aku masih percaya, kalau Fai pasti akan kembali kesini, suatu hari nanti. 

Kalo hari itu datang, Fai pasti sudah beneran menggenggam semua mimpinya. Jadi, aku juga harus sudah seperti dia. Makanya, kali ini, aku tidak akan mencari-cerinya dulu, nanti kalo mimpiku sudah kugenggam, Fai juga pasti akan datang. Sekarang, satu hal yang aku yakini, Fai pasti sedang pergi mengejar mimpinya. 

Fai... Hari ini, aku sedang duduk manis, di atas pagar kebanggaanmu lho...
Fai... Kamu masih mau mendengar cerita-ceritaku kan...?

21.8.12

Happy Eid Mubarok!


Hari ini, temanku, matahari memancarkan sinar terindahnya. Hari ini, temanku, tanah, sedang dirundung rasa tak sabar mendengar derap-derap gemuruh langkah yang akan melewatinya. Hari ini, temanku air, memutuskan untuk mengalirkan pancaran-pancaran air terjenihnya ke setiap saluran air yang bisa dia lewati. Hari ini juga, temanku, angin, mengatakan kepada kami kalau hari ini dia akan mentraktir kita semua dengan hembusan-hembusan udara oksigen segarnya ke seluruh penjuru bola biru ini. Dan hari ini, aku, awan, dengan bahagianya melihat tingkah laku yang akur dari para teman-temanku. Tidak ada tanah yang mengering, tidak ada sinar UV yang terlalu menyengat, tidak ada angin yang menimbulkan kekacauan, tidak ada air yang meluap-luap, hari ini kami begitu akur, damai, aku sangat suka hari ini. Karena tak mau kalah, aku, awan, tidak akan berusaha bereaksi dengan air-air yang berada di permukaan. Hari ini aku akan menggantung tenang di atap-atap bola biru ini. Hari ini, aku akan diam mengamati teman-temanku yang nampak bahagia. Hari ini, aku hanya akan diam sembari membiarkan pancaran-pancaran sinar UV menembus sekujur tubuhku dulu, sehingga mereka tidak akan mendapatka pancaran sinar yang luar biasa. Hari ini, aku akan diam mengganttung melihat segala kesibukan mereka, aku akan diam, mendengarkan setiap lantunan pujian kepada Penciptaku. Ya, aku hanya akan diam menggantung disini...

Andai saja, hari ini, aku bisa mengeluarkan suara...
Aku hanya ingin mengatakan kepada mereka semua, permintaan maafku. Hari ini.. Andai saja, jarakku tidak harus sejauh ini dengan mereka, aku ingin membisikkan kata-kata penyesalan atas hal-hal yang mungkin pernah kulakukan, dan  melukai perasaan mereka..
Walau jarak dan waktu terpaut begitu jauh, Siapapun yang hatinya pernah tersakiti karena perbuatanku baik mungkin itu aku sengaja maupun tidak sengaja, aku minta maaf...
Hari ini... Semuanya, Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H yaa!!^^

18.8.12

That something


Something that most you want to see, yet it scared you. Something that make you feel being home, yet make you feeling insecure. Something that make you smiling just to think about it, yet making you sad and realize that those pieces already gone. Something that fulling up your day, yet making you so empty in another time. Something that you want to keep holding on, yet you know that it won't stay anymore. It's just.. something, that you're madly in love with.

14.8.12

Silly pieces


Pagi itu, langit Surabaya tampak cerah. Hari itu, aku harus datang ke sekolah untuk suatu keperluan. Setelah beberapa jam, aku merasa bosan, dan teman-temanku mulai berpencar untuk mengerjakan tugas yang lain, sebagian lagi memilih untuk bercengkerama satu sama lain. Lalu mataku menangkap sosok sepeda yang terparkir indah di tepi lapangan, akhirnya aku berjalan ke arah sepeda itu, mencari pemiliknya. Ternyata, sepeda mini itu milik seorang petugas sekolah. Akhirnya, aku pinjam sepeda itu. Dan aku buat bermain bergantian dengan beberapa temanku juga.

Setelah beberapa saat puas berputar-putar di lapangan sekolah. Seorang temanku yang baru tiba, mengajakku untuk menemaninya makan. Akupun menyanggupi dan kita makan di tempat depan sekolah kita. Kita bergoncengan dengan sepeda mini milik pak petugas sekolah itu tadi. Dengan perasaan was-was akhirnya kita bisa menyeberangi jalan besar yang ada di depan sekolah dan sampailah di tempat tujuan. Aye.

Temankupun memesan makanan dan aku masih duduk diatas sepeda mini. Berencana untuk kembali ke dalam sekolah, khawatir kalau pak Petugas akan menunggu sepedanya kembali, namun aku terlalu takut untuk menyeberangi jalan besar itu (-_-)

Tiba-tiba, beberapa pengendara motor memarkirkan dirinya disebelah tempat penjual makanan, hiruk pikuk mulai terdengar. "Ah..! Ternyata mereka..." batinku. Kedatangan mereka, membuatku semakin ingin kembali ke sekolah, ya mereka selalu bisa membuatku takut tanpa alasan yang jelas, apalagi yang satu itu hehehehe. Awalnya, aku sangat tidak menyangka sekali, kalau mereka hari ini juga datang ke sekolah, dari pakaian yang mereka kenakan, aku tau, mereka baru saja berlatih untuk pertandingan besok.

Salah satu dari mereka, berjalan ke arah tempat duduk- yang mana tempat itu dekat dengan tempatku dan sepeda mini pak petugas berpijak. Akhirnya- kuberanikan diri berbicara lebih dulu, aku bertanya, apakah dari mereka ada yang berani mengantarku menyebrang? -- Ternyata, ndak ada yang mau. Boro-boro mau nyebrangin.. Salah satu dari mereka malah.. hmm entahlah, ini mengece apa memuji ya? Yang jelas si salah satu itu bilang "Naik itu lho, baru mbois.." katanya kepada temannya sambil mengacungkan jari ke sepeda mini. Temannya yang berdiri disampingnya hanya tersenyum. Dan aku bingung mau jawab apa, aku masih mencerna kata-katanya dengan baik, mencoba mengartikan, masih bingung menggolongkan kata-kata itu- ke dalam pujian atau sindiran secara halus? Hahaha. 

Akhirnya, dari setengah jalan besar tadi, aku melihat bapak petugas sekolah yang lain, sedang menyebrang, aku memanggilnya putus asa. Tapi akhirnya bapaknya menoleh dan mengayun-ayunkan tangannya ke arahku. Setelah meminta izin kepada temanku, akupun memberanikan diri mengayuh sepeda ke arahnya. Dan akupun berhasil sampai diseberang jalan, tanpa menoleh ke belakang..

Ah! Kalo kamu bisa bangun pagi, 
harusnya kamu sudah sama mboisnya kayak aku :p

Selamat Ulang Tahun, Ayah

Love you,dad..

Beneath the moonlight


"Bulan...apa iya, angin bisa nyampai'in pesan-pesanku ke dia?" tanyaku asal kepada bulan yang sedang tergantung indah di langit. Sudah berapa kali ya aku lontarkan pertanyaan itu ke Bulan? Tapi jawaban bulan selalu sama, sampai-sampai aku bosan.

Malam ini, seperti biasa- bulan menggantung indah di langit. Ya, aku sangat menyukai malam, karena saat malam, aku baru bisa melihat bulan. Bagiku, bulan sama seperti aku. Makanya, aku sangat suka sama bulan. Bulan itu- ringkih dan begitu membutuhkan orang lain. Tanpa orang lain, dia tidak akan bisa menampakkan keindahannya.

Malam ini, seperti biasa- aku hanya bisa bertanya asal ke bulan, tentangnya. Aku tatap bulan, lambat laun, bayangan bulan memudar, mengeluarkan asap putih.. Lalu, perlahan-lahan datang dan berkumpul kabut putih ke bagian tengah tempat awal si Bulan, namun kali ini bentuknya berubah... Perlahan... Kabut-kabut itu membentuk garis wajahnya... Tegas dan sangat tampan. Wajah yang selalu aku kagumi dari kejauhan. Akhirnya, waktu yang kutunggu-tunggu datang, ya inilah bagian favoritku dari memandangi bulan. "Hehehehe sekarang bulannya kalah indah" gumamku.

Ya, malam ini seperti biasanya. Ya begini. Perlahan, kantuk mulai datang, memberatkan kepalaku. "Hoam..."  kataku sambil menutupkan tanganku ke mulut.
Hmm.. Kira-kira.. Dia sudah mendapat pesanku dari angin belum ya? Ah, mungkin kalau besok aku bertemu dia, aku harus tanyakan padanya. Ya.. kalau aku berani sih. Perlahan, garis-garis wajahnya memudar, bergabung dengan kabut putih, lalu mulai tampak.. Hamparan rumput hijau segar.. London... Eiffel..

13.8.12

Fana



Orang bilang, kalau aku menutup kedua mataku, lalu menghirup udara segar, membiarkan mereka masuk menyapa paru-paruku- beban hidupku akan sedikit menghilang? Dari kata-kata itu, bolehkan kalau aku bilang mereka itu pembohong? Sudah berapa kali aku melakukan hal itu hari ini. Namun semua beban hidup masih banyak menggantung dalam kamus hidupku. Memberatkan setiap langkahku, memperbanyak peluh-peluh keringat diatas dahiku, menghalangi angin-angin yang hendak menerpa halus rambutku.. 

Sampai detik ini, aku masih tidak bisa mengerti, bagaimana mereka bisa menyimpulkan hal-hal seperti itu. Benar-benar tidak bisa masuk di akal.

Setelah beberapa saat aku mengistirahatkan tulang-tulangku, aku memutuskan menghenyakkan langkah, melanjutkan perjalananku menempuh kehidupanku yang sebentar lagi akan berkurang satu hari. "Haaah..." ucapku malas sembari menggerak-gerakkan pergelangan kaki dan tanganku perlahan.

Tak terasa, perjalananku sudah tinggal setengah jauhnya. Semangatku menambah, tak sabar rasanya aku ingin sampai di tempat tujuan. Bau-bau yang selalu datang dalam dunia imajinasiku terasa semakin kuat menggetarkan semua saraf-saraf motorikku, membuat mereka mengirimkan gelombang-gelombang energi ke setiap anggota gerak dalam tubuhku. Mungkin, kalau dibuat grafik, kini pergerakanku sedang mengalami percepatan.

Aku masih tidak tau, sebenarnya bau apakah itu yang selalu aku tunggu-tunggu? Rasa penasaranku lah yang membuatku ingin terus berjalan, dan mencari tahu bau apa itu. Aku hanya tidak ingin menyia-nyiakan Oksigen yang telah Ia berikan padaku secara cuma-cuma. Makanya aku akan terus berjalan sampai aku tau. Kini, jaraknya sudah tidak jauh lagi. Hmmm, rasa lelahku akan segera terbayar.

"Braak... Auwwwwwww."
Badanku terhuyung. Hamparan aspal kusapa dengan ramahnya. Kini ku terduduk diatas mereka. Tak sadar selama ini aku berjalan dengan jutan mili darah segar yang mengucur. Astaga. "Apa yang harus kulakukan?" batinku. Perjalananku kurang setengah lagi. Pikiranku semakin kacau. Aku baru ingat, alas kakiku sudah tertinggal jauh dibelakang. Rasanya seperti sedang duduk diatas genangan air. Aku tatap jalanan didepanku, bayangan kotak bersinar-sinar jauh didepan sana. Pandanganku semakin buram. Berjuta-juta kata bagaimana mengitari kepalaku, menggema-gema, memukul-mukul setiap sudut tengkorakku. Haruskah aku berhenti? 

Isn't it getting more selfish?


Bulan Ramadhan sudah memasuki 10hari yang terakhir. Masjid-masjid dan tempat beribadah sudah mulai ramai dikunjungin lagi oleh para muslimin dan muslimah yang sedang mencari dan mengejar pahala dari Allah SWT, yang konon katanya paling gencar diberikan pada hari-hari terakhir ini. Namun disisi lain, tak hanya tempat beribadah yang ramai dikunjungi oleh lautan manusia, toko-toko, mall besar pun juga tak mau kalah ramainya. Memang tak ada yang salah, hal-hal itu manusiawi, dan setiap manusia berhak dan memiliki masing-masing pilihannya. Dan itulah pilihan mereka.

Beberapa hari terakhir, ketika aku datang ke masjid depan rumahku, aku selalu menemukan pemandangan dimana, barisan mukmin laki-laki hanya ada 3 baris. Jauh sekali dari keadaan tahun lalu. Lantas aku berpikir,  "Maklumlah, barisannya hanya ada tiga, mungkin mereka sedang sibuk melakukan sesuatu." 

Akhir-akhir ini, dimataku, dunia telah menjadi terlalu keras dan tidak mengenal waktu. Menggiring manusia menjadi terlena dengan urusan duniawi. Dunia telah menjadi begitu egois, tidak menyisakan waktu untuk kepentingan akhirat. Dunia membebani banyak hal kepada kita untuk diselesaikan. Dunialah yang membuat kita meninggalkan rumah Allah di hari yang penuh ampunan ini.

Seringkali aku merasa begitu lelah. Banyak hal yang harus aku selesaikan di sela-sela perintah agama untuk beribadah. Ingin rasanya aku bisa sungguh-sungguh mendekatkan diri kepada-Nya, tapi tugas-tugas membuatku mengurangi durasinya. Yha, memang tidak bisa disalahkan dan dijadikan alasan. Karena, memang agama juga-lah yang menyuru kita untuk terus menerus mengejar dan memperkaya diri dengan pengetahuan.

Namun, tidak bisakah kehidupan Dunia menjadi adil? Sisakan waktu kami untuk dapat beribadah kepada-Nya. Bertoleransilah kepada kami yang ingin menyembah kepada-Nya? Mengapa kau selalu membuat kami bingung, namun pada akhirnya, tetap kamulah yang kami pilih? Tidak bisakah kau membiarkan kami mengutamakan kepentingan-kepentingan akhirat diatas kepentinganmu? 

Dunia.. Akhirat... Mana yang harus aku utamakan? Mana yang harus aku pilih? Disisi lain, aku tidak ingin tugas-tugasku di dunia terbengkalai, disisi lain, aku tidak ingin terus-menerus menomer duakan kepentingan akhirat. Disisi lain, beban hidup semakin banyak namun waktu yang tersedia tetap hanya 24 jam? Lalu bagaimana aku bisa menjadi arif, ketika kepentingan dunia sudah amat banyak menyita waktuku?

Ya Rabb, Berikanlah aku kemudahan, kekuatan, kelancaran, ketepatan, petunjuk, dan bantuan-Mu dalam mengerjakan tugas-tugasku ya? Senantiasalah tuntun aku di jalan kebenaran, ya Rabb aku mohon ampun  atas dosa-dosa kami. Allahuma amin.

12.8.12

=YELLOW=


                                                                                                                                                                 
               Next time, i'll finish it. (s)

8.8.12

Light in your eyes

“There’s light in your eyes and I’ll always be hoping
that it shines on me."
-Tyler Knott Gregson-

The infinite world


Mimpi. Sebuah dunia dimana ujung dari dunia itu tak terhingga batasnya. Dunia dimana kita bisa bebas mengkreasikan apa yang kita inginkan tanpa ada orang yang bilang setidakmungkin apakah mimpi itu bisa menjadi kenyataan. Dunia dimana kita bisa dekat dengan apa yang kita inginkan.

Bermimpi itu gratis, tak berbayar. Maka dari itulah bermimpilah semau kalian. Mimpikan hal-hal yang tidak mungkin, karena dunia itu memang ada untuk hal-hal yang tidak mungkin. Dunia itu memang untuk menciptakan hal-hal yang tidak mungkin UNTUK MENJADI mungkin. Tanpa dunia mimpi, takkan mungkin ada lampu, telepon, handphone, dan lain-lain dalam dunia ini. Tanpa sebuah mimpi dari seorang Thomas Alfa Edison, kita takkan mungkin bebas melakukan apapun tanpa merasa gelap. Kalo itu dulu, menciptakan sebuah lampu adalah mimpi yang sangat mustahil. Bagaimana tidak? Menciptakan sesuatu yang dapat menghasilkan cahaya? Dengan teknologi dan ketersediaan bahan yang sangat minim, bagaimana bisa? Namun apa nyatanya sekarang? Lampu itu ada. Menghasilkan cahaya diseluruh belahan dunia. Yakan?

Buatku, mimpi adalah tujuan hidup seseorang, yang mengulurkan tangan kepada kita ketika kita sedang terjatuh dalam lubang kegagalan. Bahkan seorang Dahlan Iskan pun hanya memimpikan sepasang satu dalam masa kecilnya, tapi mimpi tersebutlah yang membuatnya untuk tetap semangat dalam menghadapi kemiskinan yang dihadapi keluarganya. Seringkali beliau ikatkan sarungnya kuat-kuat di perutnya ketika lapar yang menusuk-nusuk melandanya. Namun ketika akhirnya mimpi tersebut tercapai, beliau menjadi berani untuk memimpikan hal-hal lain yang lebih besar. Dari yang awalnya hanya bisa mengira bahwa ibunya meninggal karena di santet. Sebab, terakhir kali beliau melihat ibunya sebelum meninggal, ibunya sedang muntah darah dan perutnya membesar.. Hingga akhirnya sekarang, beliau bisa menjadi seorang Menteri BUMN, seorang pemilik Jawa Pos. Lihat kan? Betapa kuatnya kekuatan mimpi itu.

The infinite world, mungkin ini adalah ungkapan yang tepat untuk mimpi, ya mimpi itu tak berbatas. Jadi.. sudah siapkah kamu bermimpi? Dan seberapa siapkah kamu untuk mewujudkannya? Dream | Believe | Create | Succeed :)

6.8.12

The Moments Saver



Benda kotak dengan lensa berbentuk lingkaran itu benar-benar seringkali membuatku meneguk air ludahku, rasanya seperti salivaku memproduksi lebih banyak daripada biasanya. Sudah berulang kali aku meminta kepada ayah dan ibuku, merengek untuk dibelikan kamera, yang banyak orang menyebutnya dengan, SLR.
Aku rasa, aku memang memiliki hobi memfoto, aku sering memfoto apa saja dengan kamera pocketku, apalagi dikala aku dirundung bosan. Kadang hal-hal disekelilingku, buku-buku, benda apapun, atau bahkan diriku sendiri :p

Rasa inginku semakin bertambah, ketika aku melihat banyak teman-temanku sudah menenteng benda itu kemana-mana, namun apa daya, sampai kapan aku menuntut dan menjadi anak egois, banyak hal penting yang harus dipenuhi terlebih dahulu, apalagi menabung demi cita-citaku, itu jauh lebih penting daripada membeli benda itu.

Ketika melihat hasil jepretan yang sangat bagus. Ingin rasanya agar aku dapat segera memiliki benda itu.. Dalam anganku, sering aku bertanya.. "Kapan ya aku punya?" "Kapan ya aku dibelikan?" "Berapa lama lagi aku harus menunggu?"

Namun, sekarang aku tahu bertanya seperti itu sama sekali tak ada gunanya. Kita harus bersyukur atas apapun yang kita miliki hari ini. Dan orang bilang, menunggu itu bakal worth it pada akhirnya. Dan aku berharap, itu benar adanya. Ah kamera....

12.7.12


You try your best not to care with him. You stand right walking by like you don't see him right there somewhere. Then times passed and you realize that he still does all you think about.

11.7.12

3 Times

Assalamualaykum :3:3:3
Alhamdulillah akhirnya LOS (dulunya lebih dikenal dengan sebutan MOS) angkatan 2012-2013 selesai. Hmm entah kenapa ingin berbagi beberapa cerita tentang LOS. Bagiku, jadi panitia LOS merupakan satu dari perjalanan panjang selama menjadi siswa di SMADA, yang paling meninggalkan banyak kesan, seru, melelahkan, ngangenin, negangin, nyenengin, dan berbagai macam euforia dan perasaan yang ndak bisa dijelaskan, tapi... ya gitudeh :3:3

Omong-omong tentang LOS aku dan beberapa teman yang lain, sudah tuwuk banget lhoo.. Gimana nggak? Setelah diinget-inget.. Aku mengikuti acara ini 3 kali semasa di SMA hahaha. Pertamanya, jadi yang di-MOSin. Keduanya, jadi pembina kelas. Ketiganya, jadi seniornya. Ckckck tuwuk banget kan hayo....

Mungkin sebagian orang, bakal berpikiran, "Apa enaknya ikut MOS nyampek 3 kali gitu? Nyapek-nyapekin. Setahun sekali aja udah cukup. Kok ditambah lagi....." Hahaha jangan salah ya, aku bersyukur banget 3 tahun aku sekolah di Smada, aku ikut 3 kali kegiatan MOSnya. Dan serius aja.. Jadi panitia MOS itu nyenengin rek. Ngangeninnya pool. Apalagi kalo udah pernah jadi PK. Punya adek-adek yang harus dijaga. Punya adek-adek yang harus dibimbing, dan jadi tanggung jawab kita. Itu punya sensasi tersendiri. Dan nggak akan kalian dapet, kalo kalian nggak ikut dalem suatu organisasi (Ga bermaksud promosi lho ya :p) 

Rasanya 3 kali ikut MOS itu- kayak, menaiki sebuah stairs gitu.
Pertama, jadi, anak yang di- MOSin, kena marahnya senior-senior. Yang ngerjain tugas-tugas, yng harus pasrah, tetap tabah, dan semangat dalam melewati hari-hari selama MOS, yang... ya gitudeh. Terus, tahun selanjutnya- aku jadi pembimbing kelas, yang harus jadi kakak yang membimbing adek-adek baru layaknya mereka adek kita sendiri. Yang bertanggung jawab atas mereka- ke para senior. Yang harus sabar ngingetin, mbimbing, dan ngajarin berbagai hal tentang sekolah kita. Yang kena marah-marahnya senior, kalo adeknya ada yang salah... tapi juga harus tetep sabar... Dan, di tahun terakhir.. sekarang aku harus jadi senior. Yang arogan banget ke adek kelas. Yang bertanggung jawab penuh atas dua junior (anak kelas X dan kelas XI) yang harus kita naungi, demi tercetaknya generasi yang lebih baik dari kita-kita.

Maaf ya adek-adek yang kena marah. Kita ga ada niatan drama marah-marah ke kalian gitu. Kita beneran marah karena kekecewaan kita sama kalian, dan juga sama diri kita sendiri. Kita cuman takut aja, kalian dateng 3 hari itu bakal sia-sia. Cuuman itu.

Hmm, sebenernya banyak hal yang bisa diceritain tentang MOS. Tapi kalo aku ceritakan semua secara rinci, ntar gaseru doooong. Oyaaa, tau ga sih, hal yang paling menyenangkan dan membayar rasa cuapeknya jadi panitia itu ya, kalo pas baca surat-surat dari adeknya =)) Emboo isine lhoo, sak meskipun suratnya itu surat benci- aku bakal senyum2 dewe mbacane =)) Selain itu... Hal yang pualing membanggakan adalah, lihat kalian bener2 merasa bangga menjadi bagian dari Smadabaya. Lihat kalian jadi anak disiplin dan menghormati orang2 di sekitar kalian. Sekian cerita dari saya, hmm kangen masa-masa itu... VIVA SMADA!!! VIVA SMADA!!! VIVA SMADA!!!

9.7.12

Pernahkah kamu mencintai tanpa memiliki?
Pernahkah kamu harus menelan kekecewaan yang amat sangat ketika sadar bagaimanapun kerasnya kamu berusaha, ia tidak akan pernah teraih? Pelan, tapi pasti, kamu menyadari, kamu tidak akan pernah bisa lagi menahan rasa itu diam-diam.
-venus aretha-

Dinamika Kehidupan

Hidup itu emang terasa nggak adil bagi beberapa orang/golongan.Dan mayoritas, hal yang membuat mereka berpikirin seperti itu adalah dikarenakan faktor ekonomi. Kalo disuruh jawab jujur, aku juga gamau munafik, aku juga pernah berpikiran semacam ini "Enak ya keluarga ini...kayaknya kok..." tapi kalo aku terus  menerus berpikiran seperti itu, kan jadinya malah ndak rasional, jadi hal ini sangat-sangat tidak dibenarkan adanya hehehe, dan sebisa mungkin harus menghindari pemikiran seperti ini, karena pemikiran-pemikiran yang seperti inilah yang akan membuat kita menjadi orang yang tamak, menghalalkan segala cara, dan nggak pernah mau bersyukur, Naudzubillahimindalik.

Seiring berjalannya waktu, seiring bertambahnya umur, seiring banyaknya pengalaman, cerita, dan hal-hal yang aku lalui, aku tahu, kalo apa yang kita inginkan belum tentu menjadi apa yang kita butuhkan. Banyak orang yang menginginkan beruang banyak, tapi yang mereka butuhkan untuk hidup nggak cuman uang aja, mereka butuh orang yang bisa mendukung mereka untuk hidup. 

Ada hari.. dimana kita sedang berada di tingkat yang paling bawah, melalui banyak hal yang membuat kita merasa lelah secara emosional maupun fisik, namun ada juga hari... dimana hidup terasa begitu menyenangkan, ringan, dan worth it. Ya, itulah hidup, terus berputar. Seperti sepeda yang dikayuh, kita harusnya membuatnya seimbang supaya kita tidak jatuh. Gimanakah itu? 

Untuk membuatnya seimbang, diri kita sendirilah yang tau gimanakah caranya. Diri kita sendirilah yang tahu, seberapa seimbangnyakah yang kita perlukan supaya kita tidak jatuh? Tapi daripada memikirkan bagaimanakah caranya supaya seimbang dan tidak jatuh, alangkah baiknya kalau kita belajar bagaimanakah caranya supaya tetap seimbang ketika kita sedang terjatuh? Karena makna hidup yang sebenarnya itu seperti roda sepeda- bukan sepeda yang sedang dikayuh. Kadang kita ada diatas, kadang kita berada dibawah.

Sekuat apapun kita berusaha, menurutku, filosofi itu nggak akan bisa kita hindari, karena hidup ini sudah ada yang mengatur diatas sana. Orang yang sekarang kaya raya, kebanyakan- dulunya memiliki kehidupan yang susah. Begitu juga sebaliknya. Justru- karena pernah melalui kehidupan yang berat itulah sekarang dia tahu dan sudah cukup kuat untuk mempertahankan hidupnya- yang lebih baik. 

Ketika dibawah itulah, sepatutnya kita mengambil banyak pelajaran, bagaimana menerima apa yang kita lalui ketika dinamika kehidupan kita sedang di bawah. Dan bagaimana kita harus mengingat hari-hari itu ketika dinamika kehidupan kita sedang berada diatas.

Bismillahirohmanirohim, semoga bisa ya :]

23.6.12

PART II


.....Got an amazing part II of my seventeenth birthday. Thankyou :3....
                               
                                     

 WID+Made+Target! :p

16.6.12

=TEASER=

Trying to make a stop motion for my English task, with Adel . Haaah, seriously it's kinda...hmm I'm much like it pokoknyaa!!! :3:3:3 Here's our assignment teaser. But actually, it's already finished. But i'm just like the teaser part :p And btw..making film, is kinda much much funny! Maybe i'll make it as a new hobby :3 Had a super tiring-&&-hectic Tuesday <3 Xixixi.

15.6.12

JANGAN PERNAH BERI ALLAH SISA, 
SISA WAKTUMU, SISA REZEKIMU, dan SISA TENAGAMU  :)
Untuk mereka yang belum mendapatkan secais nasi-pun diluar sana. Bersyukurlah.

Welcome 17!

:: 11st June of 2012 ::
Alhamdulillahirobbilalamin. I turned my age into 17th. Whoaah it feels like "Hah? Seriously I'm already 17 now?". Kalo kata orang, 17 tahun itu masa pertanda kalo misal kita bakal jadi orang yang dewasa. Hmm, aku gatau harus gimana mendefinisikan kata dewasa ini. Buat aku ya, misal, ada orang yang dulu itu buener-bener gabisa masang tali sepatu dan dia bener-bener sama sekali ndak mau belajar supaya bisa, tapi tiba-tiba pada akhirnya beberapa hari kemudian, dia udah bisa, buat aku se, itu udah bisa disebut kalo orang itu udah jadi dewasa. Intinya se, dewasa itu ndak harus nunggu nyampe terjadi perubahan umur, kaya misalnya jadi 17 tahun itu baru jadi dewasa. Tapi dewasa itu bisa terjadi dalam banyak hal, berbagai kesempatan, dan dikarenakan berbagai alasan. Tapi gimanapun...

WELCOME 17 to ME!
~~~~~~
Makasi pol semuanya, yang udah kasih kejutan, kasih ucapan, yang buikin aku senyum ga habis-habisnya. Yang bikin aku ga rela waktu jamnya udah jam 11.58. Heee makasi poool ya semuanyaaa. Ngga bisa disebutin satu-satu :') 

13.6.12

From: dad.

The War Soon Will Begin.

Akhir-akhir ini, rasanya waktu menjadi sesuatu yang sangat mahal.
Setiap waktu yang berlalu, terasa begitu cepat. Ndak terasa, sekarang aku sudah di penghujung tahun menjadi anak kelas XI SMA. Yang artinya, sebentar lagi, aku akan duduk di bangku kelas XII.. Sebuah masa dimana aku akan menentukan bagaimana aku kedepannya. Menentukan What I'm gonna be?. Serius, semuanya terasa begitu cepat. Rasanya baru beberapa hari yang lalu, aku merasa awkward dengan teman-teman kelas baruku. Berharap bisa kembali dengan teman-teman lamaku di kelas X. Rasanya baru kemarin aku menulis cerita tentang X4. Rasanya baru kemarin aku ikut persiapan menjadi panitia MOS. Baru kemarin menjadi pendamping kelas anak-anak B1. Sekarang? 

Aku hanya tinggal menunggu hasil UKK keluar. Dan tersisa satu hari untuk menyelesaikan UKK mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Penjaskes. Akan sibuk menyiapkan adek-adek calon OSIS untuk menjadi panitia MOS. Sibuk mencari dan mendaftar ke lembaga bimbingan belajar. Kurang lebih, seminggu sebelum UKK, ada kejadian menengangkan yang terjadi kepada siswa siswi kelas XI SMA Negeri 2 Surabaya. Tiba-tiba saja, di suatu siang, nama kami dipanggil secara acak, satu persatu. Dengan harap-harap cemas, aku menunggu namaku dipanggil. Alhamdulillah, namaku dipanggil akhirnya. 

Setelah pembagian itu, aku baru tau, ternyata ndak semuanya dapet. Kulihat undangan milik temanku, undangan apakah sebenernya itu? Ternyata acaranya: Persiapan Jalur Undangan. Seketika, perasaan panik, bersyukur, dan merasa sedih untuk temanku yang belum terpanggil, tercampur menjadi satu. Hmm apakah ini sebuah pertanda akan kabar yang baik? Semoga ya Allah, semoga ya Allah.

Rasanya melihat, temanku yang menangis. Dan lain-lain. Seperti aku mendapatkan cambukan yang sangat keras dari Allah. Seperti diperingatkan oleh-Nya, kalau selama ini aku terlalu banyak membuang-membuang dan menggampangkan waktu yang berharga. Buat teman-temanku yang pada hari itu belum mendapatkan panggilan untuk orang tuanya, Tetap semangat teman-teman seperjuangan. Ini semua masih belum jelas bagaimana nantinya, semoga akan ada kabar baik yang akan menyusul kepada kita semua. Semoga apapun yang nanti akan terjadi kepada masing-masing dari kita, itu merupakan yang terbaik dari kita. Dan takdir dari-Nya. Semoga bagaimanapun nantinya, kita bisa menerima dengan hati yang lapang dan rasa bersyukur yang teramat banyak. Semoga aku bisa, semoga kalian bisa, semoga kita bisa.

Bismillahirohmanirohim. Kelas XII sudah sangat di depan mata, semoga kita siap dan bisa menjadi lebih baik di kelas XII nanti. Ya Allah mudahkan jalan kami. Rubahlah perilaku-perilaku kami, Tuntunlah kami selalu dalam jalan yang benar. Jauhkan kami dari godaan syaitan. Terangkanlah jalan pikiran kami, sehingga kami akan mudah dalam menerima ilmu. Berikanlah kami selalu kesehatan dan perlindungan-Mu. Izinkalah kami semua agar dapat mencapai cita-cita kami dan menggambar senyum di muka kedua orang tua kami. Amin amin ya rabbal alamin. :)

Make a New Start

Assalamualaykum.
Finally after emm..maybe a long time since last time i used my blog to share, I decide to make a new one, cause i think, the old one is totally absurd. So many unimportant stories there hehehe. I hope with I made this one, I able to write a post with meaningful stories to tell.. :)