Showing posts with label Travelling. Show all posts
Showing posts with label Travelling. Show all posts

18.12.19

Trip to Bromo


Salah satu keinginan yang muncul dan terwujud di penghujung tahun ini. Suatu hari di minggu terakhir November, aku merasa belum banyak hal yang sudah aku lakukan sampai sekarang. Banyak hal yang belum sempat aku lakukan sebelumnya, salah satunya adalah travelling, bahkan hanya ke tempat yang tdk begitu jauh juga dr tempat tinggalku, karena waktu dulu aku merasa, kalau aku ingin kesana-kemari artinya aku akan merepotkan orang tuaku karena harus mengeluarkan biaya lebih untuk kesenanganku.

Awalnya, aku tiba-tiba benar-benar ingin bisa pergi ke Kawah Ijen, atau ke Ranu Kumbolo atau naik gunung manapun, namun sayang sekali, Ranu Kombolo masih tutup sekarang ini, sdgkan Kawah Ijen, aku blm dpt banyak massa utk pergi kesana. Tp doakan ttp bs kesana yaa

Nah, doaku kali ini terwujud jg dr arah yg tdk disangka-sangka. Ini adalah pengalaman naik gunung pertamaku, tp mungkin ini lebih cocok disebut sebagai bukit drpd sebagai gunung, karena ketinggiannya bahkan ga sampai 1000 hahaha. Tapi lumayan lah, alih-alih gajadi naik ke Ranu Kombolo, waktu naik  gunung itu aku dpt pemandangan gratis dr Gunung Semeru jg loh.. Untuk yang satu ini, aku akan ceritakan detailnya kira-kira bulan Januari aja yah. Karena, sementara ini, ini masih proyek rahasia hahaha.

Nah, doa yang terkabulkan selanjutnya adalah, di minggu ke-2 Desember ini, aku diajak sepupuku ke Bromo. Jadi ceritanya, waktu akhir November itu aku ketemu sm sepupuku. Kita janjian nonton Frozen II waktu itu hahaha. Eh terus disana, tbtb dia ngajak, "Mbak ke Bromo yuk?" yaampun, kok bisaa yaa? batinku. Ya otomotis aku iyakan lah ajakannya. Aku sudah lama banget pengen ke Bromo lagi, terakhir kali aku kesana, aku inget banget, aku masih umur 17 tahun. Berarti udah 7 tahun yang lalu, dan waktu itu aku sm keluargaku cuma bs naik ke penanjakannya aja. Karena, waktu itu ayahku ngelobby penjaga disana untuk naik pakai mobil pribadi aja, dan waktu mau ke bukit pasir, menurut ayahku, ban mobilnya ga cocok disana. Yaudah akhirnya kita lgsg turun deh. 

Lucunya, kurang sehari dr hari keberangkatan itu, 15 Desember 2019, jujur aku lupa kalau aku ada janji buat ke Bromo. Karena hari Kamis sebelumnya itu mendadak aku dpt perintah dinas di luar kota. Waktu sepupuku kirim chat itu, aku masih diperjalanan pulang. Auto pusing waktu bc chatnya, krn jujur kondisi badan udh mulai jompo waktu pulang itu. Akhirnya, hari Sabtu siang aku baru balik Surabaya. Lalu sampai rumah dr Siang smp Sore aku puasin tiduran. Malemnya, jam 21.00 aku dijemput sama sepupuku. Awalnya, sepupuku berencana brgkt ke Bromo cuma bertiga, aku dia sm adikku Riza. Tp akunya sendiri ga yakin. Mana mobilnya, mobil city car gitu. Kayak, aku merasa ga aman aja kl cuma cewek-cewek bertiga, aku udah lama ga kesana, dan aku juga kondisi ga seberapa fit krn masih kecapek'an. Tapi Alhamdulillah, di last minute, sepupuku berhasil ngajak 2 temen cowonya. Dan beruntungnya, adek-adek ini super kocak & baik banget. Jadilah, hari itu kita berangkat ke Bromo ber-5.

Sebenernya, di jalan itu, ada aja kejadian yang bikin berpikiran negatif. Dr yg mulai hampir senggolan sama mobil freed yang ruesek & ngawur banget nyetirnya. Terus, tiba-tiba pas nyampe di tol Pasuruan, hujan turun lumayan deras. Terus ada kejadian juga hampir nabrak kucing. Tapi Alhamdulillah kita ga kenapa-napa dan sampai rumah lagi dengan selamat.


Hari itu, kita memutuskan buat naik ke Bromo lewat jalur Pasuruan - Tosari. Jalanannya agak sepi waktu kita naik, kira-kira memakan waktu 1 jam an buat sampe di Tosari. Sesampainya di area persewaan hard top, orang-orang disana menyebutnya pertigaan Banyu Petung. Kalian harus terbiasa, karena akan ada banyak orang yang otomatis mengelilingi mobil kalian buat nawarin sewa hard top, jualan topi syal sarung tangan, dan lain-lain. Oh iya, sebelum kalian sampe di Banyu Petung, kira-kira 15 menit di bawahnya akan ada orang2 yang memberhentikan kalian buat bayar uang retribusi (kalo kata guide kita, itu uang buat dibayar ke desa-desa) yang harganya Rp 5000 / orang. Hari itu juga, kita daper persewaan hard top dengan biaya Rp 600.000 untuk kapasitas maks. 6 orang, ditambah tiket masuk Rp 35.000 / orang. Fasilitasnya, kita akan dianterin ke 4 tempat wisata di Bromo yaitu Penanjakan, Savana, Bukit Teletabis, dan Kawah Bromo. Tripnya sendiri, biasanya kalo dimulai dr mulai lihat sunrise, kira-kira selesai sekitar jam 11'an siang.


Alhamdulillah, kita dapet guide yang baik. Pro juga nyetirnya, hard top nya juga ga kenapa-napa selama perjalanan. Hari itu, Bromo tidak sedingin waktu terakhir kali aku kesana 7 tahun yang lalu. Jujur ya, aku dulu kedinginan yang parah gitu waktu naik, suhunya -4 derajat. dan gunungnya bener-bener di atas awan. Nah, mungkin karena waktu di Penanjakan kemarin turun hujan, jadinya ga sbrp dingin dan awan-awannya gaada. Tapi Bromo tetap indah hari itu. Di penanjakan, kita menikmati sunrise sambil makan Indomie. Ohya, buat yang khawatir gimana Shalat Subuhnya kalau waktu lihat sunrise, di tempat aku makan kemarin, menyediakan musholla. Jadi kalian gausah khawatir.

Setelah dari penanjakan, kita beranjak ke bukit Teletabis. Dan buatku, itu spot terfavoritku sih. Cuacanya nyaman banget karena abis hujan sebelumnya. Jadi mataharinya teduh, rumput-rumputnya menyimpan bulir-bulir air, sehingga kerasa sejuk aja.. Selain itu, kalau abis ujan, pasir-pasir di savana nya jadi agak terkonsolidasi waktu dilewatin, jdnya ga sbrp berdebu, dan guide nya pun jadi lebih mudah buat mengendarai mobilnya. Bukit Teletabis indah bangeet, ga kalah sama Swiss kali ya. 


Dan ini adalah spot terakhir yang kita kunjungi, Kawah Bromo. Tapi hari itu, kita memutuskan buat ga naik. Karena udah mulai panas, berdebu, dan kita semua sudah mulai capek hahahaha. Aku sama riza memutuskan buat ngga naik kesitu, biar masih ada yang kita penasaran'in dari Bromo dan kesana lagi sama keluarga kita (alesan hahaha). OK! Segitu dulu! Tunggu cerita dari proyek rahasia & trip-trip ku selanjutnya yaah! Semoga Allah selalu kasih kejutan dalam mengabulkan doa-doaku lainnya. HEHEHEH aamiin



Bromo, 15 Desember 2019
R

29.7.19

Short Trip

                                               

I just had a short trip with my fam, minus my big brother because he had to work at the weekend. We were actually coming to our relative's wedding at Magelang. We through the new highway from Surabaya to Bawen, Semarang which cost 225k, i think, it was a bit pricey, but in return, it can cut the time that needed if we through the usual road. We got off from Surabaya at around 7 AM, and arrived at Semarang at 12 AM, because my dad stopped for several times at the rest area to top up the e-toll card also we had breakfast at Mojokerto. However, I think it would be nice if there is more highway that can connecting one city to another city.


Pempek & Siomay Ulu Bundar


After finished attending the wedding, my dad asked us to go to Yogyakarta instead of staying at Magelang. Me and my sis were so excited of course. It took about 2 hours from Magelang to Yogyakarta. We took a prayer at nearby mosque and we decided to go to UGM University. Because my sis wanted to look at it, and neither I ever went there before. My dad and mum stayed at the car meanwhile me & my sis took a walk around it and took pictures. It was crowded by the people who had some exercise.. it was so cozy at there because the weather was so nice and the wind blow perfectly.. Enough looked around at UGM, we went to have a dinner. At first, we wanted to eat at some fancy cafe with a good interior design, but any of it had a decent parking area for our big car --" so we passed about 4 restaurants and ended choose a restaurant in front of Ambarukmo Plaza Mall. We ate pempek and siomay which was very very delicious but not pricey at all!!! You guys must try it!!! We spent only 90k to buy 3 full portions of pempek (contains of 1 kapal selam, 1 kulit, 1 lenjer), siomay, and also the drinks. After being full of eating, of course we went to the Mall 😛😝

At 8 PM, my dad wanted to eat Gudeg and my sis wanted to see Marlioboro. It was very crowded of people and cars. It almost took an hour to pass it. But finally my dad had fulfill his craving and mom bought one pack of it to be eaten at home.. At 11 PM we went back to Malang, and of course it was my dad's turn to drive.. He took a rest at 3 AM in the next day at Ngawi's rest area. By the way, I love all the design of rest area at the new highway, it's minimalist but still occupied all the needs. 👍

Bakso de' Stadion
At 7 AM we arrived at Malang and I just knew that the highway would be very foggy at the morning which was make us panicked, hahaha.. It was like we were at another part of country rather than at Indonesia. Finally I was home! I miss my home so much, eventho I'd only stay for a day but I was so happy. After had some sleep, I decided to go to Batu, at first I was about to go to Cafe Sawah, Pujon but unfortunately It was closed due to local event. So, I went to Paralayang (as usual). Before that, I ate at Bakso de-Stadion, it placed behind Batu's sport Centre, it's opposite to Jatim Park. You guys must also try it!!!! You will have an experience to eat Bakso while looking to beautiful scenery of Batu City, more over at Night!

And that was that ! ;)
See you again,

R.