9.11.16

Rahasia Hati.



Ada saatnya dalam hidup, dimana aku nggak mengerti apa yang sedang terjadi dalam hidup ini. Banyak hal terjadi di 2016, begitu juga yang menyangkut masalah hati. Akupun kadang nggak mengerti apa yang hidup coba sampaikan dengan kejadian-kejadian ini, sampai aku suka berpikir keras berusaha mengumpulkan semua fragmen-fragmen ini supaya menjadi sesuatu yang bisa aku ambil hikmahnya. Jujur saja, nggak jarang, di saat-saat itu, aku menangis sejadi-jadinya. Nggak bisa disampaikan gimana rasa sakitnya dan lelahnya menjadi seorang "aku" setahun belakangan ini. Mungkin nggak ada yang paham, kenapa justru di sini adalah aku yang tersakiti, dan mulai mencibir atau berkata dalam hati kalau aku nggak tahu diri, angin-anginan, dan sesuka hatiku sendiri. Yup, sederhana- karena nggak ada yang mencoba melihat permasalahan ini dari kacamataku. 

Aku juga heran mengingat bagaimana kisah percintaanku berubah dalam kurun waktu sekejap. Sebelumnya, aku bukan seseorang yang concern dengan masalah percintaan. Biasanya aku hanya menjadi pemeran "pecinta diam-diam" sampai akhirnya di tahun 2014, aku dipertemukan dengan seseorang yang biasanya aku panggil dia Omik (mungkin sudah pernah aku sebut di post-post ku sebelumnya). Tak bermaksud mengungkit cerita lama, namun mungkin di sinilah titik mulanya, Omik adalah seseorang yang aku kagumi ketika aku baru saja masuk di universitas, kebetulan kami satu kelompok saat itu. Namun, rasa itu hanya rasa kagum sesaat karena selanjutnya, aku jarang bertemu dengannya. Tak disangka, setahun kemudian, aku dipertemukan lagi dengannya, dan kami satu kelompok dalam suatu penugasan, yang menyebabkan kami memiliki alasan untuk berkomunikasi. Sebulan setelah kami tak lagi bersama di satu event tersebut, ternyata dia menghubungiku, namun- ya karena entah kenapa rasanya saat aku bisa bertemu lagi dengannya adalah salah satu momen spesial. Sampai seiring berjalannya waktu, aku terus berfikir, bahwa berpacaran bukanlah hal yang diperbolehkan oleh agamaku. Apalagi, saat itu aku beberapa kali merasa sangat sedih karenanya, maka aku meminta untuk sendiri saat itu kepada Omik. 

Pikirku, kalau aku benar-benar sayang seseorang, aku ingin menjemputnya dengan cara yang baik. Siapapun nanti yang pada akhirnya akan bersama denganku sampai akhir nanti.

Lalu perlahan, cerita-cerita baru mulai terjadi dalam hari-hariku. Entah bagaimana awalnya, seseorang memasuki duniaku. Dunia yang ingin aku tenangkan yang ingin aku sembuhkan yang ingin aku kembalikan ke bentuk semulanya. Namun, hal itu tak berjalan lama. Karena, rupanya aku hanyalah tempatnya berbagi cerita saat itu. Okelah, akupun mulai mengambil jarak, berusaha membetulkan patahan-patahan yang ada di dalam diriku. Rasanya aku sangat mampu saat itu, karena aku ingat niat awalku. Sedikit demi sedikit, aku mulai terbiasa dengan ini dan mulai kembali sembuh. Aku lakukan banyak kesibukan dan bertemu dengan orang-orang baru. Perlahan, aku berubah menjadi seseorang yang terbiasa untuk membatasi- utamanya perasaanku. Aku tak lagi sedih, aku tak lagi merindukan sesosok orang ataupun teman cerita, aku tak lagi menemukan definisi "tertarik dengan seseorang". Aku habiskan waktuku untuk berkontemplasi dengan bersepeda, berbincang dengan keluargaku, dan menyusun mimpi-mimpiku. Sampai, saat itu aku juga sempat jatuh sakit, karena lelah yang aku paksakan. 

Lalu datang lagi seseorang, yang tak sengaja aku beri perhatian, hanya karena aku menemukannya dalam setiap updetan sosial mediaku, sampai yang terbawah. Saat itu aku mulai bertanya-tanya, "Ngapain anak ini?". Tanpa sadar, aku mulai menjadi akrab dengannya. Duniaku kembali menjadi ceria, aku menemukan seseorang yang bisa menginspirasiku dan membicarakan banyak hal- khususnya yang berhubungan dengan studiku sekarang. Kami pun melakukan banyak hal bersama, karena aku berada dalam suatu kepentingan dengannya. 

Waktupun berlalu. Banyak rasa senang dan sedih yang harus aku tampung karena keberadaan mereka dalam duniaku. Kadang rasanya lelah, sangat lelah, untuk menjaga perasaan mereka berdua. Sampai aku lupa menjaga perasaanku sendiri. Bahkan detik ini, tak sadar, air mataku mulai menetes. Aku nggak tahu harus bagaimana menyampaikan semua ini. Mungkin aku hanya anak kecil yang bermaksud berbuat baik dan berharap keadaannya akan selalu baik-baik saja, namun justeru aku menjadi seseorang yang sepertinya telah melukai hati orang-orang terbaik yang datang dalam hidupku.. Akupun nggak mengerti kenapa tiba-tiba semuanya berubah. Suatu hari semuanya berubah, aku tak lagi harus bertemu dengannya setiap hari, dan aku memiliki kesibukan baru, dan tak sadar- aku kembali menjadi aku yang lama. Aku yang ingin sendiri. Aku yang menolak merasa sedih karena ketakutanku sendiri dengan masalah percintaan, aku yang mudah sedih hanya karena aku merasa dilupakan, aku yang menolak merasa sedih hanya karena aku merasa rindu kepada seseorang. Aku yang mematikan setiap kehangatan yang aku mulai rasa kepada seseorang, hanya karena aku takut. Lalu aku pergi.

Mungkin, sampai hari ini, aku masih belum bisa berdamai dengan semua luka itu. Sampai hari ini, aku masih susah menerjemahkan apapun yang aku rasa, karena yang aku bisa deteksi ketika aku mulai merasakan sesuatu pada seseorang adalah kesedihan dan rasa bersalahku. Aku ingin memperbaiki semuanya. Aku tak ingin terus diselimuti perasaan ini. Aku hanya bisa doakan kalian dari kejauhan dan berharap kalian selalu merasa bahagia.

Sisanya, aku pasrahkan pada Allah Subbhanawataa'la dan waktu yang menunjukkan.
Selamat mengejar mimpi.

Salam hangat,
R.

Dear, My support system


Mum, Dad,
This evening when I got home from an event, I've just realized something.Well, first of all I must thank Allah for everything Allah has given to me. Then, I remembered you both.
Back to this evening,
I was sitting in the room while getting an information about a company- which is thankfully giving me a scholarship for a year. I heard it with a high attention because it talked about something that is so close with my field- since it's one of leading construction company at my country- and now I am already at the latest year- which means I should think about what I am gonna do after graduate, whether I will continue my study, or finding a job, or starting a start up and being an entrepreneur, etc.- InsyaAllah. 

After the session done, the scholarship grantee might eat snack or have a cup of tea or coffee, then went home. So, i took a piece of sandwich and a sweet cake, while got along with some new people from different major and university. Nice move for me since I am an introvert person who doesn't good at being chatty in a room full of new people, but surprisingly I did. Then, when the tea time session's done, we shook hands also said thanks to the Chief of the company, and went home. Alhamdulillah..

After cleaned some stuffs, I took a break and opened my phone. Then my Whatsapp notification was ringing,
"Kak, gimana lancar? sudah di rumah?"
"Mbak, bagaimana, sukses?"
There were also some missed calls notification. I became remember, last afternoon my Mum and Dad were so worry because they couldn't reach me through phone at least for an hour. Until they asked to my friends too. My parents are the type who are so care with their kids, most of the time. Mostly, when we are having a big day to through, or something important to solve, they will intensely asking to us until we say that it's done. Then I replied to them. I told them everything about today. My dad congratulated me. He told me to not forget to be thankful. Then he asked me to send a photo. He said he is so proud and happy about it. I should tell it to my siblings too. 

I look back and think about everything that my parents have done for me. I won't be at my place now without their support. Everything I have today is because their believe and lesson about life they have given to me up until now. I don't have a perfect family- I am not a perfect child too, but i thankful. I am thinking about thousand things I planned to do in the future. That surprisingly that day which I called "future" yesterday is about to come in my life. God, I am freaking out, honestly. I wish I could be vice versa and make my parents proud. 

I have this big dreams in me. I always do. I know, maybe my parent's condition haven't be able to help me to achieve them easily, but that doesn't mean that I can't make it true. God, do You know this feeling? It shakes my heart every time I think about it. I wish I could really make it happen, with Your permission of course. Thanks Mum, Dad for every countless effort you give to me. I will pay them back soon, even if I know I can't ever pay it back equally. Thank you for always remind me to do the right thing. Thank you for always have my back whenever I feel down. Thank you for teaching me to be a brave and an independent person. Thank you for not spoil me so I can learn that life wasn't that easy so I know how to fight for everything that I want. Thank you for build up a strong foundation to live a life. I realize, I still have to learn more. Allah, You know everything that lies in my heart, right? I know, You are the best planner. You know everything before me, so I should not be worry. 

Mum, Dad- in this writing, I just want you to know that everything I do, it's for you. Thank you for mentioning my name in every pray you have. Wish me luck & may Allah always bless you.

With love, Kakak.

26.9.16

Prolog


Tak banyak yang tahu masalah hati, kadang beberapa orang memilih menyimpannya dalam-dalam seolah itu cerita paling berharga yang mereka punya, namun tak sedikit juga yang mampu membagikannya kepada orang-orang di sekelilingnya. Hari ini, entah kenapa aku ingin menulis. Kadang perasaan mendadak terasa sesak, entah akan hal yang cukup penting, ataupun hanya sekedar hal-hal dan masalah receh seperti mood yang berubah memburuk seketika. Kupikir, mungkin dengan menumpahkannya disini,barangkali perasaanku akan baikan..

Bicara masalah hati, mungkin aku adalah tipe yang pertama. Entah kenapa, aku paling sulit membicarakan masalah perasaanku. Kadang kata-katanya sudah tergelincir di ujung lidah, terbatin menyeruak di dalam hati, namun sesaat kemudian, semua itu hilang begitu saja, dan kembali aku simpan sendiri. Mungkin aku sering bercerita, namun tak banyak yang aku maksudkan untuk menyampaikan apa yang aku rasakan sesungguhnya. Alih-alih, itu hanya caraku mengabadikan momen atau kejadian yang berarti untukku.

Maka, maafkan diri ini yang mungkin pernah salah dalam berkata dan berbuat. Maafkan diri ini bila belum mampu menyampaikan kata-kata epilog dalam cerita perjumpaan antara aku dan kamu, siapapun itu. Maaf bila diri ini tak mampu sampaikan rasa terima kasih dan permintaan maaf. Maaf, atas segala perasaan yang tak mampu aku utarakan, apapun itu. Mungkin kecewaku, marahku, sedihku, bersalahku, dan bahagiaku. Aku dan kamu sama hanyalah seorang manusia yang menjadi pemeran dalam film yang diciptakan oleh-Nya. Dan hanya semampu itulah kuasa kita, mengikuti peran dan alur cerita dari-Nya. Bukankah begitu? Maka, mungkin itulah apa yang menyebabkan kita ada pada keadaan kita saat ini.

Terkadang, kita akan menjadi sebuah prolog dalam kisah hidup orang lain, tanpa belum mencapai epilognya. Dan mungkin sebatas itu saja 'waktu' kita mampir dalam ceritanya. Apapun penyebabnya, pada akhirnya kita hanya mampu untuk menerima dan kembali menjalani hidup kita seperti biasa, dengan segala upaya kita untuk menjadi terbiasa dengan keadaan itu.

Syukur, hanya itu yang mampu aku sampaikan tentang apa yang aku rasa saat ini. Aku ingin merasa gembira tanpa harus khawatir membuat orang lain sedih. Mungkin aku sudah lelah terus memikirkan bagaimana caranya membuat orang lain tak sedih, sampai aku lupa akan perasaanku sendiri. So, I let it go. I want remember everything in a good way and smile anytime i think about it, and I wish you all do the same thing with me. Maybe, we ain't get time to write a proper Epilog for it. then, just  let us remember it this way.. 

Saat kita melepaskan yang terbaik, maka akan Allah gantikan yang lebih baik dari yang terbaik. Karena apa-apa yang kita anggap baik, belum tentu baik di mata Allah. Kata Mas, nggak ada yang kebetulan di dunia ini. Maka, akupun akan selalu percaya akan rencana-Nya. Tenang, semua akan indah pada waktunya.

20.8.16

A day to remember





So here we are!
Reached the last day of our practical work. Even though, we still have some assignments to be collected at least this month, we-somehow- finished our two months of internship. Well, i guess, I will miss my time coming to the office as an intern, complete with all of my activities during in there, the people, the places, and all about it. Wekekek, you know, I am a melancholy person. So, I need to get used myself again to my normal routines and be ok with it. :D

Sometimes, I wonder, how the destiny works in life. People say there is no such a coincidence in this world, there must be Allah's hands in putting our self in a such condition, for unknown reasons that we have to figure out at the end. There always be a beginning and an end in things. Because the only immortal thing in this world is only Allah, everything else is merely temporary. I thank Allah enough, for every blessing that Allah has given to me. I feel so blessed and grateful by it. I thank Allah for met me with nice people, the inspiring one, the helpful one, the patient one, also I thank Allah too for met me with those bad days, when people throw me with their bad words, or anger maybe. They teach me in their own ways..

It was a good time at the office. I enjoyed it a lot. Thank you for every lesson, knowledge, and experience that has been shared to us. It was very useful. See you next time. Have a good life, everyone. I wish you get the happiness and success in everything you do. Today is the day I will cherish in my life. My first experience at the office. A provision for my future. 😊

16.8.16

Counting pertama!


Hai, marmut..

Semalem niatnya mau ceritain kisah pergi counting sama temen-temen di Malang weekend kemarin, hahahaha karena kocak banget, apalagi ada 2 perawat yang warbyasah di shift malem dua hari kemarin,  eh ternyata ketiduran duluan. Jadi aku kasih foto aja sama video iseng di atas ya :p Lumayan banget dehh kerja nyambi refreshing. Huah, minggu akhir kerja praktek nih, kegiatan padetnya mantep joss tenan. Selain harus ke kantor yang perjalanannya lumayan jauh, ngerjain tugas, tetep ngelesin, njemput adek, bikin laporan, dan sisanya udah pake istirahat langsung. Sedih campur seneng karena sudah mau selesai, Habis ini harus lebih semangat lagi!

car free day di Idjen, Malang

dari yang php di Ranu Pane

Hahahah ohiyaaa, tapi, karena hari ini adalah hari Selasa yang notabene harinya asistensi laporan ke dosen, jadi dapat day off sehari. Walaupun sedih soalnya dosennya ngambek sama kita, dan ngambeknya udah tiga minggu banget! Akhirnya, setelah fix ngga ada asistensi lagi buat minggu ini, dan untungnya tiba-tiba ada Rizal sama Temon yang ngajak dan mau diajak main. Sebenernya niatnya cuman mau ke SAC (Student Advisory Center) di Sukolilo buat nanyain persyaratan scholarship vacancy gitu, tapi sekalian main-main buat menghibur diri yang suntuk ini. Nah, karena mumpung lagi ke Sukolilo yang jauh sama Manyar hahaha, kita jajan-jajan deh di kantin pusat, terus foto-foto biar kelihatan bahagia. Ngga jelas sih fotonya tapi malah bikin jadi bahagia beneran yeyyy.




Selain itu, hahahahaha, jadi kan, aku pengen nabung nih ya di bank, udah bawa buku tabungan juga kan. Nah kemarin itu aku waktu magang tanya ke ica,
R : Caa, di deket sini ada bank BNI ngga?
I : Ada, di kedungdoro itu. Emang mau ngapain?
R : Oh, kayak nya tahu. Mau nabung caa
I : Yaelaaahh, setor tunai aja
R : Ngga tau caranya Caa , takut keisep uang nya
I : Yaelaaah katrok, ndesiiitt
Terus dia ketawa-ketawa, hahaaha ngga cuman Ica aja yang ketawa. Jadi nih, di tempatku KP, ada dedek dari Banyuwangi namanya Nizar. Dan dia kan duduknya di sebelahnya Ica, jadi otomatis kedengeran percakapan kita. Dan dia ikutan ngetawain! Wkakakaka akhirnya tadi sekalian diajarin deh sama anak-anak yang namanya SETOR TUNAI dan ngga lupa tetep DIKETAWAIN dulu sama dablas temon icak LAGI. Makasih lohhhh. Hahahaa ternyata keren juga ya itu setor tunai? ajaib men!




Alhamdulillah, terima kasih yaAllah sudah kasih kesempatan bisa melakukan semua ini. Semoga segala ikhtiar baik ini Engkau ridhoi. Aamiin. Bersyukur, berpikir positif, ibadah, dan sibukkan diri dalam keproduktifan, semoga hidup bisa lebih bermanfaat. 

3.8.16

Madakaripura



Kangen jalan-jalan nih, pake banget. Jalan-jalan lihat alam, lihat bintang, lihat pegunungan, lihat laut juga boleh. Hehehe fiuh kapan ya? Yang di atas itu salah satu perjalanan paling seru sama temen-temen saya ke Madakaripura lanjut ke Paralayang. Dan yang lebih spesial lagi karena hari itu saya lagi ulang tahun. Mungkin udah pernah saya ceritakan di post sebelumnya. Madakaripura tuh bagus sih, tapi harus rela kena air yang dingin pake banget. Karena saya pakai kacamata jadi sempet kerepotan juga kalau kena air kan pandangan jadi kaya ada bintik-bintik nya gitu, tapi so far seru-seru aja, sehat buat tubuh juga soalnya harus jalan dulu buat lihat air terjunnya, wkwk. Dih, kangen banget lah. Kayak udah hampir jarang main-main yang berbanyak kaya gitu 2 semester ini??

Yang ke-dua pengen banget cobain naik gunung. Yah, karena satu-satunya gunung yang pernah saya naikin cuman Bromo aja, hahaahahaha dan waktu itu suhunya -3 derajat celcius, udah pake jaket tiga, meluk bantal, tetep aja sesek waktu di atas, beuhhh tapi pemandangannya bagus bgt lah. udah ngga mood buat foto-foto sama sekali cuman kusimpan di memori otak dan hard disk laptop 6 tahun sudah wassalam juga, so bye-bye my precious memories! 

Lagi semangat nugas nih, blog. Karena lagi ngerasa nih otak cemerlang banget dan sudah ku minumin kopi jadi sikaaattt lahh yo yo yo semangaattt. Wkwkwk udah gitu aja. Ni orang introvert emang random banget ya isi otaknya hehehehe. See you !

22.7.16

Where The Sky Hangs



Halooo! Selamat pagi dari tempat kerja praktek! Apa kabarnya para pembaca marmut? Eh kayak ada aja. Bentar beresin banyak sarang laba-laba nih. *hoap**hoap*

Sekedar informasi, nggak kerasa habis ini  akan menyambut tahun keempat perkuliahan, ngga kerasa banget gaksih? Kayak baru kemarin masih galau-galau masa SNMPTN, SBMPTN, dan habis ini insyaAllah mau lulus ajaa, aamiin. Nah, di masa liburan dari semester genap ke gasal lagi, mahasiswa semester 4 dan 6 di kampus harus mengikuti kerja praktek di perusahaan yang udah mereka ajukan buat magang. Kebetulan, aku dapat magang di Surabaya aja biar nggak terlalu merepotkan orang tua, dan disini Alhamdulillah tempat dan orang-orang di dalamnya sebagian besar welcome, jadi enak cari ilmunya. Magang yang selama dua bulan ini aku bareng-bareng sama Tara, Icak, Arga, Mas Supra, dan Mbak Arni. Kalo di tempat magangnya sendiri sih, masih ada 9 orang lagi yang magang juga.. haha banyak juga ternyata --

Yaaa, yang paling kerasa waktu magang tuh, jadi harus ngehargai waktu banget kayaknya, apalagi weekend atau hari libur gitu, huhu. Harus pintar bagi waktu juga dan ga baik menunda pekerjaan, karena tiap hari ada aja yang baru, kayak surat kabar harian ajah..Seru sih juga tapi, jadi tahu gimana dunia kerja ketekniksipilan yang sebenarnya, tapi masih tetep pengen jadi dosen ajaaaa (yang baca bilang "aamiin"  semua yaaaaaaaa, semoga Rizka bisa jadi dosen AAMIIN). :p

Yauda, gitu dulu ajaa

12.6.16

Pentingnya parenting.

 

"Buah tak jatuh jauh dari pohonnya"
Pernah dengar peribahasa di atas? Mungkin sebuah stigma yang sangat akrab di kalangan masyarakat Indonesia dan menurut saya kadang peribahasa tersebut justru menjadi sebuah labeling, semisal ketika ada sebuah anak melakukan tindakan A yang kebetulan orang tua si A pernah melakukan hal yang serupa, maka tak jarang masyarakat di sekitarnya akan mengeluarkan komentar sejenis peribahasa di atas. Padahal bisa jadi, tindakan kebetulan tersebut hanya satu dibanding seratus yang sama yang pernah dilakukan oleh si A dan orang tua si A.Memperbesar cakupan di poin pertama, ada lagi yang disebut dengan stereotype, atau dalam bahasa indonesia disebut stereotipe, merupakan sebuah bentuk penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan. Jadi, kalau pada kasus pertama, tingkah laku seseorang itu dianggap tidak jauh dari tindak laku orang tuanya, di yang kedua, masyarakat memberikan persepsi bahwa tindak laku seseorang itu tidak jauh dari perilaku orang-orang dalam kelas sosialnya. 

Dan menurut saya sendiri, dua persepsi di atas adalah semacam faktor internal-eksternal yang berpengaruh pada tingkah laku anak. Kenapa tidak keduanya termasuk ke dalam faktor eksternal? Karena apa yang nantinya akan ada di dalam (sisi internal) seorang anak atau seseorang adalah merupakan investasi dari apa yang sebenarnya orang tuanya berikan. Mengingat orang tua adalah relasi yang paling dekat dan harusnya pertama kali menyentuh dunia anaknya, kecuali dalam kasus lain, seperti anak yang dibuang, anak yang diasuh saudaranya karena orang tuanya sudah meninggal. Atau dalam kata lain, kita wakilkan 'keluarga' sebagai media madrasah pertama seorang anak, khususnya orang tuanya.

Kita tahu sendiri, setiap orang memiliki sifat ataupun karakteristik yang berbeda-beda. Dan disitulah, peran parenting sebenarnya ada. Menurut saya, peran pola parenting yang diberikan orang tua kepada anaknya adalah sangat penting. Sebuah kepercayaan dari Allah untuk dapat menjadi orang tua bukanlah hal yang main-main. Ketika salah mendidik seorang anak maka bisa jadi ada satu penerus peradaban yang masa depannya terancam, karena bagaimanapun nasib atau takdir hidup seseorang kan Wallahu alam. Namun, disanalah tanggung jawab terbesar orang tua. Meskipun tidak tahu apa yang akan terjadi pada anaknya di hari kelak, orang tua harus mampu membuat dan membimbing anak mereka supaya dapat menghadapi bermacam-macam keadaan dalam hidup.

Sangat disayangkan bila kesadaran akan tanggung jawab orang tua adalah besar ini tidak disadari oleh masyarakat, contohnya, ketika ada pasangan yang ingin memiliki keturunan, namun tidak belajar bagaimana kalau kelak anaknya lahir. Apa yang sudah dipersiapkan untuk mendidiknya nanti? Apa yang sudah disiapkan untuk membesarkannya nanti? Bagaimana biaya sekolahnya? Bagaimana metode untuk mengajarkan bahwa kewajiban adalah sesuatu yang harus dilaksanakan? Bagaimana mengajaknya untuk mengerti pentingnya melaksanakan ibadah, mengerti norma, dan sopan santun? Dan hal-hal sejenisnya.

Lucu juga ya kenapa kok saya nulis ginian? Hehehe, terlalu visioner :P

Sebenarnya tulisan ini terilhami, karena di masjid rumah saya, banyak anak-anak kecil yang shalat tarawih disana, banyak juga ibu-ibu yang membawa putranya untuk shalat bersama. Kadang, saya tak sengaja melihat tingkah laku anak-anak kecil tersebut, atau diajak bicara sama ibu-ibu tadi. Serta, seiring berjalannya waktu, saya bisa mengamati sendiri bagaimana perbedaan perilaku yang orang tua saya beri antara kepada kakak saya, saya, dan adik saya, dan bagaimana hal tersebut memberi efek pada karakteristik kami yang berbeda-beda. Saya juga mengerti bagaimana usaha orang tua saya dalam membesarkan kami dan berupaya untuk mencukupi apa yang kami butuhkan. Itulah mengapa terbesit dalam benak saya, kelak kalau insyaAllah menjadi orang tua berarti ada amanah besar yang harus saya emban. 

Setiap generasi memiliki tantangan yang berbeda untuk dihadapi. Mungkin, dulu di generasi saya, alat elektronik bukanlah sesuatu yang trending, tidak seperti di generasi anak sekarang ini, dan tentu aja pengawasan dan cara mendidiknya akan berbeda pula. Tetapi, hal dasar yang patut diketahui dalam parenting adalah memberikan panutan dan lingkungan yang senantiasa positif bagi anak (bersahabat dengan mereka). Itulah kenapa peribahasa tersebut ada. Menurut saya, lebih tepatnya lagi, tidak selalu sifat orang tua menurun pada anaknya, tetapi apa yang orang tua pilih untuk ajarkan kepada anaknya. Sehingga, kalau mungkin orang tuanya kurang baik, bukanlah hal yang pasti, kalau anaknya menjadi kurang baik juga. Masih ada kesempatan untuk mencetak penerus yang lebih baik.

Bersyukurlah kita yang diberi kesempatan untuk berada di lingkungan terdidik, ditemukan dengan teman-teman yang baik, dan masih ditemani oleh orang tua. Manfaatkan kesempatan ini untuk memperkaya diri, supaya generasi kedepan dapat menjadi generasi yang lebih baik. Open your eyes, guys. Insya Allah, mungkin 5-10 tahun lagi, kalianlah yang menjadi generasi "orang tua".

10.5.16

Hello again.

Halo blog .. so finally, i open you! Welcome back my digital diary :)
Hmm, jadi aku putuskan buat ngembaliin kamu ke warna putih karena kayanya warna coklat bikin pembawaan yang suram setiap kali ngunjungin kamu, hehe . Sbenernya mau deaktif akun blogspot ini supaya ceritaku ga terpecah di dua tempat (tumblr & blog) . jadi mungkin bakal sesekali aja dateng kesini .. hehe . sorry


by the way.. hari ini rasanya badan capek banget . Dan jam tidur udah mulai berantakan lagi! guess what? ini sudah minggu ke-14 di semester 6! Waktu cepet banget berlalu yah..  Semoga selalu diberi kemudahan oleh -Nya .



Dan foto diatas adalah salah satu momen berkesan di semester 6 ini. Jadi aku ambil matkul yang namanya Wastek dan disitu sekelas dibagi kedalam beberapa kelompok. Dan gak tau mimpi apa malem sebelumnya, aku sekelompok sama tiga cowo badung di kelas dengan tingkatnya masing-masing. Yang satu badung bin mbambet abis wkwk, yang satu badung tapi aksinya patut diacungin jempol lah, dan yang satu lagi badung namun hebatnya dia ajaib & cemerlang . dan sebenernya.. kayanya aku nya sendiri juga badung mah, jadi sebenernya darah badung mengalir deras di nadi kita berempat wkwk . 

Sebetulnya mereka badung-badung gitu tapi punya potensi tersendiri loh, asal tau aja karakteristik masing-masing dan bisa membagi jobdesc dengan tepat . Namanya juga cowo, jadi kadang punya caranya sendiri . Nah, setelah semaleman aku membanting tulang demi kemaslahatan kelompok kami, menyelesaikan perintilan mulai dari proposal, ppt, poster, dan ngeprintnya . Alhamdulillah, semua berbuah manis di hari presentasi kami. They are so helpful for me, in their own way, sehingga ak tetep bisa hepi-hepi'an sama cowo-cowo dengan karakteristik kaya mereka ! Seneng banget waktu gagasan kami dibilang bagus sama dua dosen penilainya , semoga posternya juga yah .. Pengennya sih, gagasan ini bisa di realisasikan yuhuu . 

Mungkin Allah lagi pengen kasih suatu pelajaran hidup yang lain sama aku . Thank you, Allah .

Hmm, ok, kayaknya segitu dulu ceritanya .. Talk to you later , blog ;)



Cheers. R

1.4.16

Malam yang tenang..


Di minggu-minggu sibuk kegiatan di kampus, hampir setiap hari aku pulang di atas jam 10 malam. Dan ada sensasi tersendiri waktu melewati jalanan pulang. Perjalanan dari kampus ke rumahku melewati beberapa lahan kosong yang terisi oleh rumput-rumput baik yang tinggi maupun yang normal-normal saja. Ketika sudah malam, lalu lintas di jalan-jalan tersebut sudah tak ramai lagi. Kadang, di musim hujan seperti sekarang ini, sepanjang jalan rasanya menyibak kabut tipis di kota Surabaya... sembari membau bau tanah akibat pertemuan dengan air-air, atau orang-orang biasanya menyebutnya petrichor. Kadang juga, ada bau bakar-bakar dari area permukiman di sekitar jalan yang aku lewati dengan iringan bunyi belalang, jangkrik, dan teman-temannya itu. Entah kenapa, suasana seperti ini mengingatkanku akan masa kecilku. Dulu hampir setiap minggu, aku menghabiskan akhir pekan atau hari libur bersama ayah, ibu, kakak, dan adik berpergian ke luar kota. Dulu kami sangat senang berpetualang, Keliling pulau dari ujung timur Pulau Jawa sampai ke ujung baratnya.. dan juga tetangga-tetangganya. :p Dan rasanya masa-masa itu sudah lama berlalu..

Aku rindu suasana desa atau tempat-tempat menenangkan yang pernah aku kunjungi. Aku rindu saat-saat mandi di sungai di bawah air terjun di pinggiran rumah budheku. Aku rindu menyisiri pasir pantai sambil melihat gelombang airnya menabrak-nabrak kakiku. Aku rindu membuka kaca jendela mobil sambil mengayun-ayunkan tangan bersama adik dan kakakku ketika perjalanan naik ke puncak. Aku rindu berfoto bersama dengan kamera di tempat-tempat itu lalu pergi ke tempat cetak foto dan menyimpannya bersama-sama dengan ibu di album foto. Aku rindu makan tebu bersama-sama saudaraku di desa. Bersepeda dan makan udang di gubuk di sawah. Menyetir becak, walaupun berat. Bermain gobak sodor, boy-boyan, menumpuk sendal lalu melemparnya dan kejar-kejaran pakai sekuter seusai shalat berjamaah Subuh di masjid. Dan masih banyak lainnya...

Otak, hati, dan perasaan adalah harta karun termahal yang dimiliki manusia sepanjang hidupnya. Seperti kepingan film yang tertata dalam kotak-kotak tertentu sesuai batasan yang kita buat. Yang karena hal kecil, tiba-tiba film itu bisa berputar.. Membawa perasaan tersendiri saat melihatnya..

Kadang, aku tiba di suatu titik, dimana aku merasa "hampa". Seperti aku berpikir sudah berapa lama waktu berlalu, kemana perginya saat-saat tertentu dalam hidupku itu. Sudah banyak kesedihan, kesenangan, tawa, haru, dan jutaan macam rasa lainnya yang pernah aku rasakan, sampai kadang aku bingung bagaimana harus memaknai mereka lagi. Memang tidak ada yang abadi dalam hidup ini. Semuanya dapat berubah kapanpun itu.

Sering aku bertanya-tanya, adakah yang dapat aku percaya selain diri-Nya?
Kadang aku terlalu takut untuk percaya dan kehilangan, sehingga aku bersiap-siap dan membatasi diriku sendiri. Tetapi kadang rasanya lelah harus terus mematahkan apa yang sebenarnya aku rasa hanya karena pemikiran rasional dan logikaku , Yaa, mungkin aku bodoh dan penakut . Mungkin aku hanya perlu membuktikan bahwa pemikiranku ini salah ... 

Perjalanan bukan hanya tentang seberapa jauh kaki ini sudah melangkah ataupun berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk menempuhnya... Namun, perjalanan adalah bagaimana perasaan kita juga turut berpindah seiring perjalanan itu.. Dan, seberapa banyak pemikiran kita berubah dan dewasa dalam memaknai kejadian-kejadian di dalamnya...

Salam rindu dari serpihan cerita masa lalu kalian.
Semoga kalian semua selalu dalam lindung-Nya...