23.7.21
Goodluck with life
1.3.21
Perjalanan menemukan jawaban
Lagi jenuh banget sama kerjaan rasanya pengen escape mulu, udah 8 bulan berkutat sama kerjaan ini tapi progress nya tuh kayak maju-mundur-balik ke awal lagi-kirain udah selese-atau approve-eh revisi lagi dan.. ya begitulah berasa gabisa keluar dari labirin. Tiba-tiba ada temen kantor, random banget, ketemu aku bilang "eh kayaknya kamu perlu baca buku ini" random banget gaksih? karena bukan yang temen deket yang aku ceritain aku punya masalah hidup apa.. lalu siang ini bukunya udh menggelepak di depan mataku, dan sekali baca langsung udah nyampek halaman 60.. karena lagi relate aja sama pertanyaan yang sedang mengiang-mengiang di kepala..
Ada lagi nih cerita lain, akhir-akhir ini, entah mengapa, jam berapapun aku tidur, mo cepet mo telat, jam 3.44 aku selalu kebangun. Jujur, sering banget tak abaikan, lalu aku tidur lagi, karena aku mikirnya, aku takut ngantuk waktu jam kerja? karena aku tipe yang kalo udh melek susah tidur lagi, sedangkan kadang aku tdr baru jam 12.. atau 12 keatas, jarang banget sebelum jam 12. Jadi kayak kasian aja sm diri sendiri, berasa kurang istirahat... Hingga suatu hari, salah satu temen update di IGstory, intinya cerita "Tanda-tanda ketika Tuhan merindukan hamba-Nya".. salah satunya kejadian yg aku alamin. Singkat kata, Tuhan tuh ingin aku bangun sholat tahajud, cerita sama Dia kekhawatiranku, minta ke Dia apa yang aku pengen.
Kadang sering ngerasa banget, Tuhan emang sedekat itu ya? Apa yang aku ingin tau jawabannya, kdg secepet dan sejelas itu dijawab sm Allah. Tapi ada juga yang aku bingung hrs doa dan ngapain lagi supaya jawabannya segera dijawab dengan sejelas-jelas dan secepat-cepatnya, sampe yg udh se-hopeless- itu hingga akhrnya aku berenti menyebutnya scr detail dan lengkap dalam doa, cuma kukasih deadline hahaha
Oghey, kembali ke paragraf 1. Ternyata menurutku buku ini menarik banget dan menyuguhkan beberapa jawaban yg sedang aku cari. Yang ibaratnya membuatku tersadar atas beberapa hal mengapa segala pencarian akan keberadaan 'muara' ini sangat complicated... Jadi gimana ya, sbnrnya aku ga picky karena who am I to be picky? Jelas aku gak sedang milih-milih, karena aku bukan yang tipe nanggepin banyak orang terus nanti aku ambil satu pemenangnya. tapi, aku tipe yang aku tau apa yang aku mau, aku tau apa yang aku cari, tapi aku nggak nyari? HAHAHAHAHAHAHA apasih kok bego.
13.2.21
The basic question?
This one is gonna be the talk about love, probably. My hidden thought about it.
If I could be honest, there were many times I wish I could turn back the time and start it over with someone. Either someone that I ended up being with or someone that I wish I am being with. Sound similar but the second was more like a tragedy.
Speaking about relationship. There were many relationship (in many forms) that I wish wasn't like what it ended it to be. Sometimes, I could take a good care about my feeling toward other people (boys or girls), but the other subject didn't take it the same way I do. And that's, well, so feeling-consuming ya. People are so greedy, who aren't? When it talks about themselves, they always take it first.
If they give, they wanted us to give it back, the same amount. But wait, doesn't giving something when the other people doesn't even ask about it, should be followed with sincerity? Well, at least, you have to try.
As time goes by, I learned that, I can only control what's in me and anything outside of it should be other people's right and I shouldn't be offended with whatever it is. If I mean to give, I will not hoping they will giving back. And If I wanted them to give me back, then I better not give anything. I have so much improvement in making my self to be a careless person. I only mind about what's important and matters to me. If I want, I will say yes. If not, I will say no. At least, I will let you know what I feel about it.
When I say, one I wish I ended with, is something that has never been happened to me. Who to blame? None, but my self. I am not a fighter, I am a giver. I try so hard to show my feeling (every time I have one, but if the other party didn't take it back, I'd be- well- go and eat all the feelings my self).
So, it's like such a clichΓ© for me.. There are things I wish didn't happen and happened. But, I keep tend to take what is certain rather than seeking what I naturally interested just because I didn't have the gut to step out from my boundaries.
So, in this quarter terms of my life.. I probably still stuck in that problematic state of mind. Confused between the thought of "If it meant for me, It will come to me" and "Go seek what's important to you". But life always slapped me in the face.. when I go pursue it, it always ended not what I wanted it to be. In reverse, when I let the universe works for me, the end always become the unexpected.
That's why I keep saying that I would take as much as it needed to think what's it that I'm looking for, what I need, what I want, where I want to go.. I won't rush thing off for the sake of releasing the social pressure. I believe, when I've done finish to acknowledge the basic question there will lies my answers.
Sincerely,
R
28.8.20
Work Out πͺ
12.8.20
Stay Organized!
Holaaa, mi amor!
Selama hampir 5 bulan pandemi ini berlalu, rasanya masih belum terbiasa dengan banyak hal yang sekarang harus dibiasakan. Semuanya terasa asing masih suka berandai-andai, kapan ya semua ini akan kembali normal?
Padahal sebenernya, kita juga harus sadar kalau enggak ada kata "kembali". Ya beginilah adanya sekarang dan apa yang ada kedepannya. Rasanya, hanya ingin bertemu dengan teman yang jarang ditemui pun masih merasa insecure, sangsi juga sama kondisi teman tersebut. Sehingga, memilih untuk tetap menjaga jarak atau dengan stay at home. Yang aku yakin, di satu titik tuh pikiran dan tubuh kita akan menjadi jenuh, resah, dan merindukan kebiasaan yang lama.
Hahaha, ini aku gatau mau cerita apaan sih. Cuma mau berbagi tips ajah. Jadi meskipun sekarang semuanya sudah berubah. Aku punya satu kebiasaan yang aku selalu lakukan, dari jaman aku masih SD. Yaitu, aku selalu melakukan journaling. Bikin agenda. Rencana hal-hal apa yang mau aku lakuin. Secara general biasanya bisa aku tulis untuk sebulan kedepannya. Kalo detail, tiap minggu bisa aku updet. Dan menurutku dengan adanya itu akan bermanfaat banget to keep our self sane. Karena meskipun kondisinya sudah berubah, tapi kita tetep harus punya aktivitas dan selalu produktif. Jadi, misal kita ngga journaling nih, mungkin cuma kepikiran 'aduh gabisa gini gabisa gitu'.. tapi mungkin, kalo kalian coba bikin agenda, kalian jadi memikirkan kan mau ngapain yaa sbg pengganti aktivitasnya. Atau sederhana aja nulis hal-hal yang menarik dalam journal kita itu.
Nah salah satu contohnya nih, kalian tau gaksih, aku lagi ngerasa badanku mulai "padat" lagi hahahaha. Karena, pas beberapa awal tahun kemarin aku udah mulai bisa merutinkan jadwal olahraga, tp semenjak pandemi, olahraga di tempat umum menjadi suatu yang tidak mungkin. (aku olahraganya biasanya ikut senam atletik gitu, atau jogging santai di hari Sabtu). Aku anak kos, gapunya sepeda, jarang pulang rumah. Ditambah mager. Ngemall pun juga jarang hahahaha. Jadi aktivitas ya berangkat kerja itu aja. Nah, tapi anehnya aku sering ngerasa banget capek sebadan. Naik tangga ke lt.3 ngos-ngos an. wkwkwk! dan akhirnya aku bikin resolusi baru.. aku coba beli yoga mat! Dan jujur, sampe detik aku ngetik ini, aku belum nyobain dia sama sekali. Karena deadline kerja lagi numpuk. Sampe harus dibawa dikerjain di kos huhu. Tapi! Aku gamau dia jadi mubadzir. So, aku coba membuat, jadwal rutin harianku yang baru sebagai acuanku buat meluangkan waktu berolahraga. Dan aku udah ngumpulin banyak tutorial olahraga yang cuman 10 menit doang. Jadi, RIZ, PLEASE JANGAN BANYAK ALASANN! haha. maka tercetus lah aku menulis post ini. sebagai reminder buat diriku sendiri!
Jadi tunggu updet lebih lanjut dariku ya guys! Akan updet mengenai home work out routine ku setelah ini! Dan jangan lupa! Mulai lah journaling & stay organized!
Salam,
R.
3.7.20
Gravity
- Is it wrong trying to fight the gravity?
- "Do not chase people. Be you and do your own thing and work hard. The right people who belong in your life will come to you, and stay."
7.5.20
Minimalism
![]() |
| pic courtesy: google. |
Hehe, ini adalah salah satu topik menarik yang baru aku bener-bener pelajari di tahun 2020. Jadi ceritanya, waktu itu aku dengerin salah satu podcast nya Raditya Dika sama Mbak Wina Hananto (seorang financial planner) yang tentu aja topiknya tentang keuangan. It's worth the half and hour of mine. So, let's just jump into the topic, minimalism.
4. Lebih bijaksana dalam menggunakan uang
Terutama, dalam hal berbelanja. No more.. mumpung sale padahal engga butuh. No more.. beli ini buat acara ini, padahal acaranya cuma terjadi sekali. No more.. beli ini ah murah dan lucu, padahal sekali pakai rusak. Nah ini, kalian bisa banget googling karena banyak banget referensinya. Intinya kebanyakan mereka mencoba menggantikan barang yang cuma sekali pake jadi yang re-usable jd sekalian jadi orang yang eco-friendly deh :)) Juga mereka lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Jd bener-bener memiliki sesuatu yang ngga berlebih tp berkualitas. Jd secara jangka panjang awet, nyaman, multifungsi meskipun hrs spend uang lebih banyak. Tapi pada akhirnya tetep, dependency on money is much lower.
Selain itu, coba menggantikan kebahagiaan dr yang biasanya misal bisa bahagia kalo abis belanja jadi ke bisa bahagia karena memberi ke orang. Ibaratnya, cari replacement of how to satisfy the fulfilment of your happiness.
Intinya, minimalis ini banyak banget loh positifnya, jadi gak ada salahnya coba diterapkan (bagi yang belum hehehe) (bagi yang masih suka susah buat jadi orang minimalis). Gaya hidup ini amat sangat lekat dengan nilai-nilai kebaikan dan sudah diajarkan juga dalam agama kita, yakan? Seperti misalnya mengajarkan untuk tidak mubazir, membiasakan sedekah, disiplin, melatih keikhlasan dan bersyukur dengan apa yang dimiliki sekarang dan masih banyak lagi. Nanti kapan-kapan kita sambung lagi π
15.4.20
Career womans = Housewives
20.3.20
Human; A well camouflage creature.
So, I will just try to update how is my life going lately. Well, it just an usual day with an usual routine. Wake up, take a bath, go to the office, have some hectic days and most of the time just a chill day with an absurd task to do, then go back to my boarding house, buy dinner, playing my phone or read some books, then sleep. But, there is also this day, when I realize that I am already a 24 years old woman, who is going to be 25, in three months. So, honestly, sometimes I get in a moment when I am asking about my life to my own self.
Months go by, but the sign of 'Muara' has not ever really came. Never expected that finding the one is actually hard at this crucial age. I don't know, am I too hard with my self? or too picky? or too clueless what I should do? Can't lie, I also felt that feeling of anxious at my several gloomy nights. But, this is the "turning point" came from. One day, I said to one of my friend, that I wanted to get married, but have no idea with who. Then she sent me, a wisdom quotes from an account, which said, "..rather than spending your time, being worry and anxious about your future spouse, better to prepare your self by reading any source of knowledge, improving your self, join group studies.."
And it was like an awakening moment to me. I started to (literally) listen (with maximum level of focus) to many online studies, listen to many podcasts, reading self improvement books, and keep praying. Now I have so many notes about it. It's so satisfying π I think, you guys should try it too. It really can distract your times instead of doing nothing and being so blue.
See you soon, Muara. Hope you don't disappointed to meet me, then. π
4.1.20
My First Hiking to Watu Jengger!
-
find the right quotes to describe my latest condition, "when you focus on the good, the good gets better" . all that I can say, ev...
-
All praises to Allah SWT, the highest almighty in the entire universe. I want to share this journey, the journey of pursuing my dreams. This...




