6.9.17

An Introduction : Building Information Modeling (BIM)


Nowadays, the construction's world has been crowded with the talk about BIM. Maybe some of you still haven't ever hear or know about it. So, here I am want to give you a little introduction about BIM. Well, I don't really know much about it, but I have did a little search and follow the development about this issue through some web or join and view to some online courses. Which were very helpful. So, without wasting more time. Let's have some talk about this BIM. 😆
What is BIM?
BIM? What is BIM? Have any idea? Ah, right! I've been writing it on this post's tittle. BIM stands for Building Information Modeling. It is a promising developments in architecture, engineering, and construction field. With this technology, people who involved in a construction of any building, can make an accurate virtual model which will be constructed. Later on, this model will known as a building information model, and with this model people can use it for illustrating the planning, designing, constructing, and operating the facilities of the building.


Sounds so tempting, right? It is like we live in a more than 3D era. We can imagine how our building would exactly look like, even before the building has finished built in real life.

As what I know, what the BIM does, has already been popular for architectural's students. The software which correlated for BIM, such as AutoCad, Revit, TEKLA, SAP, is mostly used by architectural and civil engineering's students (also mechanical and ocean engineering). But they weren't already call it as a "BIM's activities".. Later then, the function of those software are combined for one same purposes, so that there is this "BIM".

BIM helps architects, engineers, and constructors, to visualize what is they are gonna be built. Not only that, furthermore, the use of BIM can also help in identifying any potential at design, choosing construction method, anticipating any operational issues, estimating costs or additional costs, calculating volumes, etc. The greatest value of Building Information Modeling to the construction industry may be its potential to reduce cost, increase productivity, reduce errors and improve the quality of our work products and to improve the built environment. As such, it can be a valuable tool in facilitating successful collaboration and coordination during pre-design, design, construction, and operation and maintenance of both new and existing buildings.

In short, BIM encourages an integration of the roles of every stakeholders on a project.


Who can take the advantage of BIM ?
According to this source: here
Parties who can take the advantage of BIM categorized as described below:


  • Design professional
  • Construction professional
  • Manufacturer
  • Software developer

reference: 1 
img source: writer and 2

31.8.17

Agen Rahasia

2015-2016, yang 2014-2015 menyusul  ya 😀

Kemarin malam, aku buka instagram, beberapa saat sebelum tertidur. Hahaha, aku update sesuatu sih, terus dikomen sama temen-temenku yang sekarang lagi merantau di Jakarta. Kami dulu berada di kepengurusan yang sama selama dua tahun di bangku kuliah. Aku jarang bercerita tentang kegiatan yang satu ini, karena dulu pergerakan kita harus tersembunyi dan dibalik layar. Karena, sekarang kami sudah tidak bertugas, aku anggap aku bisa menceritakan tentang keluargaku yang satu ini ya 😆

Jadi, dulu semasa tahun kedua dan ketiga di kampus, aku merupakan bagian dari steering committee pengaderan di jurusan. Jumlah kami dulu berlima belas, dengan formasi yang diubah di tahun kedua ku berkegiatan disana. Hahaha, terlalu banyak kenangan dan kejadian mulai dari yang seneng-seneng, sedih-sedih, tegang, serius, santai, kocak, pahit, asem, manis, nano-nano dah yang sudah kita lalui.

Kaderisasi, itu adalah sesuatu yang "terlalu panas" buat dibahas saat itu. Jadi, dulu awal tahun kami bertugas, ITS lagi gencar-gencarnya melakukan patroli untuk menekan angka pengaderan yang dilakukan dalam jurusan. Mengingat, ada beberapa hal yang ga mengenakkan yang terjadi di dalam jurusan karena pengaderan. Dan sudah banyak orang tahu juga, pengaderan ITS itu agak strict karena kadang ngga mengenal waktu, sampai larut malam. Padahal, mahasiswa baru itu sedang di dalam masa transisi, mengenali lingkungan barunya, mengenali apa yang akan mereka hadapi di perkuliahan, dan menurut birokrasi, pengenalan dengan pengaderan yang sampai memakan banyak waktu, itu bukan yang seharusnya diterima oleh mereka. Jadi waktu itu, kayak ada "pakta" dimana elemen pengader harus tanda tangan diatas materai yang isinya adalah batesan pengaderan-pengaderan yang boleh dilakukan, contohnya adalah batasan waktu. Sudah lama nggak bahas ginian, udah lupa detail istilah-istilahnya, wkwk. Intinya, kalau kita nyemplung ke dunia "pengaderan", sama aja kita nyemplung ke zona perang dingin antara aktivis mahasiswa dengan birokrasinya. Namun, ini bukan rumus yang mutlak, karena beda pengurus birokrasi entah di tingkat institut, fakultas, ataupun jurusan tentu berbeda pula kebijakan-kebijakannya, dan penanganannya dalam menghadapi issue ini.

Dulu, hampir setiap hari dari pagi sampai malam (tengah malam, lebih tepatnya), aku habiskan waktuku di kampus, salah satunya untuk kegiatanku ini. Belum lagi, di tahun ketiga ku, aku aktif di himpunan dan kaderisasi, kadang sampai puyeng, dan ada ketimpangan, karena kadang aku lebih nyaman dengan teman-temanku di A daripada di B. Lebih suka mikirin tentang masalah A daripada masalah B. Nggak mesti sih, berusaha sebaik mungkin menyeimbangkan keduanya.

Jadi seseorang yang pemikir, ternyata cukup cocok juga aku berkiprah di dunia ini. Kadang juga sebel sama mereka-mereka, apalagi kalo udah masuk tanggal-tanggal minggu akhir perkuliahan, udah mulai panik sama urusan akademis, padahal timeline pengaderan juga padat-padatnya dan penting-pentingnya adalah di bagian-bagian akhir juga. Emang, kadang kerasa sih, aku bukan termasuk SC yang berani buat speak up kayak para alpha male, tapi aku punya caraku sendiri. Aku lebih nyaman encourage adek-adekku secara ngobrol personal. Tukar pikiran dalam lingkup kecil, dan aku belajar banyak dari hal itu.

Teringat dalam suatu pembicaraan dengan senior mantan kahima ku, mas Taufan bilang, semoga apa yang kami kerjakan saat ini itu bisa menambah pahala dan timbangan amal kebaikan. Karena, kita nggak pernah tahu, bagian mana dari perkenalan kita dengan seseorang yang telah merubah seseorang itu. Entah, bagian sukses mana yang mereka akan capai di hari kedepan, bisa jadi, karena hal kecil yang sudah pernah kita bagi atau ajarkan ke mereka di saat perjumpaan itu. Mendidik, memang adalah sesuatu yang "ajaib".

Emang, sekarang, aku udah nggak sedeket itu sama adek-adek pendampinganku, mungkin aku emang kurang baik dalam bermanis-manis atau berbasa-basi, sama orang huhu. Tetapi, aku seneng lihat adek-adek sekarang sudah nyaman di bidangnya masing-masing. Ada yang jadi cakahima, wakahima, aktif di BEM, aktif di kegiatan ilmiah, bahkan masuk jadi tim PIMNAS dari jurusan, aktif jadi koor suporter, bisa menaikkan indeks prestasinya yang dulu sempat jatoh, jadi ketua UKM. Kalian hebat :) Maaf kalau aku masih banyak kurangnya dalam menyampaikan informasi-informasi.

Jadi kangen sama anak-anak SC yang gokil macem Saif dan Rio, huahaha. Maaf ya aku anaknya gak humoris sama sekali :)) Papi kirom, yang bijak, masih lancar juga komunikasi, wkwk biasanya sharing-sharing lamaran pekerjaan. Cornel, sang komtang-DPA. Mas Fajar, Kipli, yang own their own rules. Mas fuad yang paling diem diantara kami semua. Kangen sama azizah, bella, mbak dita (ibu kami semua), chelle, tias, mbak nana, dan KIKIK, yaampun temenku curhat dan pulang ke rumah kalo rapatnya kelewat malem. Dan yang lain belum disebutin. Terutama, buat adek-adek kyu semuanya yang sweetnya masyaAllah, ngasih kita kenang-kenangan di CD, kangen makan-makan bareng, baca doa mau rapat, kangen cerita pelatihan kita yang pertama wkwkwk. Well, too many memories, I guess.

Sukses buat semuanya! Semoga kita bisa segera ketemu lagi! Jangan lupa dateng wisudaku ya! 24 September 2017! Hahahah, wkwkwk!

R

29.8.17

Sesuatu yang Berharga

Sesuatu yang berharga, belum tentu berani kita perjuangkan. Padahal kita tahu, padahal kita paham, padahal kita menyadarinya. Tapi, belum tentu kita berani. Dan keberanian itu memang perlu dilatih, sebagaimana melatih kesabaran. Sampai suatu saat kita tidak lagi perlu berpikir berulang kali u/ memperjuangan yang berharga, yang ada di depan mata kita. Bukankah sudah terlalu sering kita melewatkannya? Melewatkan yang baik-baik, hanya karena kita terlalu takut untuk mengambil konsekuensinya. Hanya karena kita terlalu banyak berhitung, lupa jika ada hal-hal yang lebih memerlukan iman dibanding yang lain.


- Kurniawan Gunadi

3.8.17

Sign of The Time


Baiknya mulai dari mana ya? Ya, terlalu banyak cerita yang bisa diabadikan di sini sebenernya, cuman kekurangan waktu aja buat melakukannya.

Alhamdulillah, hari ini baru aja melakukan yudisium jurusan. Sebenernya belum benar-benar sebuah atribut kalau aku sudah lepas dari kehidupan kampus atau perkuliahan ya. Karena, prosesnya masih ada beberapa lagi, misalnya masih ada pembacaan kesimpulan akhir dari yudisium di jurusan, lalu yudisium institut setelah ini, lalu pengecekan draft ijazah, persiapan wisuda, mulai dari gladi resik, sampai akhirnya wisuda itu sendiri. Yang kira-kira masih membutuhkan waktu sampai 1,5 bulan lagi. Tetap, nggak lupa aku doakan, semoga urusan kita menuju kesana selalu dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah SWT ya. Aamiin yaa Rabb. Mungkin juga, untuk teman-temanku dan teman-teman lainnya yang mungkin belum rezekinya di semester ini. Percayalah, selalu ada hikmah yang bisa diambil. Mungkin pada awalnya, lebih banyak nilai negatif yang terlihat, entah itu dari segi material, waktu, energi, dan lain-lainnya. Aku bisa membayangkan bagaimana bebannya bila berada di posisi itu. Maka, coba jadikan ini sebagai ladang evaluasi dan perbaikan diri. Karena, mungkin ada yang 'jalan hidup' coba ingatkan pada kita saat ini.. seperti itu.. tetap semangat yaa semua 😊

Tentu, perjalanan menjadi mahasiswa akhir meninggalkan jejak-jejak yang berbeda-beda buat masing-masing individu ya. Mungkin ada yang menganggapnya "ah biasa aja mah ngerjain kayak gini", mungkin ada juga yang sangat mengapresiasi diri dan lingkungan karena akhirnya bisa menyelesaikannya "Ya Allah Alhamdulillah tugas akhir ku selesai", "Ya Allah Alhamdulillah skripsiku selesai". 

Tapi aku percaya, seberapa kuatnya mental seseorang, pasti ada saat dimana rasa panik, khawatir kalau tenggat waktunya ngga cukup, jenuh karena berulang kali revisi sini situ, gelisah deg-degan ketika jadwal sidang mulai keluar namun progres pengerjaan masih jauh dari kata selesai...

Selalu ada keringat, air mata, dan perjuangan dalam bentuk lainnya di setiap lembar bukuku.. dan, oh sayang sekali, aku belum sempat memotonya ketika sudah terjilid 😂 Aku juga heran kenapa itu bisa terjadi... oke nanti akan ku cetakkan buku ke-3 untuk koleksi pribadiku wkwkwkwkw. Perjalanan penuh jatuh bangun selama hmm... kira-kira 20 minggu, sampai tiba lah hari persidanganku. Bingung juga, pelanggaran dalam bentuk dan pada pasal berapa yang sudah kuperbuat, sampai aku harus disidang huhu..

Dalam kata singkat, perjalanan penuh drama selama mengerjakan TA. Entah kenapa, pada masa-masa itu aku kerap kali menjadi pribadi yang sensitif. Kayak, fakta-fakta kecil di lingkunganku bisa sangat mempengaruhi mood. Kesusahan-kesusahan yang rasanya seringkali harus aku cari penyelesaiannya sendiri. Positifnya adalah, mental kita sangat ditempa untuk mandiri dan kuat dan tabah dan sabar dan qanaah dan khusnudzon terhadap setiap kerikil yang menghambat di depan kita, dalam bentuk apapun yah.. contohnya dosen pembimbing dengan segala karakter dan sifatnya, topik Tugas Akhir yang ternyata ruwet dan sedikit referensi, rasa-rasa malas dan jenuh yang terkadang datang menerpa tanpa permisi dan mengucap salam, permodelan yang "ada aja yang salah" habis betulin yang A, lalu jadilah B, teliti teliti eh nemu ada yang salah lagi, dibetulin lagi jadilah C, begituah seterusnya sampai akhirnya free space di local disk semakin menipis... lalu akhir-akhirnya bingung sendiri ini file yang mana yang udah paling bener........ hah!

Macem-macem lah kejadiannya.

Di penghujung cerita ini, aku panjatkan puji syukur yang sebesar-besarnya kepada ALLAH, yang mengizinkan semua proses ini  berhasil aku lewati ya. Alhamdulillah. Bagaimana ternyata permodelanku ternyata ada yang salah.. harus puter balik otak buat ngeubah lagi konfigurasi strukturnya. Yang mana sudah makan waktu 1,5 hari sendiri. Karena, cobaannya adalah, di saat teman-temanku bisa dapat hasil permodelan dalam hitungan 2 sampai 10 menit, bahkan kurang. Aku harus menunggu 1,15 jam lebih lama..

Kalang kabut? Tentu iya

Selama 3 hari ngerjain begadang, sampai badan itu rasanya dingin semua, karena sangking deg-degannya, takutnya. Lalu, aku selalu istighfar, "Ya Allah mana boleh aku setakut ini sama urusan duniawi".. Perlahan tapi pasti. atas izin-Nya aku dapat mempresentasikan hasil perhitunganku tepat sesuai jadwal yang aku dapat, dan tentu saja dengan beberapa revisi.. tepat 10 hari semua kewajiban terhadap dosen aku selesaikan. Baru aku mengurus prosedur-prosedur selanjutnya. Sampai akhirnya aku mendapatkan SKL, Alhamdulillah.

Sempat sedih waktu tau dapat jadwal sidang hari kedua. Tapi di hari ke-10 itu aku mengerti arti dari pepatah "ada hikmah dibalik semua cerita". Bukan tentang tebal-tipisnya buku yang berhasil kita buat, karena yang tebal bukan tentu yang lebih baik. Bukan tentang  cepat atau lamanya waktu yang kita butuhkan untuk menyelesaikan, karena yang lebih lama tidak selalu lebih buruk. Namun, tentang bagaimana kita menikmati tiap prosesnya. Tentang, seberapa perubahan proses itu telah membuat diri kita lebih baik. Dan begitulah teman-teman, mengapa kita harus selalu mensyukuri jalan dari-Nya. Karena Dia, Allah yang Maha Mengetahui.

Lambat laun, kekhawatiran mulai berganti, dari yang semula takut akan hari pendaftaran TA, pengumpulan TA, sidang TA.. kini berubah menjadi, Kekhawatiran akan apa setelah lulus.. Kekhawatiran mencari kerja atau melanjutkan studi... itu terjawab, berganti lagi menjadi kekhawatiran mencari jodoh... itu terpenuhi, berganti lagi menjadi kekhawatiran mendapatkan keturunan.... begitu seterusnya.

The race of life.
Mungkin begitu yang aku mulai bayangkan apa yang akan ada setelah-setelah ini. Perlombaan-perlombaan yang entah mungkin mulanya ada dalam pribadi kita sendiri. Stigma, kalau masing-masing dari kita harus mengikuti fase-fase ekspetasi budaya yang ada.... padahal sebenernya juga ini hidup kita, pilihan kita, keputusan kita. Tidak ada yang menang dan kalah antara satu pribadi dengan pribadi yang lainnya. Karena, sejatinya perlombaan yang sebenarnya adalah perlombaan amal ibadah kita...

Chill, riz
Things will take place, where it belongs, sooner or later.
All you had to do is pray and do your best!

Night people!
R

23.6.17

Internal Space

Aku suka nulis, itu prolognya. Namun, berhubung aku lagi di semester akhir, nulis tugas akhir atau sesuatu yang ilmiah, itu beda cerita lagi hahaha, Nah, jadi ya gini, aku suka menulis sesuatu yang nyantai, nulis sesuatu yang mampu menyampaikan apa isi hatiku. Perlahan, tujuan awal tadi mulai menyimpang, karena, rasa maluku ketika aku tahu, ada orang-orang deket yang baca juga. Entah kenapa, aku malu aja. Apalagi, kalau ada yang mulai tanya "eh tulisannya yang ini apa maksudnya?" , "buat siapa?". Oke, seharusnya aku nggak usah ambil pusing ya. Namanya juga aku menulis di media sosial, atau website yang bisa diakses oleh siapapun dari manapun. Namun, disitulah titik belok dari tujuan utamaku menulis.. dari yang awalnya ingin bebas berekspresi jadi agak sedikit ada pencitraan lah, pemburaman maksud dan tujuan lah, karena ingin menghindari keperluan untuk menjelaskan apa yang ada dibalik tulisanku..

yang mungkin sebenernya emang bener-bener gakada apa-apa sih. Cuman pengen nulis, cuman lagi ada trigger memfiksi kan atau me meng hiperbolakan kejadian, biar dramatis dikit, wkwk.. canda deng. 

Dan disitulah kenikmatan dalam menulis hal-hal di blog, bagiku, mulai berkurang. Khususnya yang mengandung masalah pribadi. Tapi, ngga juga sih. Sebenernya dengan tau adanya keberadaan para pembaca di blog, telah ngebuat saat-saat aku menulis, seperti menjadi berdialog dengan seorang subjek. Dan.. itu sebenernya lebih bikin ngehibur sih saat menulis, kayak ada temen yang diajak ngobrol gitu. 

Habis buka salah satu blog yang aku pake buat bikin sajak-sajak gitu, hahahah pengen ngakak sih, isinya dangdut semua woi.. tapi lucu juga.. bisa ya aku kesengsem atau ngomong yang romantis-romantis geli gitu sih... Hah... masa-masa yang udah berlalu.. sekarang? hmm sabar aja laaah 

Oh iya, mohon doanya yaaaa buat aku dan temen-temen. Semoga sidangnya lancar, semoga yang masih kepending buat ikut sidang semester ini, bakal dimuluskan juga secepatnya... yaAllah deg-deg'an sih. Hmmm tapi optimis kokkk 

ALHAMDULILLAH, MAKASIH YA ALLAH. Sungguh banyak nikmat yang Engkau beri.

11.6.17

22

                                     

Hai semuanya! Baru bisa melengkapi cerita tentang ulang tahun ke dua puluh duaku sekarang! Aku tahu, ini sudah hampir dua bulan berlalu :') Telah menjadi sangat sibuk dan super hectic tentang tugas akhirku! Dan susah meluangkan waktu disini.. untuk benar-benar menulis cerita!

Oke, sebenernya aku juga udah agak lupa dengan apa yang terjadi hari itu.. karena kayaknya nggak terjadi apa-apa di tanggal 11 Juni kemarin! Keluargaku, meninggalkanku sendiri di rumah, karena ada acara halal bi halal di Jombang, dan aku tidak bisa ikut karena itu kurang dari sebulan sebelum hari pengumpulan dan presentasi tugas akhirku. Bisa bayangkan gimana deg-degannya? Ngga ada siapapun yang datang ke rumah juga, kebanyakan orang lupa dengan hari ulang tahunku. Bahkan aku tidur lebih awal hari itu dan nggak merasa sedang berulang tahun! Hahaha, kasian yah? nggak dong! Udah sangat bersyukur ke Allah SWT, karena meski umur di dunia berkurang, tapi masih diberi setahun yang lain dan kesempatan untuk menjadi aku yang lebih baik! Apa lagi yang harus kuminta pada-Nya kan?

Tapi kalian tahu gak? Aku punya proyek ulang tahun ke-22 bersama teman geminiku! Tebak siapa? Yappp, dia adalah Yunita (aku sudah sering menyebutkan tentang dirinya sepertinya)! Jadi, ini adalah proyek yang sangat rahasia yang kami buat bersama! Tapi senang sekali rasanya bisa merealisasikannya! Semoga ini bermanfaat dan bisa bertahan lama di mata Allah SWT. Aamiin yaa Rabbal Alamin! Wish, we could make another positive and secret projects together in the future.. :) 

Lalu, datanglah suatu hari yang sangat aneh! Jadi ceritanya, aku mau belajar kelompok tentang menghitung kolom dan dinding geser di rumah icak, bersama temanku yang bernama Rizqi. Tapi, anehnya, Icak terus-terusan bilang supaya aku berbuka puasa di rumahnya aja. Karena, dia pengen masak bareng sama aku. Alasan yang jelek kan? huahahaha! 😋 Terus, tiba-tiba jam 3 sore, dia bilang kalau bibib sama yunita mau ikutan gabung masak-masak. Tapi aku tetep nyantai aja, dan sok-sokan ga curiga sama sekali. Kemudian, bibib sama yunita dateng, lalu kita masak bareng. Nah, anehnya lagi, Icak itu masak mie buanyak banget! Sampe aku tanya "Loh cak, kamu kalau masak sekalian buat sahur tah? Soalnya kok banyak banget nihh! Dan padahal katanya, ayah mama dan adeknya Icak ngga berbuka di rumah saat itu. Kwkwkw, sangat mencurigakan lah pokoknya!

Dan akhirnya beneran, waktu Adzan terdengar tiba-tiba Vio, Tara, Derai, Jatu, Tiara, Ika, Sulal, dateng juga dehhh! SUUU..SUUURPRISEEEE! 👩 Bener kannn dugaanku, hahaha! Jelek banget pokoknya skenarionya hari itu huakaka! Akhirnya, kita ngobrol-ngobrol, shalat bareng, makan, dan foto-foto pastinya! Kita full-team loh hari itu, dan yang mana itu jarang banget buat terjadi akhir-akhir ini! Pokoknya kalo ngga ada surprise itu, kita ngga bakal buka bersama tahun ini! Pokoknya, makasi Icak buat makanannya huahaha! ðŸ˜›                              

Dan omong-omong, hadiah terbaik ulang tahun ke-22 adalah yang satu ini! Alhamdulillah


R.

23.2.17

Trip To Jakarta!

Hey hey hey! Good morning, guys! I mean, it's really in an early morning! Ehm, wonder why do always my body turn out to be hard to get sleepy after had a tiring day? Well, it's quite gloomy and blue before. Ehem, I am talking about my last post, hahaha, so let's forget about it and move on with another happier story to tell. ðŸ˜Š

Let's see what I have for you, guys..

                                        

Tada! I've just uploaded a new video at my YouTube channel. Maybe you guys want to give a glimpse into it, hehehe. Talking about this video, there was another fun and hilarious journey I had with my friends to Jakarta behind it. Not forget to mention, it was free! So, I had tell about the scholarship I got months ago that made me so thankful & reminded me about my parents. Yep, that was it. After got the scholarship, all of the scholarship grantee was invited by the company to come to the gathering event at Jakarta about a month before the due date. It was also mentioned that we would get reimbursement for the transportation's fee after we arrived there. In other words, we are going to have a free trip. The amount of the reimbursement were decided by the distances from the hometown of the University to Jakarta as the destination city.                                            

I went there by the airplane along with my classmates & junior. They were Tara, Hisyam, Cecen, Rety, and Andini. We departed from Juanda Airport Surabaya at Friday, 10th February and arrived on the same day at Soekarno Hatta Airport Jakarta. Then, we took a cab to get to the Gathering's venue, at Eco Park Ancol, precisely. After arrived at Ancol, we ride on Wara-Wiri Bus, a free bus to accommodate the visitor inside Ancol. Then, we arrived at the Eco Park. By the way, we dropped off at the wrong bus stop, so we still had to walk for some miles (hahaha, ndak juga sih). But, it was fine, because we through a very nice environment to get to the hotel. We also saw some animals, pond, lot of plants & trees. It's a bit windy at Jakarta that evening. Hisyam and Cecen got new friend, he is Hamid from University of Indonesia, actually we also took the same bus, but he didn't talk too much. We also met friends from our university that took a different accommodation with us. After checked in, we got some merchandise and vouchers for tomorrow's breakfast & dinner. Then, we entered the room. It was a big room for 40 people, the bed was laid in order. We had about an hour to clean & have a pray. Then, we took our dinner and went to a place. It was in front of a stage where we can eat while listen to a live music performance. The band was so good, to be honest. Hahahah. But we annoyed by the cat's poop around this area. Yuck! After walked around, we back to our hotel & slept. 

The second day, me, Tara, Rety, and  Andini woke up so early in order to can take a bath, because they were only 3 bathroom. We took a bath at about 3 AM. Guess what, they were already queue for showers. After had a breakfast, we had a kind of "talk show" session, which talked about two topics. They were "Professional Communication" and "Leadership". It was an interesting topics with great speakers! (and also beautiful & powerful lecturer.) Such an inspiring talk. I wish I can be like them too, just wait. By the way, it was mostly raining all day long. Luckily, I brought my thin jacket inside my bag. After have done the session at Ancol, we divided into 3 bus, and went to Bintaro, Tangerang Selatan. It was an area which developed by the company along with the province government. There were many of Pembangunan Jaya's business branch at there. We visited the Sport Center which used specifically for Badminton Training. There were some Indonesia's Badminton Legend who greeted us, such us Mrs. Imelda Wigoena & Mrs. Rosiana Tandean, the PB Jaya Raya's director, and also the athlete under the guidance of this club. They have joined the club since such a young age and wander from their hometown. What makes this club special, that this club does not forget about the academic's stuffs of their athletes, so they made school and its own curriculum that would fit with the athlete's tight schedule of training & competition. From the Sport Center, we went to Jaya International School, which is a very guwd school. I wish I could sign in my future children to a school like that. The school has a very complete facilities and also runs with an interesting system. Lastly, the journey's session ended at Bintaro XChange Mall. We got a greeting from the director then we also given a 100k voucher that we can use to buy either food, clothes, shoes, etc. (It supposed to buy a dinner, but most of us used it to buy things). At 9.30 PM the bus headed to go back to the hotel. And it took around half and an hour from Bintaro to Ancol through the city's highway. The second day was a long day but luckily it passed in a blink ;)

             

The last day, we still had so many breakfast's vouchers left. That's why, we bought some more foods than yesterday. I bought, fried rice with an extra egg and crackers, orange juice (which turned out to be as same as lime juice. Surprisingly sour! but still alhamdulillah), and also a chocolate waffle. After finished our breakfast, we walked around the dock near to our eating place. We saw fishes and took some photos. Not long after that, we were commanded to go back to the hotel, got prepare for the out bond session. We didn't allow to bring important things as it was raining outside. The out bond went so fast due to the short time left for it. We divided into different group, different universities. We played some games, which were funny and I had never play some of them before. After finished the out bond. We back to the meeting point. There were the winner's announcement. My group got the third place, yaay! Then, there were closing session and we got certificates based on our universities. After that, we all packed our stuffs and prepared to go to Dufan. The third day ended by enjoying playing at Dufan. We tried rides, we went back to the hotel. Took our bags and ate foods from Hisyam's parents. By the way, it was raining so bad at night for about an hour. Lastly, we went straight to the airport. Waited our flight which was still at 4AM, that means.. yap, we slept at the airport! Hahahaha. I had a good sleep though. I slept at the waiting's bench and woke up right on 3AM because it was cold brrr! Then, we checked in and took wudhu, since it has not been Subuh at that hour.

            

That's the end of my story, wkwkwk. After arrived at home, I slept from 8AM to 2PM. :p

20.2.17

Take your time


Hi, blog. Udah lewat sebulan ya dari post terakhir saya. Nggak kerasa. Hmm, jadi, mahasiswa semester terakhir telah ngebuat 24 jam berasa 6 jam, alias, waktu berjalan 25% lebih cepat dari biasanya. Hahaha alay gak? Alay dong. 

Lately, I realize, that life is not a race between me and anybody else. The most important person to conquer is my own self, my own dreams, my own goals, not theirs. Life is not always winning the competition, getting the attention & recognition from other people. Life is learning. Learn to accept yourself whatever it is and have a will to make it better for your own good. Learn to forgive and give in return to whatever other people have done to you. 

Don't be sad, Allah always be with you. See you on top!

10.1.17

What's next

Cerita ini harus diawali dengan kisah kilas balik sewaktu saya masih berumur 20 tahun. Saya memiliki teman kecil yang bernama yunita. Dan kami memiliki tanggal lahir yang tepat sama, yaitu 11 Juni 1995. Sehingga, kami sering menyebut diri kami sebagai "geng gemini" setiap kali kami melakukan perjalanan atau bermain bersama. Di penghujung umur 20 tahun kami, kami berbincang-bincang seperti biasa, lalu sampailah kami pada topik "kita habis ini akan berumur 21 tahun lho". Kami mulai menyadari bahwa umur 20 tahun bukanlah umur yang sedikit. Maka, kami merasa perlu untuk melakukan perubahan-perubahan dan membuat goals dalam perjalanan kami kedepannya.

Pada dasarnya, kami memang seringkali bertukar pikiran baik dari masalah paling sepele sampai yang paling berat sekalipun (tentang kegalauan perempuan timur pada umumnya) (lhah emangnya apaan?). Oke, jadi waktu itu pembicaraan dimulai dengan pertanyaan,

"Apa yang pengen kamu lakukan di umur 21 tahun?"

Pertanyaan yang cukup sederhana, namun juga lumayan membingungkan bagi orang yang kadang lebih suka menjalani hidup sesuai bagaimana jalannya, tipe yang let it flow gitu, tapi juga tetep punya ambisi, tapi juga nggak ambis-ambis amat. Beberapa hal mulai kami sebutkan. Dan dari kesemua itu, kami memiliki satu kesamaan, yaitu "ingin belajar menjadi lebih dewasa". Wkwkw poin tersebut memang masih  sangat general, karena parameter kedewasaan sungguh sangat abstrak bagi setiap orang. Lalu, kami mulai mendetailkan apa itu dewasa yang ingin kami capai di umur 21 tahun, salah satunya yaitu bisa mandiri secara finansial. Kalaupun tidak dalam bentuk yang "kami bisa membiayai hidup kami sendiri", setidaknya kami ingin belajar menjadi mandiri finansial yang "kami sudah tidak perlu minta uang saku lagi". Beberapa ide berbisnis mulai bermunculan saat itu, namun terhambat karena faktor ketidaktersediaan modal dan kurangnya keseriusan dalam menyusun rencana berbisnis hahah.  Sebenarnya, apa yang paling saya dapat ambil sebagai pelajaran, dalam perbincangan saya dengan yunita saat itu, jadi pada akhirnya kami membuat janji. Janji yang pertama adalah kami harus mencari pekerjaan sampingan yang setidaknya dapat membantu orang tua kami dengan tidak meminta uang saku lagi, dan yang kedua adalah kami harus mengikuti lomba KJI Busur. Dan di penghujung tahun 2016 ini, kami baru menyadari kalau kami sudah menepati janji kami. Kami telah mengirim proposal KJI Busur, walaupun hasilnya tidak sesuai harapan, but at least we tried, lalu yang selanjutnya, kini kami sudah mulai mencari penghasilan sendiri, ya mungkin ini  sudah cukup familiar di kalangan mahasiswa, yaitu kami menjadi guru les privat. 

Sedikit saya tahu, mencari rezeki bukanlah pekerjaan yang ringan, kadang godaan rasa malas itu seringkali datang, apalagi bila urusan kuliah juga sedang hectic-hectic nya, atau bila ada ajakan dari teman-teman untuk keluar bermain, dan yang paling kronis adalah ketika rasa penat sedang melanda.. sehingga baru melihat sampul buku pelajaran adik les aja, otak sudah berasap. Namun, rasa lelah yang datang selalu terasa terbayar ketika saya bertemu adik-adik yang merupakan teman belajar saya, dan sedikit mulai hilang seiring durasi mengajar saya terus berjalan.. Sebuah kepuasan tersendiri dapat membagi ilmu. Teringat ketika saya masih seumur mereka pasti saya juga merasakan bingung dalam menyelesaikan atau mempelajari hal-hal itu, dan kini saya entah bagaimana, alhamdulillah, rasanya dapat berpikir lebih "encer". Ketika saya belajar bersama Gita dan Tasya, saya merasa selangkah lebih dekat dengan mimpi saya, untuk menjadi dosen, ataupun untuk membuat sekolah. Maka, saya sangat bersyukur Allah mengantarkan saya pada kesempatan ini.. Hal yang ingin saya lakukan sejak dua tahun lalu namun terhalang karena sebulan setelah saya mengajar Vivo (murid pertama saya), saya sakit, sehingga mama tidak mengizinkan saya untuk meneruskan. Kemudian, setahun belakangan disibukkan dengan kegiatan non-akademik di kampus.

Saya sadar, seringkali saya menolak untuk keluar dari zona nyaman saya dan banyak kesempatan yang tidak saya coba ambil karena kekhawatiran akan "ketidak mampuan" ataupun "kegagalan". Maka, semoga di hari-hari berikutnya, saya dapat lebih berani untuk mencoba. Kisah hari ini terlalu kesana kemari ya, tetapi ini saya tulis supaya dapat menjadi pengingat dan wujud syukur di hari-hari kedepan.

R.

4.1.17

Hello, 2017!


Hi, Marmut!
Setelah saya lihat-lihat, blog saya isinya mulai gloomy lagi ya. Hehehe, sebab memang perjalanan yang lebih sering saya arungi adalah perjalanan perasaan, selebihnya saya kurang ada waktu (beuh) buat melakukan, selain itu kurang ada dana juga. Jadi ya.. perjalanannya mungkin berkisar rumah-kampus-rumah kedua-rumah adik les-rumah gitu terus atau mungkin ada rute tambahan ke mall-superindo dekat rumah kedua. Oleh karena itu, sebenarnya banyak sekali tumpukan draft yang isinya lebih ke melodrama-way sehingga berhujung tidak jadi di post. Memang, hidup akhir-akhir ini terasa agak flat, dan gejolak yang ada, mayoritas terjadinya di dalam hati. So, pardon me blog for those blue and gloomy writings in here lately. I'd like to replace them with many beautiful and happy stories in return.. if Allah gives me the chances hopefully. :) Ohya, dan by the way! Akhir-akhir ini lebih aktif update seputar kisah hidup di tumblr, karena emang disana lebih mudah diakses! Selain itu, belum nemu aplikasi blogging yang ga ribet untuk blogspot di iOS, mungkin ada saran? Jadi sangat agak males untuk bercerita disini, sebab rada susah buat mindahin foto-foto! Dan kadang, rada males juga buat ngetik yang panjang sehingga cerita hanya diwakilkan dengan foto-foto. Wkwk terlalu banyak alasan yah? Namun, karena ini sudah memasuki liburan semester ganjil di universitas saya, welcome back blog!

How is  the 2017 so far, guys? Hope it was good and it would be for the rest of it yhaa! Baru berapa hari sih? Empat kan ya. Agak nggak percaya juga kalau tahunnya sudah berganti lagi. Terlalu cepat rasanya! Mengakhiri tahun 2016 dengan kejadian-kejadian yang agak menguji rasa sabar dan ikhlas, ya Allah, kayak cobaan kok ada-ada saja gitu... Namun, yaa begitulah hidup. Pada akhirnya, cuman harus menerima kan ya? Dan percaya kalau semuanya akan baik-baik saja. Agree?  Terima kasih 2016 untuk pelajaran hidupnya. Semoga saya mampu menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa tentunya.. dalam bertindak maupun berperilaku.

2017 akan menjadi tahun yang sangat penting dan melegendaris dalam perjalanan hidup saya. InsyaAllah, semoga dapat lulus dengan gelar sarjana di tahun ini. Aaamiiiin ya Rabbal alamin. Lalu, mulai mengejar satu persatu target berikutnya. Most of the time, I was thrown in between anxious, curious, scared, you named it.. ! Tetapi gimanapun, saat itu akan datang juga! When life slapped me right on my face, that I need to get up, and be ready about whatever that coming in reality.. haaahh


Hmm, kemarin mengawali awal tahun dengan jalan-jalan bersama, hahaha. Kita nonton Star Wars Rogue One lohh! Dan gak tahu kenapa, saya terkesima sekali waktu menontonnya! Wkakaka, ceritanya nih, saya kan nonton hari.. Minggu ya. Nah, seminggu sebelumnya, saya itu bermalam sama adik saya di rumah Nginden yang notabene layanan tv kabelnya baru aja diganti. Berhubung itu malam natal, di TV itu banyakk banget film-film, termasuk salah satunya Star Wars yang Force Awakens. Pertama kali lihat itu, langsung ketagihan aja. Suka sama karakter-karakter dan animasinya! Wkwk Rey is super cool, indeed. Dan waktu tahu Rogue One  yang main itu Felicity Jones, makin lah pengen lihat! Jadi waktu diajakin nonton itu langsung mau deh.Yippiiieeeee! That day was so fun! Jadi pengen beli merchandise nya Star Wars wkwkwkwk bahayaa iniihhh. Tidaaak!


Oh iyaa. Saya sama mbik tadi jadi anak kedokteran sehari loh! Numpang ngasih surprise dan foto doang sih disana. Uhuuuyyy Selamat Pinuuuu S.Ked nya! Weee doain kita-kita yang masih baru sidang proposal yaa! Semoga lancar koas nya, bermanfaat ilmunya, dan bisa jadi dokter yang dapat mensejahterakan banyak orang dengan kesehatan. Kesehatan itu modal utama lohh. Tadi jadi mikir.. rasanya beda latar belakang banget ya antara anak teknik dan kedokteran. Kalau teknik, hubungannya dengan benda mati, nah kalau dokter, hubungannya langsung dengan makhluk hidup. It brings a really different responsibility.. Namun, apapun disiplin ilmunya, yang terpenting semoga dapat memberi manfaat untuk khalayak banyak. ;) Wkwkwk waktu tadi berkunjung kesana, yang senang adalah bisa bertemu lagi sama beberapa teman-teman. Dan beneran yaa.. dunia itu serasa sempit sekali. Bahkan, saya tadi ketemu anak yang waktu itu pernah ngetes gula darah eyang saya waktu jalan-jalan di Taman Bungkul dan dia masih inget aja wkwkwk. Terus ngga sengaja ketemu juga sama kembaran saya waktu SMA, sekarang udah beda sih, dianya makin kurus, sayanya makin... Ah sudahlah.

Yap. Segitu dulu ceritanya. Sampai jumpa di cerita-cerita selanjutnya yaah, Marmut! Kamu jangan galau yaa! 2017 akan jadi tahun yang lebih bahagia, semangat semangatt. May the force be with you! B)

R.