Showing posts with label Allah. Show all posts
Showing posts with label Allah. Show all posts

4.1.17

Hello, 2017!


Hi, Marmut!
Setelah saya lihat-lihat, blog saya isinya mulai gloomy lagi ya. Hehehe, sebab memang perjalanan yang lebih sering saya arungi adalah perjalanan perasaan, selebihnya saya kurang ada waktu (beuh) buat melakukan, selain itu kurang ada dana juga. Jadi ya.. perjalanannya mungkin berkisar rumah-kampus-rumah kedua-rumah adik les-rumah gitu terus atau mungkin ada rute tambahan ke mall-superindo dekat rumah kedua. Oleh karena itu, sebenarnya banyak sekali tumpukan draft yang isinya lebih ke melodrama-way sehingga berhujung tidak jadi di post. Memang, hidup akhir-akhir ini terasa agak flat, dan gejolak yang ada, mayoritas terjadinya di dalam hati. So, pardon me blog for those blue and gloomy writings in here lately. I'd like to replace them with many beautiful and happy stories in return.. if Allah gives me the chances hopefully. :) Ohya, dan by the way! Akhir-akhir ini lebih aktif update seputar kisah hidup di tumblr, karena emang disana lebih mudah diakses! Selain itu, belum nemu aplikasi blogging yang ga ribet untuk blogspot di iOS, mungkin ada saran? Jadi sangat agak males untuk bercerita disini, sebab rada susah buat mindahin foto-foto! Dan kadang, rada males juga buat ngetik yang panjang sehingga cerita hanya diwakilkan dengan foto-foto. Wkwk terlalu banyak alasan yah? Namun, karena ini sudah memasuki liburan semester ganjil di universitas saya, welcome back blog!

How is  the 2017 so far, guys? Hope it was good and it would be for the rest of it yhaa! Baru berapa hari sih? Empat kan ya. Agak nggak percaya juga kalau tahunnya sudah berganti lagi. Terlalu cepat rasanya! Mengakhiri tahun 2016 dengan kejadian-kejadian yang agak menguji rasa sabar dan ikhlas, ya Allah, kayak cobaan kok ada-ada saja gitu... Namun, yaa begitulah hidup. Pada akhirnya, cuman harus menerima kan ya? Dan percaya kalau semuanya akan baik-baik saja. Agree?  Terima kasih 2016 untuk pelajaran hidupnya. Semoga saya mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa tentunya.. dalam bertindak maupun berperilaku.

2017 akan menjadi tahun yang sangat penting dan melegendaris dalam perjalanan hidup saya. InsyaAllah, semoga dapat lulus dengan gelar sarjana di tahun ini. Aaamiiiin ya Rabbal alamin. Lalu, mulai mengejar satu persatu target berikutnya. Most of the time, I was thrown in between anxious, curious, scared, you named it.. ! Tetapi gimanapun, saat itu akan datang juga! When life slapped me right on my face, that I need to get up, and be ready about whatever that coming in reality.. haaahh


Hmm, kemarin mengawali awal tahun dengan jalan-jalan bersama, hahaha. Kita nonton Star Wars Rogue One lohh! Dan gak tahu kenapa, saya terkesima sekali waktu menontonnya! Wkakaka, ceritanya nih, saya kan nonton hari.. Minggu ya. Nah, seminggu sebelumnya, saya itu bermalam sama adik saya di rumah Nginden yang notabene layanan tv kabelnya baru aja diganti. Berhubung itu malam natal, di TV itu banyakk banget film-film, termasuk salah satunya Star Wars yang Force Awakens. Pertama kali lihat itu, langsung ketagihan aja. Suka sama karakter-karakter dan animasinya! Wkwk Rey is super cool, indeed. Dan waktu tahu Rogue One  yang main itu Felicity Jones, makin lah pengen lihat! Jadi waktu diajakin nonton itu langsung mau deh.Yippiiieeeee! That day was so fun! Jadi pengen beli merchandise nya Star Wars wkwkwkwk bahayaa iniihhh. Tidaaak!


Oh iyaa. Saya sama mbik tadi jadi anak kedokteran sehari loh! Numpang ngasih surprise dan foto doang sih disana. Uhuuuyyy Selamat Pinuuuu S.Ked nya! Weee doain kita-kita yang masih baru sidang proposal yaa! Semoga lancar koas nya, bermanfaat ilmunya, dan bisa jadi dokter yang dapat mensejahterakan banyak orang dengan kesehatan. Kesehatan itu modal utama lohh. Tadi jadi mikir.. rasanya beda latar belakang banget ya antara anak teknik dan kedokteran. Kalau teknik, hubungannya dengan benda mati, nah kalau dokter, hubungannya langsung dengan makhluk hidup. It brings a really different responsibility.. Namun, apapun disiplin ilmunya, yang terpenting semoga dapat memberi manfaat untuk khalayak banyak. ;) Wkwkwk waktu tadi berkunjung kesana, yang senang adalah bisa bertemu lagi sama beberapa teman-teman. Dan beneran yaa.. dunia itu serasa sempit sekali. Bahkan, saya tadi ketemu anak yang waktu itu pernah ngetes gula darah eyang saya waktu jalan-jalan di Taman Bungkul dan dia masih inget aja wkwkwk. Terus ngga sengaja ketemu juga sama kembaran saya waktu SMA, sekarang udah beda sih, dianya makin kurus, sayanya makin... Ah sudahlah.

Yap. Segitu dulu ceritanya. Sampai jumpa di cerita-cerita selanjutnya yaah, Marmut! Kamu jangan galau yaa! 2017 akan jadi tahun yang lebih bahagia, semangat semangatt. May the force be with you! B)

R.

30.8.15

Random thought...

foto lama, masa-masa hectic cari perkuliahan


Saya ingat, sewaktu SMA, saya pernah berbincang-bincang dengan salah satu teman saya di tempat kursus bahasa Inggris.  Dan beliau, adalah seorang bapak dari dua anak. Kami berbincang bincang soal kuliah dan pekerjaan. Waktu itu, beliau bertanya pada saya “Rizka, kelas berapa sekarang? Habis ini kuliah ya berarti kan setelah SMA. Cari kuliah yang prospeknya bagus dan cari kerjanya gampang aja”. Wah, sudah diultimatum gitu, mau tidak mau tertarik juga untuk mencari tau, kira-kira apa aja sih studi yang punya prospek bagus gitu.

Setelah itu, saya mencoba berkonsultasi dengan orang tua saya masalah jurusan untuk kuliah nanti. Maklum, saya waktu itu masih awal di SMA, belum punya pandangan pasti mengenai jurusan yang ingin saya ambil untuk kuliah nanti. Bahkan seiring berjalannya waktu, keinginan saya selalu berubah-ubah. Dari yang awalnya keinginan saya semasa kecil, jadi arsitek, desainer interior, pengarang buku, sampai jadi insinyur, dokter anak, dan sebagainya. Akhirnya setelah bertanya ke orangtua saya, saya mendapat gambaran yang lebih jelas tentang kehidupan perkuliahan. 

Saya jadi ingat, waktu itu saya bertanya kepada ayah saya “Yah, jurusan apa sih yang prospektif, buat dapat kerja”. Beliau menjawab “Wah, sebenarnya kerja itu ada dimana mana, ketika kita memikirkan orang lain, disitu ada lapangan kerja. Saat ini pandangan orang ketika melihat kerjaan itu kebanyakan dari berapa besar gajinya, padahal, seharusnya kerja itu kan ibadah, rezeki itu yang nanti datang sendiri, berapa jumlahnya ya terserah Allah memberinya ke kita”. Setelah mendapat pesan tersebut, saya mulai berfikir. Dengan pandangan seperti ini, rasanya peluang kerja terbuka lebar di depan mata.
Ayah dan mama saya sering berbicara pada saya, kalau sebagai seorang perempuan, pekerjaan yang paling baik adalah menjadi tenaga pengajar, karena saya sekarang di teknik, mungkin maksudnya sebagai dosen. Kata ayah dan mama, pengajar adalah pekerjaan yang mulia, karena disanalah ilmu kita tidak akan pernah mati. Kita belajar dan selanjutnya dibagikan untuk orang lain. Selain itu, jam kerja dosen adalah teratur, sehingga tidak akan menanggalkan tugas saya sebagai seorang perempuan / ibu nantinya untuk mengurus rumah tangga dan anak.

Yah, tidak ada yang salah sih memikirkan prospek kerja sebuah jurusan, toh dari jalur jalur itulah nanti kita akan berkarya. Namun, saya ingat kata-kata sepupu saya beberapa waktu lalu, ia bertanya pada saya “Kamu kuliah mau menuntut Ilmu atau kerja kaa? Pada dasarnya, yang kita kejar sewaktu kuliah itu ya Ilmu, bukan prospek kerja”. Kata-kata ini benar sekali. Ilmu itulah yang memanusiakan manusia, yang bisa memicu terjadinya mobilisasi antar individu (vertical effect). Saat ini, mencari Ilmu lah yang paling penting. Dan yakinlah kalau rezeki akan datang dari Allah dari manapun bidang yang kita tekuni, asal kita terus berusaha dan berdoa pada-Nya.

Jujur, sampai akhirnya saya duduk di tahun ke-3 sebagai mahasiswa, saya tidak pernah memilih studi saya ini karena prospek kerja nya, yang terpenting bagi saya kemarin adalah memang ini yang terbaik untuk saya, dan disinilah saya harus menuntut ilmu. Sudah semester 5, makin banyak pikiran yang mulai membebani, mulai dari biaya pendidikan yang melambung, kerja praktek setahun lagi, bahkan untuk memilih mata kuliah pilihan, saya belum ada pandangan pasti, apalagi judul TA. rasanya kemampuan masih belum mumpuni. tapi disinilah yang namanya belajar, dengan merasa bodoh harusnya semakin giat belajar dan mencari tahu.. 

Allahuma yassir wala tu' assir. :)

4.8.14

A week of blessing!

Hey, peeps.. How's your day?  It's already a week after Idul Fitri. Sorry for the late saying, but Taqoballahu Minna Wa Minkum. Taqobal ya Kariim. Mohon Maaf Lahir dan Batin yaa.
We're started from 0-0 again, okay? :p

I'm going to post some about my recent activities in this Ramadhan 1435 H. Well, actually I wasn't doing so much things, Me and my family only stayed at Surabaya this year, because of my grammy just got sick for a month, so all of my mother's siblings asked my family to not go anywhere. Hehehe, maaf curhat. So, to kill the boredom, my family just looked for something refreshing near Surabaya. We were going out to have a dinner, or going out to try new highway, or having a windows shopping at mall, or simply just watching television and get my house cleaned together. I think, after all, it was still perfectly fun to be stay at home for almost 2 months, as long as there're the loved ones. hahaha i'm totally that type of a-home-person

Here, I give you hints of my Ramadhan's activities back then, yeay X)

After praying Eid
Alhamdulillah, this year I could follow praying Eid with my complete family. Actually we planned to pray outside of our neighborhood, but sadly, just like what we guess, we could not wake up earlier that day =)) So at the end, my family decided to pray in mosque near my house.. wkwk. After praying, some of my neighbor came to house, and we did Halal Bi Halal. Also there were some of our relatives too.. And this year, fortunately, whoaa I still got THR nih.. hehe.. :p 

Trying new highway
I think the new highway which already opened in gate Gempol-Pandaan, it is supposed as the part of Surabaya-Mojokerto Highway, was good enough. I was amazed while crossing it. They were many crossing line, between one and another one direction. We could also see some tunnels in every some mile. WIKA seemly used new method that earlier used in developed countries such us Japan and America in building a highway in this project, which utilizing the free-vertical-area construction. Maybe, it is not as beautiful as Bali Mandara Highway, but I think it deserves for two thumbs up! :) 

In my perspective, the government of Indonesia should, very needed, and MUST held many construction in this field. Infrastructure was a very important point to increase the living's point in a country. By a good infrastructure there will be a massive movement that can be done by the population, include to make a living or to transport thing for one place to another place. By a good infrastructure, especially the transportation, i believe, the rest development (like building, home, entertainment's place) will also follows to growth. 

Fingers crossed aja lah for the new government that will start to work in the next three months!
Okay, next!

Pick and do groceries with mom and gramma
Company mom and grammom to have groceries means having a tiring day. Since I am as the youngest person there, I have the responsibility to carry and take care of the goods as long as we're shopping, hahaha. Running here and running there with some plastic bag in my hand at a really crowded place.. was another kind of physical exercise's times for me.. :') KURUS KURUS KURUS!!! wkwkwk


do cooking! :p
The next activity is do cooking! Lately, I almost always being left by my mom and daddy and it's ended by me get starving alone at home, huhuhu. So when the Magribh came up, I waited for my mom and dad to come home and brought me some food.. either I would not have eaten at all. Because of that, I prepared myself some easy and instant ingredients to cook at home, such as this spaghetti teheee. So I do not need to worry again, whether my parents will come home late or not :p It was a good time with stove, pan, and spatula.  That's I provide you the tutorial :p :p :p And this below one is how it turned out! Awwweeee, come to mama food! X)

Hmm delicious spaghetti ala Chef Rizka ~ yeeah

Ramadhan 1435 H may ends, but the challenge of being a better person actually just started. So, let's do better in worshiping Allah ya.. Semoga Allah terus bimbing kita di jalan yang benar. Bismillahirohmanirohim. Semoga masih bisa berjumpa dalam Ramadhan berikut-berikutnya.. lengkap dengan orang yang kita sayang ya. Aamiin. Selamat beraktivitas kembali X)

12.7.14

Ramadhan Kareem 1435


my life this week in a frame

WHOAAA I must have been abandon my Pile of Dust, right? hmmm, since I've done doing my chores's list, I think i can spend a little time here :)

So what has been happening these past days?
Actually, I had lotta things happened, but much of it, are about went to somewhere either with my family or my friends. It's holiday, so i think, i deserve enough to have it, even- I may deserve more! Hahaha, but however, alhamdulillah, thank you, Allah :)

It almost reach the 2nd week of Ramadhan's month. Times walk way too fast, don't you think huh? But it kinda gloomy at my home, since my brother can't joining this Ramadhan at home, since he has to follow his academic's regulation at Kediri. Also, most times, my daddy is going out from the city to have done his work. And my mommy and sister busy take care of the school's entrance. Pssst i tell you, my sister made a big success, alhamdulillah, she got accepted at 1 JHS (just like me), I'm really a proud sister ever. ;) And that's why,  i feel kinda lonesome most time. And, it's kinda hard for me to go outside, since there's no vehicle left when everyone goes out.

Hmmm, first week of Ramadhan i mostly spend at home, chatting, watching Running Man, watching World Cup at the night, Sahur, reading Quran with my sister, helping mum prepare the meals, cleaning the house, eating, sleeping, praying, picking up my grammy to check up --" Until, at Saturday I went out with Aho and Dinar, yehaa finally we met up after a year, dinar said, it's been soooo long rite? <3

Actually, we wanted to ride on Surabaya Heritage (a famous bus that will take you to some tourist's destination places in Surabaya) from House of Sampoerna. But unfortunately we didn't make it, because we ran out of the places :< So then, we just walked around and take some selfie with Aho's tongsis (nak gahoelz bet dah) After felt content of roaming around in there, we decided to go to Tunjungan Plaza, because Aho wanted to look on some shoes in there. And we spent the whole times there until breakfasting. Psst i didn't recommend you to do this, because it consumed much energies of your Sahur meals, you couldn't find any seats to relieve your legs even for a minute.. haaa :p

The next days, hmm, went quite bit absurd.. I just picked up my mommy to mall. My daddy to airport, with my brother, since my daddy took the morning flight, me and my brother watched the World Cup at car hahaha. And then, there was also The Election day, at 9th July, really curious (as always) about the result. I hope, whatever the result that come out, they will become the responsible President who will listen and care to their citizens.

yes, Fingers crossed.

3.5.14

Dear Allah,

made it this afternoon


".......
'Cause I'm lonely and I'm tired
I'm missing You again oh no
Once again
......"


hmm, have you ever felt like...somehow - you're far from Allah? Iyaa, Allah itu emang selalu ada dan memantau kita dari Arsy-Nya. Tapi, kitanya gitu yang lagi ngejauh dari-Nya. I've felt it, many times.  Dan ketika kondisi seperti itu datang, rasanya seperti ada bagian dari dalam diri saya yang kurang. Seperti apa yang sedang sayajalanin itu kurang bermakna, kurang berbobot, kurang berlandasan, dan sama sekali tidak bertujuan. And it doesn't feel good at all..

Saya juga gaktau kenapa this kind of situation masih bisa datang, padahal saya tau sendiri kalo saya sedang berada pada situasi seperti ini, itu akan membuat saya merasa gak benar, sedih, dan paint a deeply hole dalam hati saya. It impacts me a lot, sort of:
  •  ibadah saya kurang berkualitas. Sudah sholat, doa, mengaji, dan setelahnya, yaudah bless... balik lagi ngerasa, awang-awang
  •  apa yang saya kerjain itu, gatau mau diarahkan kemana. Seperti, iya saya tau, saya habis ini harus ngerjakan tugas, makan, tidur, pergi, dan lain-lain. Tetapi dalam benak saya, saya bertanya-tanya, "ini buat apa sih sebenernya?" 
  •  saya merasa menjadi manusia paling berdosa,tapi saya gak mau melakukan perbaikan untuk hal itu. Tetep aja, ibadah saya jalanin sekedar sarana untuk nggugurin kewajiban. 
  •  dan masih banyak hal mengganjal lain yang bikin saya trapped dalam keadaan emosional yang kurang baik. Uring-uringan, diem, atau melongo aja.  padahal sebenernya saya cuman lagi ngerasain lelah sama ramainya dunia.

Dan sadly, setiap bulan saya harus mengalami fase ini. Since, I'm already baligh. I should through a period when i can't connect with Allah intensely. Ibadahku menjadi terbatas. Dan akhirnya, poin pertama yang aku ceritakan terjadi dan terulang kembali dalam diri saya :-(

Ya saya sendiri sangat menyadari kalo saya ini masih jauh dari kata baik dan sempurna. karena, memang kan kesempurnaan hanya milik Allah SWT seorang. Dan ya seperti ini lah.. saya juga bisa tergoda dengan buaian dan keindahan dunia yang padahal sifatnya hanyalah ilusi dan sementara. Menomor sekiankan kepentingan agama dibawah kepentingan lain.

Menurut saya, memang kesadaran akan pentingnya untuk "berkoneksi" dengan Sang Pencipta itu timbul dari dorongan naluri dalam diri kita sendiri, kalau ya memang kita butuh Dia untuk menunjukkan mana yang benar dan mana yang salah. kalau ya memang kita butuh uluran tangan-Nya untuk dapat menjalani hidup kita dengan baik. Dan membangun koneksi itu kadang bukanlah hal yang mudah ketika kita sudah terpaut dengan jarak. dianalogikan sebuah koneksi (sinyal) hape, ketika kita sedang berada jauh dari pancaran sinyal tentu sinyal kita akan menjadi lemah, buruk, atau malah  tiada kan? namun berbeda lagi apabila kita berada didekat kawasan pancaran sumber sinyalnya, tentu status sinyal di hape kita akan menjadi bagus dan kecepatan koneksinya menjadi cepat. Dan menurut saya seperti itu juga sistim kerja koneksi kita dengan Tuhan kita.

Bila kita sudah berada dekat dengan Sumber kita, tentu kita akan merasakan betapa cepat sinyalnya dapat dimanfaatkan. Ketenangan, kualitas ibadah dan lain-lain. Oleh karena itulah, kita harus memaintain koneksi itu agar selalu baik.. dengan tidak meninggalkan ibadah yang Allah perintahkan kepada kita.

Dari sebuah tulisan yang pernah saya baca.
"Ketika kita berjalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah akan berlari untuk mendekati kita" Subhanallah, in shaa Allah, aamiin

and yes, God, I'm missing You again.