25.12.12

You.

I think we all have that someone that placed in somewhere special in our heart. Maybe as a friend, best mate, boy/girlfriend, or whatever we called that. Which, we think that their presence in our life, make us feels like we were a more lucky, happier, and loved than other people do. Right ? And i have throughed that phase in my life too.

Meeting that someone, will always be in an unexpected time. Like, what Rihanna said, that, "We found love in a hopeless place". Maybe, that someone, used to be.. a stranger to us. An old friend. Or maybe, one of our sibling friend? Or maybe someone that has a same hobby with us? Or maybe, someone that we accidently met in one of... party? Or maybe, someone that we accidently knew through a social media? Or maybe, that someone was used to be our friend, our closest friend? We never know.

Haha, sometimes, it feels so funny to realize, it could happen, that a stranger could be someone that really important to us, to me. Just because maybe, a silly moment that we through with them. But it was an unique one, and that's why it lasts long in our memory and change some of a feeling in our heart. Just like, there's a witch, spell a magic words to us. Then, everything's change and turned into something, that we would like to call, as, love.

I don't know, what's point, that i would like to tell in here. But, right now, i just amaze, with, a thing, called love. That could turn our whole day like..as, we through a journey in a sea, we joined the up and down within the waves. One time, we're up. We talk many things. We share laugh and joy.we smile. We care. Till it gives us goosebumps in our stomach. But one time, we're in down. We stop talking. We stop caring. We stop sharing. We missed them. Like, world leave us behind. But that's the circle. And we must teach to enjoy, not just every good moments but also the hard and bad ones.

And the worst is, when you both already stuck at that point, which, one is got bored and the other one, maybe got tired. Then, all those happiest day is slowly start to fade. And you both back to that day, when you both were still a stranger. Not talking, not caring, and not loving anymore.

And then.. someone come again and telling us, that they were different from the old one. That they won't do things that may hurt us again. Then, we believe them. And we fall into that feeling again.

Is that wrong ? Well, it's not. It always like that, right ? 

But i think, that was a literally right things, we're gonna do. Because, these all just about a feeling. And we don't have that big control into it. Cause, it was something that come from our heart, without any permission from our health thinking.


I have a very nice quote, it said, "i don't know what's going on, but i know, that you, at least, here, and make me smile." That's why, never scare to in love. Because, love is a good thing to be happened. Maybe, when it hasn't end in a good way, it because we haven't met that "right-special-someone". Maybe, we haven't met  our that 'you', yet.

24.12.12

Let Allah Do The Rest.

Allah.. i'm way scare about my scores. I know I shouldn't because i still have Your helps, right ? :-(

24.11.12

Islam and its generousity


Hal yang selalu aku impi-impikan ketika aku sudah bisa mendalami Islam- sedikit- lebih dalam- adalah aku bisa mengajak seseorang lain untuk turut mencintai Islam juga. Mungkin, kalo orang dengan agama lain melihat Islam untuk pertama kalinya, yang terbesit pertama kali oleh mereka adalah Islam merupakan suatu agama yang jadul dan begitu mengekang, padahal sebenarnya, Islam tidak seperti itu. Apalagi dengan banyaknya peristiwa-peristiwa yang memakan korban, yang dihubungkan dengan perintah Jihad yang ada di Islam, serta sering adanya berita-berita tentng perbedaan pendapat dalam sesama muslim,  membuat Islam dinilai sebagai agama yang buruk dimata penganut agama lain.

Padahal, sebenarnya Islam adalah agama yang benar-benar baik kepada penganut agamanya, dan juga orang-orang yang berada di sekitar kita.Islam mengajarkan kepada umatnya tentang berkomunikasi tidak hanya ke satu arah melainkan sekaligus ke empat arah: kepada Sang Pencipta, kepada sesamanya, kepada lingkungan dan sekitarnya, serta kepada diri sendiri juga. Namun, seperti apa kata pepatah, "Tak ada gading yang tak retak", sehingga para Muslimin dan Muslimah juga tak bisa serta-merta dengan ajaran agama yang sudah sempurna ini, bisa menjadi penganut agama yang jauh dari kata salah semua.

Selain itu, 
Banyak pandangan tentang agama Islam adalah agama yang jadul dan mengekang. Mengapa? Mostly, banyak dari mereka yang hanya menjudge dari sisi luar, menilai seperti itu, karena larangan-larangan yang ada di agama Islam. Padahal, sebenernya, larangan-larangan yang diberikan Allah kepada umat Islam, adalah sesuatu demi kebaikan kita. Contohnya: larangan memakan daging babi. Well, banyak orang bilang, daging babi memiliki rasa yang lebih nikmat bila dibandingkan dengan daging sapi/kambing biasanya. Tapi dibalik rasa yang lezat itu, banyak dari kita sudah tahu, kalau di dalam hati babi terdapat cacing pita. Bayangkan saja, bagaimana kalau babi tidak menjadi haram dan kita memakan daging babi setiap hari? Mengerikan bukan?

Then, perintah menutup aurat. Mungkin, penganut agama lain, pernah terbesit perasaan aneh, ketika melihat seorang muslimah yang mengenakan kerudung, atau bahkan cadar. Padahal sebenarnya, Allah menurunkan perintah ini supaya kita sebagai kaum perempuan dan muslimah dapat lebih merasa aman dari gangguan-gangguan sekitar. Allah memerintahkan kita u/ menggunakan penutup aurat supaya kita mudah dibedakan dengan pemeluk agama yang lainnya. Dan, lil bit sharing my own experience, as I'm being a veil so far, wearing a hijab will make you feel more secure than before. And as you're wearing a veil, you won't be just covering your aurat but you will also try to cover your behavior too. It's like you'll feel more shame for doing some things that it shouldn't have been done. It's like you have a-clear-must to not just protect your ownself as a human, but also to protect yourself as a human and muslim/muslimah,  :)

And another example is, a command to do sholat lima waktu tiap harinya. Jujur saja aku miris ketika aku pernah membaca di salah satu media social, ada seseorang yang ngetweet and it sound "Orang bodoh. Mau-maunya tiap hari njedut-njedutin kepalanya ke lantai, Gila?". Oke, if you asking to my heart, it will cry. Bagaimana orang itu bisa berbicara seperti itu, ketika mereka tidak mengerti sama sekali mengenai esesnsi dari sholat sendiri. Bagaimana ketenangan yang bisa didapat ketika kita sedang mendirikan sholat. Menyadarkan diri akan banyaknya dosa yang sudah kita perbuat tiap waktu, sehingga insya Allah, diharapkan ketika kita usai mendirikan sholat, kita mau berusaha berubah menjadi lebih baik. Dan ketika kita mendirikan sholat, and at the same time we're currently have a great problem, you'll remember that you ain't gonna alone to face that, you will always have Allah. Selain itu, dari sumber yang pernah aku baca, katanya gerakan dan waktu dari sholat ini sesungguhnya memiliki manfaat yang baik lho buat tubuh. Selengkapnya: bisa dibuka disini ;)

Last another example, adalah larangan untuk berpacaran dengan yang bukan mukhrimnya. Ya, mungkin inilah larangan yang membuat Islam menjadi agama yang jadul. Secara, jaman sekarang? Masa iya gak boleh pacaran? Wow. Ya mungkin itu petikan kalimat yang pernah terbesit di pikiran beberapa dari kita, atau mungkin diriku sendiri? Haha I'm not kok. Menurutku, sisi baik yang ada pada larangan yang satu ini, dimaksudkan agar kita bisa terlindung dari hal-hal yang tak diinginkan. Karena, ketika kita tidak mencoba membuat tembok perbatasan ketika umur kita belum cukup dewasa, itu akan terlalu bahaya. Ketika kita berada di zona, yang masih suka berpikir labil, tidak berorientasi kedepan, mengikuti egois, hawa, dan nafsu, justru nantinya diri kita sendirilah yang dirugikan (Naudzubillahimindalik.) Lagipula, pacaran dalam Islam itu bukan sepenuhnya dilarang, namun tergantung dari bagaimana niatnya terlebih dahulu. Kalau pacaran disini dimaksudkan hanya untuk mencari kesenangan dan media menuju kemaksiatan, tentu saja tidak diperbolehkan, namun jika pacaran disni digunakan sebagai media taaruf (u/ mengenal lebih dalam satu sama lain), maka diperkenankan- dan tentu saja masih dengan adab-adab tertentu. Sama halnya dengan metamorfosis yang terjadi pada binatang-binatang, setiap hal yang perlu untuk dilewati- semuanya itu memiliki saatnya sendiri-sendiri. Lagipula Islam memang sangat menjunjung umatnya untuk memperkuat ukhuwah satu sama-lain.Sehingga, kita harus tetap menjalani ukhuwah namun tetap pada bata-batas wajar. Apalagi untuk saling berbagi ilmu, pengetahuan, dan informasi, menjalin hubungan dengan sesamamu, itu adalah sesuatu yang baik. Sebenarnya, Allah memerintahkan seperti itu (tidak berpacaran) supaya kita semua terhindar dari zina, karena zina itu letaknya dekat dengan kita, karena zina itu sumbernya berada di dalam diri kita..
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” - (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).
Namun, disisi lain, dari hal-hal yang saya impikan itu, saya sadar, itu bukanlah impian yang mudah untuk diwujudkan, karena agama adalah hak pilihan pribadi masing-masing. Kemana kata hati masing2 dari kita memanggil, kesitulah kita harus berjalan. Namun walau begitu, api impian nggak akan aku padamkan, moreover people say that diversity is something that beautiful, cause it will make something has more color ;]
“..orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.." - Q.S Al-Hujurat ayat 10. ;)

23.10.12

Nice


Been through hard days. Been knocked down. Been deep fallen in failed.
Can't accept the failure that actually caused by my own self. Got depression, and feels like the world is never fair toward me. Now, i'm awaken. Life needs go on. Yes, life is hard. No one says that it was easy, Rizka. Believe that everything will be worth it in the end. Be husnudzon always to Allah SWT, maybe when you get something hard, Allah just testing you, are you deserve to get something more? Just that. Let's start a new day! Make a positive feeling so it'll give you a positive thinking, Bismillah ya shoohibun.. :)
Keep your dreams alive. Understand to achieve anything, requires faith and believe in yourself. Vision, dedication, and work hard. Remember, things are possible, to those, who believe.

12.10.12

Already !


Found it in one of my pc's folder, and realize I haven't shared this one on youtube! 
And now it's available, guys! :P Though, nothing special with this video,
 but the memories back then were important and lovely moments to remind ! 
For better images, just change the  quality into 480p !
Hope you all like it, enjoy ! xx :)

11.10.12

Find yours !


Kalo ditanya tentang apa itu bahagia, seringkali aku akan menyebutkan hal-hal yang bisa membuatku merasa bahagia, bukan arti dari bahagia itu sendiri. Kalian juga nggak sih? Kenapa ya kok gitu? Hmm, kalo dari pelajaran Bahasa Inggris yang sudah aku dapat, Bahagia]: adalah suatu ungkapan perasaan ketika kita baru saja mengalami hal yang membuat kita bahagia. Bahagia juga tergolong ke dalam kata benda yang absurd. Jadi, bahagia itu adalah hal yang gak bisa kita lihat dengan mata telanjang, tapi kita bisa merasakan kalo kebahagiaan itu memang ada. We know that happiness does exist, around us.

Menurutku, sejatinya- bahagia itu sangat sederhana. Bahagia itu ga harus kita cari susah payah. Bahkan, sebenernya kita bisa membuat kebahagiaan itu sendiri, tanpa perlu menunggu ataupun mencari. Kok bisa?
Ya gini deh, pernah ga sih kalian mengamati diri kalian sendiri? Misalnya, suatu saat di hari yang bolong, kita merasa bosan datang menerpa, membawa sejuta hawa malas dan mood jelek mulai bertumbuh, terus kita berpikir, "Ah main laptop aja ah kalo gitu !" Nah, itu kan secara ga langsung kita sedang berusaha membuat diri kita bahagia dengan nggak membiarkan rasa bosan tadi, tumbuh menjalar.

Sebenernya kita bisa kok, merasakan bahagia tanpa kesedihan, tinggal- gimana caranya kita aja kan buat menstimulus diri kita untuk ga memikirkan hal-hal yang biasanya bikan kita sedih. Sedih ataupun senang, itu datangnya dari kita sendiri lho. Malah, sebenernya ngga ada faktor-faktor luar yang dengan sengaja ingin memusnahkan perasaan bahagia yang ada dalam diri kita. Tapi diri kita sendiri lah, yang udah buat faktor X itu melenyapkan perasaan bahagianya kita.

Bahagia itu, seringkali kita rasakan kalo kita mendapatkan apa yang kita mau, apa aja- materi maupun enggak. Pasti itu bisa jadi moodbooster kita. Tapi sebenernya ga baik lho, kalo kita ngegantungin kebahagiaan kita ke suatu hal, karena, segala sesuatu yang ada di dunia ini itu, sifatnya cuman sementara. Pepatah bilang, "Sometimes, we should be our own self hero" Jadi, kalo misal suatu saat, hal yang bisa bikin kita bahagia itu hilang, hal itu ga akan bikin rasa bahagia yang ada dalam diri kita itu lenyap tak bersisa...

Ya bukan berarti dalam menarungi hidup kita harus ngerasa bahagia terus lho ya, itu agaknya ga mungkin. Hidup itu ada pasang surutnya, naik turunnya. Kadang bisa diatas kadang bisa dibawah. Tapi gimana caranya lah, dalam dua keadaan itu, kita ambil sebuah kebahagiaan yang Allah sisipkan didalamnya. Mungkin, kalo kita lagi sedih, Allah cuman pengen buat kita, besok akan tahu gimana itu bahagia. Soalnya, kalo kita cuman jalan di satu titik, gimana caranya kita bisa tahu perbedaan-perbedaannya ? 

Bahagia itu sederhana; kalo kita mau mensyukuri setiap hal yang sudah kita punya hari ini.
Bahagia itu sederhana; kalo kita mau peduli dan saling berbagi kebahagiaan satu sama lain.
Bahagia itu sederhana; kalo kita bisa memaknai apa itu bahagia.
Bahagia itu sederhana... kalo kita mau mencarinya.
:)

10.10.12

Gusar



Kali ini, Ami memilih untuk diam. Namun gerak tubuhnya benar-benar bertentangan dengan perasaan tenang yang ingin ia tampakkan, tangannya begitu usik, setiap detik yang terlewat jemarinya akan saling menjentik. Sepertinya Ami sedang begitu gusar. Raut mukanya pucat, kantung matanya tebal, sepertinya ia sudah menangis semalaman. Mungkin, Ami butuh waktu sendiri. Mungkin, Ami sedang ingin mencerna keadaan di sekelilingnya, atau lebih tepatnya, perasaannya sendiri. Dari jauh, aku memandanginya.. Ingin rasanya aku mendekat, dan bertanya, apa yang membuatnya seperti ini? Tapi, aku takut dia akan mengabaikanku.

13.9.12

Waiting or awaited?


Menunggu atau ditunggu? 
Hayoo... Kalo kalian misalnya berada diantara dua pilihan itu, mana yang lebih kalian pilih? Menunggu atau ditunggu? Aku yakin, kebanyakan dari kita pasti akan lebih memilih ditunggu, daripada menunggu. Iya nggak hayo? 

Banyak orang bilang, menunggu adalah pekerjaan yang paling membosankan, menjemukan, ngebetein, dan kalo anak ABG bilang sih, paling super bikin galaunya :P Aku juga ngerasa gitu kok, jujur aja sudah berulang kali aku mengalami fase menunggu dalam hidupku, mungkin kalian juga kan? Dan aku jelas banget, gasuka sama yang namanya menunggu. 

Tetapi, setelah, aku memutar otak, beberapa kali. Kalo dipikir-pikir, aku juga nggak suka ditungguin. Rasanya itu kayak ada yang mbeban, kayak ada yang membatasi kita- dan bikin ngga enak hati. Akhirnya banyak hal yang dilakukan dengan tergesa-gesa, atau mungkin dipaksakan. 

Aku punya contoh konkretnya nih. 
Misalnya kita lagi ulangan, terus sebenernya, ulangan kita, secara total- kita belum yakin dan masih pengen bisa mengoreksi, tapi berhubung, kebanyakan dari teman sekelas kita sudah selesai dan keluar. Akhirnya kita jadi keburu-buru, apalagi kalo gurunya ndak sabaran gitu, kan kita nggak enak juga, tinggal sendirian gitu, ditunggu dan diawasin guru, akhirnya kita mempersingkat waktu dan nggak ngoreksi jawaban kita lagi karena merasa kebebani, padahaall.... dalam hati rasanya belum yakin 100%. Nah itu, kalo kita di sisi ditungguin

Sekarang, kalo misal- kita disisi, yang menunggu. 
Sama dalam pengondisian ketika kita lagi ulangan. Bedanya sekarang- kita jadi anak yang sudah selesai ngerjain soal ulangan itu dan kita juga udah merasa yakin dengan jawaban kita, tapi ternyata, masih belum boleh dikumpulin sama gurunya- kita harus nunggu semuanya selesai. Yaudah, akhirnya kita nunggu. Nah, disela-sela kita nunggu itu.. Kita bisa sambil ngecekin ulangan kita lagi, dan menemukan beberapa jawaban yang ternyata itu ndak diteliti, dan membenarkannya. 

Jadi- dari dua kondisi yang aku gambarin tadi, aku mau membuat kesimpulan dan menunjukkan sesuatu kepada kalian. Dari dua kondisi ini kita bisa lihat- ketika kita menjadi orang yang menunggu, ternyata- kita malah bisa dapet lebih banyak hal positif daripada jadi yang ditungguin.. 

Sebenernya, gak cuman dalam kasus ini aja sih. 
Ternyata, menunggu gak seburuk apa yang kita bayangkan, atau seburuk apa yang biasa kita doktrinkan. Secara nggak sadar, dengan menunggu- kita bisa belajar buat bertindak sabar. Dengan menunggu, kita belajar mengalah. Mungkin kalau kita nunggu itu, nanti akan ada saatnya kita bisa dapet yang lebih baik, daripada kalau misal kita gak nunggu. Barangkali, emang ini belum waktunya kita, makanya, kita harus menunggu. Mungkin, ada sesuatu yang mau Allah tunjukin ke kita, diselang kita menunggu... 

Ternyata emang ya, kita harus menganalisa dari berbagai sisi ketika kita akan menilai suatu hal. Kita harus banyak dan lebih sering belajar, apa itu menerima. Kalaupun, kita sudah banyak melakukan sesuatu demi suatu hal, tapi toh, kita gak kunjung dapet, mungkin emang itu belum waktunya, mungkin emang ada hal bagus lain yang Allah mau kasih untuk kita, dan mungkin ada sesuatu yang buruk kalau kita menerima itu sekarang.. Karena, ya, semua apa yang terjadi pada diri kita sekarang ini... Itu semua sudah ada garisnya. Sudah dituliskan sama Allah, karena Dia-lah yang Maha Tahu. Dia-lah yang Maha Berkehendak. Dia-lah yang Maha Esa. Dan sungguh, ratusan kali aku berpikir, bagaimana aku bisa hidup dengan harus berjuang di kehidupanku yang selanjutnya.. darimana asal mulanya langit? Paparan yang dulu semasa aku kecil, rasanya sangat dekat hingga bisa aku gapai, ternyata jauuuh, jauuh membentang ke atas dan kesamping, dan gak bisa dengan segampang itu aku sentuh, kalau nggak ada zat yang Maha Besar dari kita. 

Sudah sesusah apapun kamu berusaha, pasti ada waktunya, usaha-usaha itu akan kembali pada kita dengan membawa sebuah hasil. Entah kita harus menunggu ataupun ditunggu terlebih dahulu, pasti ada waktunya hal itu akhirnya datang buat kita. Menunggu itu memang berat, menunggu itu membosankan, tapi asal ada kepercayaan, keyakinan, keikhlasan, serta rasa percaya kita akan kebesaran-Nya. karena hanya Dia-lah yang akhirnya dapat menentukan. InsyaAllah menunggu itu tidak akan menjadi sia-sia ataupun terasa berat. 

Seperti hukum energi mengatakan, suatu energi positif yang kita keluarkan, pasti akan kembali ke asalnya dengan membawa energi yang positif juga. Dan begitupun sebaliknya- jika kita mengeluarkan energi yang negatif, maka nanti sesuatu yang negatif akan kembali kepada kita. 

But at least, we should try to make something perfect in once, so we don’t have to be waiting yet awaited. And the most important point is- we should stay positive and believe there’s nothing that impossible ;)

9.9.12

Happy 3rd year!


They listened me up when I have a problem. Help me dry tears from my face, and put happiness in its place. Laughing hard till our faces turn into red, talking everything that we think it's funny, maybe people think we're all crazy- indeed. Though, destiny take us apart, I know, there will still a believe that- we're still what we used to.  Times and Distances often make me realize, that I miss you all. It already comes to our third year, I wanna say thank you to you all. For the laughter, supports,  sadness, moments, jokes, and everything that already happened so far. Sorry for the mistakes, or everything I did, that maybe ever hurt you, please forgive me. Guys, you are amazing...